Ungkapan Insya Allah Tiba-tiba Jadi Populer di Amerika

Minggu, 04 Oktober 2020 - 14:27 WIB
loading...
Ungkapan Insya Allah...
Imam Shamsi Ali, Direktur/Imam Jamaica Muslim Center dalam sebuah acara di New York beberapa waktu lalu. Foto/Ist
A A A
Imam Shamsi Ali
Imam/Direktur Jamaica Muslim Center
Presiden Nusantara Foundation

Ungkapan ini tiba-tiba menjadi populer dan tranding/viral di media sosial sejak diucapkan calon presiden (capres) Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, di saat acara debat kandidat beberapa malam lalu.

Ketika itu moderator debat, Chris Wallace, bertanya kepada Kandidat Republican Trump tentang bayaran pajaknya yang diberitakan hanya $750 selama tahun 2016 dan 2017 oleh New York Times. Trump justru mengatakan bahwa di membayar pajak berjuta-juta US$. Saat itulah Joe Biden tiba-tiba mengatakan: "When? In-syaa Allah?". (Baca Juga: Muslim Indonesia Masih Dipandang Sebelah Mata, Apa Sebab? )

Ungkapan itu ditangkap dengan jelas oleh media, dan akhirnya menjadi viral dan menjadi pembicaraan luas bahkan di kalangan non Muslim di Amerika. Pertanyaan pertama yang timbul di kepala adalah kenapa tiba-tiba Mr Biden mengucapkan insya Allah? Apakah itu memang sering diucapkan dan memang faham maknanya?

Apakah memang Biden ingin mengatakan bahwa semoga jawaban Trump itu serius dan benar jika Allah berkehendak? Atau jangan-jangan ungkapan itu dimaksudkan sebagai pernyataan tentang sesuatu yang tidak serius. Bahkan jangan-jangan pernyataan itu ditujukan sebagai negasi (peniadaan). Artinya Trump memang tidak membayar pajak sebagaimana mestinya.

Apapun itu, hanya Allah dan Joe Biden sendiri yang tahu apa yang beliau maksud. Tapi pastinya ungkapan insya Allah (ejaan Inggris menggunakan In-Shaa Allah) bukanlah ungkapan biasa. Tapi ungkapan yang Allah Ta'ala sendiri yang menetapkannya.

Insya Allah adalah sebuah penegasan bahwa sesuatu itu hanya akan terjadi dengan iradah atau kehendak Allah 'Azza wa Jalla. Ungkapan ini adalah ungkapan iman , khususnya dalam konteks keimanan kita kepada Qadar atau takdir Allah Ta'ala.

Sayang bahwa ungkapan ini, karena umat yang tidak serius dengan ajaran agamanya, sering mengalami perubahan makna. Terkadang insya Allah dimaknai lebih kepada "belum tentu akan terjadi/dilakukan". Bahkan terbiasa diungkapkan sebagai "negasi" atau mengatakan "tidak".

Seolah ketika seseorang mengatakan insya Allah dia mengungkapkanniat sebaliknya. Atau sebuah ungkapan lain untuk mengatakan "tidak" pada sesuatu. Sebuah pemahaman yang jelas kontra dengan makna insya Allah yang sesungguhnya.

Bahkan lebih disayangkan lagi seringkali ungkapan itu dijadikan bahan "pengolokan" atau "penipuan". Dengan insya Allah seseorang dapat membohongi orang lain di sekitarnya.

Kekhawatiran saya adalah jangan-jangan kata itu keluar dari mulut Biden karena ingin mengatakan bahwa apa yang Trump katakan itu adalah "joke" (candaan). Bahkan "A Lie" (sebuah kebohongan) semata. (Baca Juga: Hati-hati Ungkapan 'Cukup Al-Qur'an dan Sunnah, Jangan Ambil dari Ulama! )

Makna Insya Allah
Seperti disebutkan di atas, arti sesungguhnya dari insya Allah adalah "if Allah wills" atau jika Allah menghendaki atau menginginkan. Atau sebenarnya makna yang lebih tegas: jika Allah takdirkan.

