Asiya, Ratu dalam Pasungan yang Diperlihatkan Rumahnya di Surga
Rabu, 07 Oktober 2020 - 09:37 WIB
loading...
A
A
A
Hadis ini memberitahukan bahwa Malaikat menaungi wanita salehah ini manakala tentara-tentara Fir'aun yang menyiksanya meninggalkannya. Sebagaimana hadis ini juga menyampaikan bahwa Allah menampakkan untuknya rumahnya di Surga sementara dia sedang disiksa.
Baca juga: Pengamat Nilai Dukungan Gatot ke Buruh karena Kepentingan Politik
Wanita ini telah membuktikan kepada Fir'aun akan kehinaan dan kenistaannya. Dia beriman kepada Allah sebagai Tuhan dan mengingkari ketuhanan dan rububiyah Fir'aun. Jika Fir'aun adalah Tuhan seperti yang dia klaim, maka istrinya tidak mungkin membelot dan niscaya Fir'aun mampu mengembalikannya kepada keimanan. Namun, dia memilih berpisah dengan suaminya untuk kembali kepada Tuhan yang diimaninya.
Baca juga: Presidential Threshold Dihapus, Gatot Nurmantyo dan Moeldoko Bisa Nyapres
Syaikh Umar mengatakan dari hadis tentang kisah Ratu Mesir ini bisa diambil pelajaran bahwa:
1. Pengaruh iman yang benar dalam menghadapi siksaan dan hinaan yang ditimpakan oleh orang-orang yang zalim di atas kepala orang-orang mukmin, sampai-sampai seorang wanita yang lemah lembut yang hidup dalam kenikmatan sanggup bersabar menerima azab demi mendapatkan ridha, rahmat dan Surga Allah.
2. Sejauh mana kebencian pengikut kekufuran terhadap pengikut iman. Fir'aun tidak mempedulikan hak suami istri bagi istri yang hidup bersamanya. Dia
menyiksa istrinya dengan siksa-siksa yang berat dan tidak mempedulikan kelemahannya.
3. Penjagaan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman manakala mereka tertimpa musibah. Allah mengutus Malaikat kepada Asiya istri Fir'aun untuk memayunginya sementara dia terpasung. Dan Allah menampakkan kepadanya rumah yang disediakan untuknya di Surga. Hal itu agar meneguhkannya di atas iman.
4. Sebagian hamba Allah memilih nikmat akhirat di atas nikmat dunia, walaupun dia telah meraih dunia di tempat yang tertinggi. Istri Fir'aun adalah wanita nomor satu di istana Fir'aun.
5. Besarnya kebijaksanaan Allah. Jika Dia berkehendak, niscaya Dia menyelamatkan Asiya dari ujiannya dan memusnahkan Fir'aun dan anak buahnya. Akan tetapi, Allah Maha Bijaksana, Dia menunda dan tidak lalai.
Baca juga: Pengamat Nilai Dukungan Gatot ke Buruh karena Kepentingan Politik
Wanita ini telah membuktikan kepada Fir'aun akan kehinaan dan kenistaannya. Dia beriman kepada Allah sebagai Tuhan dan mengingkari ketuhanan dan rububiyah Fir'aun. Jika Fir'aun adalah Tuhan seperti yang dia klaim, maka istrinya tidak mungkin membelot dan niscaya Fir'aun mampu mengembalikannya kepada keimanan. Namun, dia memilih berpisah dengan suaminya untuk kembali kepada Tuhan yang diimaninya.
Baca juga: Presidential Threshold Dihapus, Gatot Nurmantyo dan Moeldoko Bisa Nyapres
Syaikh Umar mengatakan dari hadis tentang kisah Ratu Mesir ini bisa diambil pelajaran bahwa:
1. Pengaruh iman yang benar dalam menghadapi siksaan dan hinaan yang ditimpakan oleh orang-orang yang zalim di atas kepala orang-orang mukmin, sampai-sampai seorang wanita yang lemah lembut yang hidup dalam kenikmatan sanggup bersabar menerima azab demi mendapatkan ridha, rahmat dan Surga Allah.
2. Sejauh mana kebencian pengikut kekufuran terhadap pengikut iman. Fir'aun tidak mempedulikan hak suami istri bagi istri yang hidup bersamanya. Dia
menyiksa istrinya dengan siksa-siksa yang berat dan tidak mempedulikan kelemahannya.
3. Penjagaan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman manakala mereka tertimpa musibah. Allah mengutus Malaikat kepada Asiya istri Fir'aun untuk memayunginya sementara dia terpasung. Dan Allah menampakkan kepadanya rumah yang disediakan untuknya di Surga. Hal itu agar meneguhkannya di atas iman.
4. Sebagian hamba Allah memilih nikmat akhirat di atas nikmat dunia, walaupun dia telah meraih dunia di tempat yang tertinggi. Istri Fir'aun adalah wanita nomor satu di istana Fir'aun.
5. Besarnya kebijaksanaan Allah. Jika Dia berkehendak, niscaya Dia menyelamatkan Asiya dari ujiannya dan memusnahkan Fir'aun dan anak buahnya. Akan tetapi, Allah Maha Bijaksana, Dia menunda dan tidak lalai.
(mhy)
Lihat Juga :