Awal Mula Penulisan Kitab Ilmu Musthalah Hadits

loading...
Awal Mula Penulisan Kitab Ilmu Musthalah Hadits
Para ulama mulai menuliskan ilmu musthalah hadits pada pertengahan abad ke-4 Hijriyyah. Foto ilustrasi/Ist
Ilmu Musthalah Hadits adalah ilmu yang mengkaji tentang kaidah-kaidah terkait sanad (silsilah) dan matan (redaksi) sebuah hadis. Para ulama mulai menuliskan ilmu musthalah hadits pada pertengahan abad ke-4 Hijriyah, dimana masa pengumpulan hadits dalam satu kitab hampir sudah tidak ada lagi.

Hal ini dikatakan Ustaz Hanif Luthfi Lc MA (pengajar Rumah Fiqih Indonesia) dalam satu catatannya yang dilansir dari rumahfiqih. Kata Ustaz Hanif, orang yang pertama menulis hal itu adalah al-Qadhi Abu Muhamad Hasan bin Abdurrahman bin Khalad ar-Ramahurmuzi (wafat 360 H) dalam Kitab al-Muhaddits al-Fashil Baina ar-Rawi wa al-Wa'i. Beliau menuliskan tentang adab-adab seorang rawi hadits, apa saja yang harus dikuasai oleh seorang muhaddits, cara-cara tahammul dan ada suatu hadits.

"Hanya saja kitab beliau masih sederhana karena hanya berbicara tentang apa saja yang berhubungan dengan rawi saja," terangnya. [Baca Juga: Sejarah Perjalanan Ilmu Hadis (Bagian 2)]

Ulama selanjutnya yang menulis ilmu mushtalah hadits adalah Imam Abu Abdillah Muhammad bin Abdurrahman al-Hakim an-Naisaburi (wafat 405 H). Beliau menulis kitab yang berjudul Ma’rifat Ulum al-Hadits. Imam al-Hakim mengumpulkan paling tidak 52 bab ulum al-hadits. Kitab Imam al-Hakim ini sudah cukup sempurna dibanding kitab-kitab terdahulunya.



Adapun ulama yang cukup komplet menulis ilmu musthalah hadits adalah Imam al-Khatib al-Baghdadi Abu Bakar Ahmad bin Ali bin Tsabit as-Syafi’i (wafat 463 H). Beliau menulis beberapa kitab tentang ilmu musthalah hadits. Diantara kitab itu adalah al-Kifayah fi Ilmi ar-Riwayah, al-Jami’ li Akhlaq ar-Rawi wa Adab as-Sami’, ar-Rihlah fi Thalab al-Hadits, Taqyid al-Ilmi, al-Mazid fi Muttashil al-Asanid. (Baca Juga: Imam Syafi'i, Meramu Pendapat Fikih Imam Malik dan Imam Abu Hanifah)

Maka tak heran banyak ulama setelahnya mengambil banyak faedah dari kitab-kitab al-Khatib al-Baghdadi as-Syafi’i tersebut. Imam Abu Bakr Muhammad bin Nuqthah (wafat 629 H) mengatakan:

ولا شبهة عند كل لبيب أن المتأخرين من أصحاب الحديث عيال علي أبي بكر الخطيب



"Tidak bisa dipungkiri, ulama ahli hadits saat ini semuanya merujuk kepada Ali Abu Bakar al-Khatib".

Ulama selanjutnya yang menulis mushtalah hadits adalah al-Qadhi Iyadh bin Musa al-Yahshabi al-Maliki (wafat 544 H). beliau menulis kitabal-Ilma’ ila Ma’rifat Ushul ar-Riwayah wa Taqyid as-Sama’. Di kitab ini beliau berbicara banyak tentang kaedah-kaedah meriwayatkan hadits dan cara tahammul dan ada' hadits. [Baca Juga: Sejarah Perjalanan Ilmu Hadis (Bagian 1)]

Wallahu A'lam
(rhs)
cover top ayah
وَلَا تَسُبُّوا الَّذِيۡنَ يَدۡعُوۡنَ مِنۡ دُوۡنِ اللّٰهِ فَيَسُبُّوا اللّٰهَ عَدۡوًاۢ بِغَيۡرِ عِلۡمٍ ‌ؕ كَذٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ اُمَّةٍ عَمَلَهُمۡ ۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمۡ مَّرۡجِعُهُمۡ فَيُنَبِّئُهُمۡ بِمَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ
Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.

(QS. Al-An’am:108)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video