Kisah Sayyidah Fathimah dan Asal-usul Keranda Mayat
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
"Semoga Allah menutup auratmu sebagaimana engkau telah berusaha untuk menutup auratku."
"Betapa indahnya buatanmu ini, sehingga wanita yang meninggal bisa dibedakan dengan lelaki yang meninggal. Jika aku mati, maka mandikanlah diriku bersama Ali" (HR. Abu Nu'aim Al-Asbahani pada Hilyah Al-Aulia 2/43)
Subhanallah, Sayyidah Fatimah malu padahal nantinya hanyalah seorang yang sudah wafat dan itupun sudah benar-benar tertutup dan terbungkus dengan 5 kain kafan. (Baca Juga: Belajar Membuka Pintu Surga dari Sayyidina Ali dan Sayyidah Fatimah )
Apalagi yang akan terlihat? Sayyidah Fathimah tidaklah mencurahkan isi hatinya ketika di pasar atau sebuah taman,
namun beliau mencurahkan isi hatinya ketika beliau diambang kematian.
Sayyidah Fathimah malu ketika beliau sudah wafat, maka bagaimana dengan wanita yang masih hidup tidak memiliki rasa malu? Seandainya Fathimah melewati sebuah pasar yang ada di zaman sekarang ini dan beliau melihat para wanita zaman sekarang, maka apa yang akan Beliau katakan?
Tidak dipungkiri, wanita saat ini tak sedikit yang berani melepaskan hijabnya, bahkan menggunakan pakaian sempit lagi minim. Wanita saat ini sudah hilang rasa malunya, mereka berani memperindah dan menampilkan keindahan tubuhnya sehingga mengundang syahwat laki-laki. Semoga Allah Ta'ala memberi hidayah kepada kita.
Apa yang membuat Sayyidah Fathimah sampai pada keududukan tinggi seperti ini? Ini karena sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang ada pada diri Fathimah .
"Rasa malu tidak akan mendatangkan kecuali kebaikan" (HR. Al-Bukhari)
Semenjak itu, akhirnya umat Islam di seluruh dunia pun meniru hal yang sama pada jenazah Sayyidah Fatimah . Jenazah diletakkan di atas keranda untuk dibawa ke pemakaman. Subhanallah, kita patut berutang jasa kepada Sayyidah Fathimah yang memuliakan jenazah khusunya kaum perempuan. (Baca Juga: Kenapa Fathimah Tak Pernah Meriwayatkan Hadis? Ternyata Ini Sebabnya )
Sumber:
1. Sirah Nabawiyah
2. Hilyah Al-Aulia
Wallahu A'lam
"Betapa indahnya buatanmu ini, sehingga wanita yang meninggal bisa dibedakan dengan lelaki yang meninggal. Jika aku mati, maka mandikanlah diriku bersama Ali" (HR. Abu Nu'aim Al-Asbahani pada Hilyah Al-Aulia 2/43)
Subhanallah, Sayyidah Fatimah malu padahal nantinya hanyalah seorang yang sudah wafat dan itupun sudah benar-benar tertutup dan terbungkus dengan 5 kain kafan. (Baca Juga: Belajar Membuka Pintu Surga dari Sayyidina Ali dan Sayyidah Fatimah )
Apalagi yang akan terlihat? Sayyidah Fathimah tidaklah mencurahkan isi hatinya ketika di pasar atau sebuah taman,
namun beliau mencurahkan isi hatinya ketika beliau diambang kematian.
Sayyidah Fathimah malu ketika beliau sudah wafat, maka bagaimana dengan wanita yang masih hidup tidak memiliki rasa malu? Seandainya Fathimah melewati sebuah pasar yang ada di zaman sekarang ini dan beliau melihat para wanita zaman sekarang, maka apa yang akan Beliau katakan?
Tidak dipungkiri, wanita saat ini tak sedikit yang berani melepaskan hijabnya, bahkan menggunakan pakaian sempit lagi minim. Wanita saat ini sudah hilang rasa malunya, mereka berani memperindah dan menampilkan keindahan tubuhnya sehingga mengundang syahwat laki-laki. Semoga Allah Ta'ala memberi hidayah kepada kita.
Apa yang membuat Sayyidah Fathimah sampai pada keududukan tinggi seperti ini? Ini karena sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang ada pada diri Fathimah .
الحَيَاءُ لاَ يَأْتِي إِلَّا بِخَيْرٍ
"Rasa malu tidak akan mendatangkan kecuali kebaikan" (HR. Al-Bukhari)
Semenjak itu, akhirnya umat Islam di seluruh dunia pun meniru hal yang sama pada jenazah Sayyidah Fatimah . Jenazah diletakkan di atas keranda untuk dibawa ke pemakaman. Subhanallah, kita patut berutang jasa kepada Sayyidah Fathimah yang memuliakan jenazah khusunya kaum perempuan. (Baca Juga: Kenapa Fathimah Tak Pernah Meriwayatkan Hadis? Ternyata Ini Sebabnya )
Sumber:
1. Sirah Nabawiyah
2. Hilyah Al-Aulia
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :