Sejarah Perjalanan Ilmu Hadis (Bagian 1)
Kamis, 15 Oktober 2020 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Terjadi masalah jika seorang apoteker merasa tidak butuh dokter, bahkan malah buka prakter kedokteran sendiri di apoteknya. Dikotomi muhaddits dan faqih menjadi negatif jika salah satu dari keduanya merasa tidak butuh dengan yang lain.
"Kita dapati saat ini ada yang berkata, seorang Faqih itu haruslah seorang muhaddits, tetapi muhaddits tidak harus seorang faqih. Karena seorang muhaddits itu otomatis pasti seorang faqih". Muhaddits-muhaddits saat ini (atau yang digelari muhaddits oleh murid-muridnya) beranggapan sinis terhadap fiqih Islam , ulama-ulama fiqih dan madzhab-madzhab fiqih," jelas Ustaz Hanif.
Merasa sudah mengikuti hadis maka berlepas diri dari pemahaman ulama fiqih dan madzhab ulama terdahulu, dengan membuat madzhab ahli hadits . Dari sinilah pentingnya kita belajar kembali sejarah ulum al-hadits dan tokoh-tokohnya dari ulama terdahulu.
Hal itu untuk menegaskan kembali bahwa justru berkembangnya ulum al-hadits itu berada di tangan ulama , yang mana kebanyakan ulama itu juga mengikuti salah satu madzhab dalam fiqihnya .
Al-Imam ad-Dzahabi (wafat 748 H) meninyindir Ahli Hadits di zamannya, beliau berkata:
وكم من رجل مشهور بالفقه والرأي في الزمن القديم أفضل في الحديث من المتأخرين، وكم من رجل من متكلمي القدماء أعرف بالأثر من سنية زماننا
"Banyak dari ulama yang terkenal dalam bidang fiqih dan ra'yu di zaman terdahulu, mereka lebih utama dalam hadits daripada ulama saat ini. Banyak dari ulama yang terkenal ahli ilmu kalam zaman terdahulu, mereka lebih banyak pengetahuannya tentang hadis daripada orang yang mengaku mengikuti sunnah zaman kita ini."
Itu ahli hadits abad ke-8 Hijriyyah pada masa Imam ad-Dzahabi. Bagaimana dengan ahli hadit s era maktabah syamilah? (Baca Juga: Luar Biasa Imam Al-Bukhari Punya 1.080 Guru, Semuanya Ahli Hadis)
(Bersambung!)
"Kita dapati saat ini ada yang berkata, seorang Faqih itu haruslah seorang muhaddits, tetapi muhaddits tidak harus seorang faqih. Karena seorang muhaddits itu otomatis pasti seorang faqih". Muhaddits-muhaddits saat ini (atau yang digelari muhaddits oleh murid-muridnya) beranggapan sinis terhadap fiqih Islam , ulama-ulama fiqih dan madzhab-madzhab fiqih," jelas Ustaz Hanif.
Merasa sudah mengikuti hadis maka berlepas diri dari pemahaman ulama fiqih dan madzhab ulama terdahulu, dengan membuat madzhab ahli hadits . Dari sinilah pentingnya kita belajar kembali sejarah ulum al-hadits dan tokoh-tokohnya dari ulama terdahulu.
Hal itu untuk menegaskan kembali bahwa justru berkembangnya ulum al-hadits itu berada di tangan ulama , yang mana kebanyakan ulama itu juga mengikuti salah satu madzhab dalam fiqihnya .
Al-Imam ad-Dzahabi (wafat 748 H) meninyindir Ahli Hadits di zamannya, beliau berkata:
وكم من رجل مشهور بالفقه والرأي في الزمن القديم أفضل في الحديث من المتأخرين، وكم من رجل من متكلمي القدماء أعرف بالأثر من سنية زماننا
"Banyak dari ulama yang terkenal dalam bidang fiqih dan ra'yu di zaman terdahulu, mereka lebih utama dalam hadits daripada ulama saat ini. Banyak dari ulama yang terkenal ahli ilmu kalam zaman terdahulu, mereka lebih banyak pengetahuannya tentang hadis daripada orang yang mengaku mengikuti sunnah zaman kita ini."
Itu ahli hadits abad ke-8 Hijriyyah pada masa Imam ad-Dzahabi. Bagaimana dengan ahli hadit s era maktabah syamilah? (Baca Juga: Luar Biasa Imam Al-Bukhari Punya 1.080 Guru, Semuanya Ahli Hadis)
(Bersambung!)
(rhs)
Lihat Juga :