Luar Biasa Imam Al-Bukhari Punya 1.080 Guru, Semuanya Ahli Hadis

loading...
Luar Biasa Imam Al-Bukhari Punya 1.080 Guru, Semuanya Ahli Hadis
inilah makam sang ulama ahli Hadis, Imam Al-Bukhari (Muhammad bin Ismail) di Desa Khartank yang berdekatan dengan Samarkand, sekarang lebih dikenal dengan Uzbekistan. Foto/Ist
Dibalik kecerdasan Imam Al-Bukhari (194-256 Hijriah) ternyata ada sosok guru-guru yang hebat. Selain dikaruniai ingatan kuat dan didikan ibu yang penyayang, Imam Al-Bukhari memiliki banyak guru yang mendukungnya dalam mengumpulkan Hadis Nabi صلى الله عليه وسلم.

Ulama ahli hadis bernama Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Barduzbah Al-Ju’fi Al-Bukhari lahir di Kota Bukhara, Uzbekistan. Beliau hafal 100.000 hadis shahih sanad dan matannya. Selain itu hafal 200.000 hadits tidak shahih sanad dan matannya.(Baca Juga: Keistimewaan Imam Al-Bukhari, 400-an Ulama Hadis Pernah Menguji Beliau)

Siapa saja sosok guru Imam Al-Bukhari? Ustaz Hanif Luthfi Lc MA (pengajar Rumah Fiqih Indonesia) mengulasnya dalam bukunya "Biografi Imam Bukhari". Disebutkan, Imam Al-Bukhari belajar dan mengambil hadits dari sejumlah ulama dari berbagai daerah. Guru beliau di Makkah adalah Abu al-Walid Ahmad bin Muhammad al-Azraqi; Abdullah bin Yazid al-Muqri; Ismail bin Salim al-Shaigh; dan Abu Bakar al-Humaidi Abdullah bin al-Zubair al-Qurasyi.

Di Madinah, beliau berguru pada Ibrahim bin alMundzir al-Hazami; Mutharrif bin Abdullah bin Hamzah; Abu Tsabit Muhammad bin Abdillah; Abdul Aziz bin Abdillah dan Yahya bin Qaz'ah. Di Baghdad, di antaranya berguru kepada Muhammad bin Isa al-Thiba'i; Muhammad bin Sabiq; Suraih dan Ahmad bin Hambal dan lain-lain.



(Baca Juga: Syekh Ali Jaber Isi Kajian di Malang, Aparat Siapkan Pengawalan Berlapis)

Muhammad bin Ismail ke Baghdad hampir 8 kali. Setiap itu pasti berguru kepada Ahmad bin Hanbal. Ahmad bin Hanbal lahir tahun 164 H, artinya selisih 30-an tahun dengan Imam Al-Bukhari. Dan masih banyak lagi guru-guru Imam Bukharidi berbagai kota, seperti Bashrah, Kufah, Mesir, Bukhara, dan kota-kota lainnya. Karena itu, Imam al-Hakim menyebutkan bahwa Imam Bukhari setiap kali singgah di sebuah kota menyempatkan belajar kepada guru-guru yang ada di kota tersebut. Dalam perjalanannya berbagai negeri, Imam Bukhari bertemu dengan guru-guru terkemuka yang dapat dipercaya. Beliau mengatakan: "Aku menulis hadis dari 1.080 guru, yang semuanya adalah ahli hadis dan berpendirian bahwa iman itu adalah ucapan dan perbuatan".

Di antara guru itu adalah Ali bin Madini; Ahmad bin Hambal; Yahya bin Ma’in; Muhammad bin Yusuf Al-Firyabi; Maki bin Ibrahim Al-Balkhi; Muhammad bin Yusuf Al-Baykandi dan Ibnu Rahawaih. Jumlah guru yang hadisnya diriwayatkan dalam kitab shahihnya sebanyak 289 guru. (Baca Juga: Inilah Rahasia Kesabaran Imam Bukhari)



Guru Imam Al-Bukhari Dikelompokkan Menjadi 5 Tingkatan
Menurut Al-Hafizh, guru-guru Al-Bukhari terklasifikasi menjadi 5 (tingkatan), yaitu:
Luar Biasa Imam Al-Bukhari Punya 1.080 Guru, Semuanya Ahli Hadis

1. Orang yang Menerima Hadis dari Tabi’in.
Mereka yang termasuk dalam kelas ini antara lain: Muhammad bin Abdillah Al-Ansyari yang memperoleh hadis dari Humaid; Makki bin Ibrahim dari Yazid bin Abi Ubaid; Abu Ashim An-Nabil dari Yazid bin Abi Ubaid; Ubaidilah bin Musa dari Ismail bin Abi Khalid; Abu Nua’im dari Al-A’masy; Khallad bin Yahya dari Isa bin Thuhman; dan Ayyasy dan Isham bin Khalid yang meriwayatkan hadist dari Huraiz bin Utsman. Secara singkat, guru-guru mereka adalah Tabi’in.
halaman ke-1 dari 2
cover top ayah
وَاعۡلَمُوۡۤا اَنَّمَاۤ اَمۡوَالُكُمۡ وَاَوۡلَادُكُمۡ فِتۡنَةٌ  ۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ عِنۡدَهٗۤ اَجۡرٌ عَظِيۡمٌ
Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.

(QS. Al-Anfal:28)
cover bottom ayah
preload video