Menghormati dan Memuliakan Tetangga
Selasa, 06 Oktober 2020 - 13:07 WIB
loading...
A
A
A
Jadi, adanya penafikan dengan ungkapan, “tidaklah beriman seorang hamba” disebabkan oleh ada kewajiban yang ditinggalkan, yaitu “menyukai kebaikan bagi tetangga sebagaimana kita menyukai kebaikan-kebaikan itu untuk diri kita sendiri”
Perhatikan pula hadis yang umum yang berkaitan dengan hubungan sesama muslim,
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ.
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah beriman salah seorang dari kalian, sampai dia menghendaki kebaikan bagi saudaranya, apa kebaikan yang dia kehendaki untuk dirinya.” (HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45)
(Baca juga : Mengapa Hanya Maryam, Perempuan Terpilih yang Diabadikan Al-Qur'an? )
Dari hadis ini dapat diambil pemahaman, jika kepada saudara secara umum, meskipun tetangga jauh atau bahkan bukan tetangga saja kita wajib untuk menghendaki kebaikan baginya selama dia seorang muslim, apalagi dengan tetangga yang dekat? Oleh karenanya, di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Āisyah radhiyallāhu Ta’āla ‘anhā, Rasulullah pernah bersabda,
مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالْجَارِ، حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ
“Senantiasa malaikat Jibrīl ‘alayihissalām berwasiat kepadaku untuk berbuat baik kepada tetangga, sampai-sampai aku menyangka malaikat Jibrīl akan menuliskan atau menetapkan warisan bagi tetangga.” (HR. Bukhari no. 6.014 dan Muslim no. 2.624)
Sebagaimana kita ketahui bahwasanya tetangga bukan ahli waris kita. Kalau kita meninggal, tetangga tidak dapat mewarisi harta kita. Akan tetapi, karena sedemikian sering malaikat Jibrīl mewasiatkan kepada Rasulullah untuk berbuat baik kepada tetangga, sampai-sampai Rasulullah menyangka malaikat Jibrīl akan menulis bahwa tetangga akan memiliki jatah warisan.
(Baca juga : Kemenag: Seluruh Pesantren di Tanah Air Harus Bentuk Satgas Penanganan COVID-19 )
Namun ternyata hal itu tidak terjadi. Hal ini hanyalah penekanan dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam akan perhatian malaikat Jibril terhadap tetangga. Hadits ini juga mengisyaratkan bahwa hak-hak Tetangga mirip dengan hak-hak kerabat, karena Tetangga seakan-akan menjadi ahli waris.
Siapakah Tetangga Itu?
Perhatikan pula hadis yang umum yang berkaitan dengan hubungan sesama muslim,
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ.
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah beriman salah seorang dari kalian, sampai dia menghendaki kebaikan bagi saudaranya, apa kebaikan yang dia kehendaki untuk dirinya.” (HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45)
(Baca juga : Mengapa Hanya Maryam, Perempuan Terpilih yang Diabadikan Al-Qur'an? )
Dari hadis ini dapat diambil pemahaman, jika kepada saudara secara umum, meskipun tetangga jauh atau bahkan bukan tetangga saja kita wajib untuk menghendaki kebaikan baginya selama dia seorang muslim, apalagi dengan tetangga yang dekat? Oleh karenanya, di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Āisyah radhiyallāhu Ta’āla ‘anhā, Rasulullah pernah bersabda,
مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالْجَارِ، حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ
“Senantiasa malaikat Jibrīl ‘alayihissalām berwasiat kepadaku untuk berbuat baik kepada tetangga, sampai-sampai aku menyangka malaikat Jibrīl akan menuliskan atau menetapkan warisan bagi tetangga.” (HR. Bukhari no. 6.014 dan Muslim no. 2.624)
Sebagaimana kita ketahui bahwasanya tetangga bukan ahli waris kita. Kalau kita meninggal, tetangga tidak dapat mewarisi harta kita. Akan tetapi, karena sedemikian sering malaikat Jibrīl mewasiatkan kepada Rasulullah untuk berbuat baik kepada tetangga, sampai-sampai Rasulullah menyangka malaikat Jibrīl akan menulis bahwa tetangga akan memiliki jatah warisan.
(Baca juga : Kemenag: Seluruh Pesantren di Tanah Air Harus Bentuk Satgas Penanganan COVID-19 )
Namun ternyata hal itu tidak terjadi. Hal ini hanyalah penekanan dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam akan perhatian malaikat Jibril terhadap tetangga. Hadits ini juga mengisyaratkan bahwa hak-hak Tetangga mirip dengan hak-hak kerabat, karena Tetangga seakan-akan menjadi ahli waris.
Siapakah Tetangga Itu?
Lihat Juga :