Seorang Muslim dikehendaki bahkan diperintahkan untuk mengatakannya insya Allah jika ingin melakukan sesuatu. Apalagi jika hal itu berkaitan dan disampaikan kepada orang lain.

Sebagaimana Allah firmankan dalam Al-Qur'an :

وَلا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فاعِلٌ ذلِكَ غَداً إِلاَّ أَنْ يَشاءَ اللَّهُ وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذا نَسِيتَ وَقُلْ عَسى أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَذَا رَشَداً


"Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: 'Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah". Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: 'Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini." (Al-Kahfi Ayat 23-24)

Ungkapan itu adalah ungkapan dahsyat dan mendasar sebagai bagian dari keimanan bahwa Allah terlibat dalam segala hal yang kita lakukan dan terjadi dalam hidup kita. Bahwa tak ada apapun yang terjadi dalam Hidup ini kecuali dengan kehendakNya.

Bahkan dengan ungkapan insya Allah kita juga sesungguhnya menyadari keterbatasan dan memohon intervensi Allah dalam segala hal yang kita lakukan dan inginkan. Bahkan sesulit dan seberat apapun itu.

( Baca Juga: Setelah 6 Bulan, Makkah Kembali Terima Jamaah Umrah )

Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyampaikan bahwa segala keinginan dan ambisi Nabi Sulaiman 'alaihissalam tidak terwujud ketika melupakan kata insya Allah. Akan tetapi setelah dia ungkapkan insya Allah, Nabi Sulaiman mencapai semua keinginannya saat itu. (Hadis Al-Bukhari-Muslim).

Rasulullah صلى الله عليه وسلم juga menyebutkan bahwa Ya'juj dan Ma'juj tidak akan pernah berhasil meruntuhkan dinding pemisah di antara mereka, bahkan dengan segala upaya mereka. Hingga mereka sadar dan mengucapkan "insya Allah".

Demikian pula kita dapatkan dalam Al-Qur'an bahwa ketika Nabi Musa 'alaihissalam memerintahkan Bani Israel untuk memotong sapi (Al-Baqarah), mereka gagal melakukan itu berkali-kali hingga mereka mengucaukan: wa innaa "insya Allah" La Muhtaduun. (Al-Baqarah: 70).

Semoga kita tidak lagi fahami bahwa ungkapan insya Allah dimaksudkan sebagai "keraguan". Apalagi menjadikannya sebagai ungkapan kebohongan. Mengatakan insya Allah dengan maksud sebaliknya.

Jangan lagi bermain-main dengan ungkapan ini. Berjanji kepada saudara dengan insya Allah, tapi dalam hatinya berkata sebaliknya. Wajar ada candaan: insya Allah anda yang mana? Yang Allah inginkan? Atau insya Allah versi anda? Insya Allah yang "insya Allah"! (Baca Juga: Membangun Ummat Terbaik di Amerika )

New York, 2 Oktober 2020
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Musyrif Cinta Quran...
Musyrif Cinta Quran Center Tembus Grand Final Cahaya Muda Indonesia
Menang Lelang, Komunitas...
Menang Lelang, Komunitas Muslim Indonesia Akan Bangun Gedung Dakwah di Australia
Dewan Dakwah Lepas 225...
Dewan Dakwah Lepas 225 Dai Muda Terbaik dari Gedung MPR RI
Dai Muda Diajak Isi...
Dai Muda Diajak Isi Media Digital dengan Film Dakwah
225 Dai Dilepas Laznas...
225 Dai Dilepas Laznas Dewan Dakwah ke Daerah Terpencil
Rekomendasi
Gunung yang Disebut...
Gunung yang Disebut dalam Al-Quran dengan Fenomena Uniknya
Lautan Besar Ditemukan...
Lautan Besar Ditemukan Tersembunyi di Bawah Kerak Bumi
Banjir Terbesar dalam...
Banjir Terbesar dalam Sejarah Dunia Diklaim Ciptakan Laut Mediterania
Artikel Terkini
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved