Perang Fahl: Kisah Tentara Romawi Menciptakan Banjir Lumpur untuk Menahan Pasukan Islam
Sabtu, 09 Desember 2023 - 14:16 WIB
loading...
A
A
A
Menuju Fihl
Dia sendiri bersama Khalid bin Walid dan angkatan bersenjatanya melangkah maju ke Fihl dan Lembah Baisan. Tanah yang sudah mulai kering itu memungkinkan pasukannya menghadapi pertempuran lagi.
Pada saat itu Khalifah Abu Bakar sudah menyerahkan Yordania ke tangan Syurahbil bin Hasanah, Hims kepada Abu Ubaidah, Balqa' kepada Yazid bin Abi Sufyan dan Arabat kepada Amr bin al-As.
Komando di lapangan kepada pihak yang mengalami pertempuran di bawah pimpinannya. Perintah ini oleh Khalifah Umar tidak diubah. Dengan demikian komando pasukan Muslimin yang berada di Fihl tetap di tangan Syurahbil, dan yang sebagian masih tinggal di sana sebelum Damsyik dikepung di bawah Abul-A'war as-Sulami, dan yang datang sesudah pengepungan Damsyik di bawah Abu Ubaidah.
Baca juga: Nasehat Abu Ubaidah bin Jarrah tentang Barometer Kemuliaan Seorang
Syurahbil mengirim Abul-A'war dengan brigadenya ke Tabariah (Tiberias) untuk mengadakan pengepungan. Khalid bin Walid memimpin barisan depan, Abu Ubaidah dan Amr bin al-As masing-masing di sayap kanan dan kiri sementara Dirar bin al-Azwar memimpin pasukan berkuda.
Angkatan bersenjata ini berangkat semua menyeberangi Sungai Yarmuk di Umm Qais di dekat sebuah muara di Yordania, yang selanjutnya menyeberangi Lembah Gor, kemudian bermarkas di Fihl, berhadap-hadapan dengan pasukan Romawi di Baisan.
Tatkala sudah tak dapat melampaui tanah berlumpur para komandan itu berunding. Mereka melaporkan kepada Khalifah Umar mengenai keadaan itu dan menunggu jawabannya.
Bahan makanan yang tinggal sedikit tidak membuat mereka cepat-cepat berpindah tempat. Tanah subur yang mereka peroleh lebih baik daripada yang diperoleh pasukan Romawi, karena dengan kesuburan yang ada di sekitar mereka memungkinkan mereka membuat bahan-bahan makanan dan kehidupan mereka lebih makmur.
Pasukan Romawi yang berada di depannya terdiri atas 80.000 orang dengan nafsu besar ingin menghancurkan pihak yang telah mengalahkan angkatan bersenjata mereka di Yarmuk dulu dan kemudian merebut Damsyik.
Baca juga: Mutiara Wasiat Abu Ubaidah Jelang Kematiannya karena Wabah Tha'un
Tatkala pasukan Muslimin bertahan di Fihl Siqlar bin Mikhraq, komandan angkatan bersenjata yang besar di bawah Fleraklius, memutuskan untuk menyergap pasukan muslim duluan sebelum mereka diserang. Untuk itu pasukan perintisnya ditugaskan mencarikan tempat untuk angkatan bersenjatanya di tanah sekitarnya.
Dia sendiri bersama Khalid bin Walid dan angkatan bersenjatanya melangkah maju ke Fihl dan Lembah Baisan. Tanah yang sudah mulai kering itu memungkinkan pasukannya menghadapi pertempuran lagi.
Pada saat itu Khalifah Abu Bakar sudah menyerahkan Yordania ke tangan Syurahbil bin Hasanah, Hims kepada Abu Ubaidah, Balqa' kepada Yazid bin Abi Sufyan dan Arabat kepada Amr bin al-As.
Komando di lapangan kepada pihak yang mengalami pertempuran di bawah pimpinannya. Perintah ini oleh Khalifah Umar tidak diubah. Dengan demikian komando pasukan Muslimin yang berada di Fihl tetap di tangan Syurahbil, dan yang sebagian masih tinggal di sana sebelum Damsyik dikepung di bawah Abul-A'war as-Sulami, dan yang datang sesudah pengepungan Damsyik di bawah Abu Ubaidah.
Baca juga: Nasehat Abu Ubaidah bin Jarrah tentang Barometer Kemuliaan Seorang
Syurahbil mengirim Abul-A'war dengan brigadenya ke Tabariah (Tiberias) untuk mengadakan pengepungan. Khalid bin Walid memimpin barisan depan, Abu Ubaidah dan Amr bin al-As masing-masing di sayap kanan dan kiri sementara Dirar bin al-Azwar memimpin pasukan berkuda.
Angkatan bersenjata ini berangkat semua menyeberangi Sungai Yarmuk di Umm Qais di dekat sebuah muara di Yordania, yang selanjutnya menyeberangi Lembah Gor, kemudian bermarkas di Fihl, berhadap-hadapan dengan pasukan Romawi di Baisan.
Tatkala sudah tak dapat melampaui tanah berlumpur para komandan itu berunding. Mereka melaporkan kepada Khalifah Umar mengenai keadaan itu dan menunggu jawabannya.
Bahan makanan yang tinggal sedikit tidak membuat mereka cepat-cepat berpindah tempat. Tanah subur yang mereka peroleh lebih baik daripada yang diperoleh pasukan Romawi, karena dengan kesuburan yang ada di sekitar mereka memungkinkan mereka membuat bahan-bahan makanan dan kehidupan mereka lebih makmur.
Pasukan Romawi yang berada di depannya terdiri atas 80.000 orang dengan nafsu besar ingin menghancurkan pihak yang telah mengalahkan angkatan bersenjata mereka di Yarmuk dulu dan kemudian merebut Damsyik.
Baca juga: Mutiara Wasiat Abu Ubaidah Jelang Kematiannya karena Wabah Tha'un
Tatkala pasukan Muslimin bertahan di Fihl Siqlar bin Mikhraq, komandan angkatan bersenjata yang besar di bawah Fleraklius, memutuskan untuk menyergap pasukan muslim duluan sebelum mereka diserang. Untuk itu pasukan perintisnya ditugaskan mencarikan tempat untuk angkatan bersenjatanya di tanah sekitarnya.
Lihat Juga :