Inilah Hukum Menamai Anak dengan Nama-nama Malaikat

loading...
Inilah Hukum Menamai Anak dengan Nama-nama Malaikat
Meskipun pendapat jumhur membolehkan memberi nama buah hati dengan nama malaikat, namun akan lebih utama jika memberi nama dengan nama Abdullah, Abdurrahman, Muhammad, Ahmad, dan semisalnya sebagaimana yang dianjurkan Rasulullah. Foto ilustrasi/ist.
Memberi nama anak yang baru lahir dengan nama-nama yang baik dan menjadi doa tentu menjadi 'pekerjaan' tersendiri bagi setiap orang tua yang memiliki buah hati barunya. Buah hati yang kelak akan meneruskan perjuangan orang tuanya.
Namun, semangat untuk memilih nama yang baik dan indah, terkadang membuat masyarakat muslim non-arab kurang berhati-hati, terutama untuk memilihkan nama-nama yang berasal dari kata-kata Arab atau Al-Qur'an sebagai nama yang Islami.

(Baca juga :Memotong Kuku dan Rambut Saat Haid, Bolehkah Dilakukan?)

Maksud hati ingin memilih nama yang baik dan indah, ternyata pilihannya keliru lantaran tidak paham dengan bahasa arab. Padahal nama sudah terlanjur tercatat dalam akta kelahiran. Salah satunya, ketika ingin menyematkan nama malaikat sebagai nama anak. Bagaimana pula hukumnya memberi nama anak dengan nama-nama malaikat ini?

Ada sedikit perbedaan pendapat di kalangan para ulama fikih terkait hal itu. Namun, jumhur ulama fikih sepakat, boleh memberi nama buah hati dengan nama malaikat. Jibril, Mikail, dan sebagainya.



(Baca juga :Sikap-sikap Manusia yang Membuat Harta Menjadi Tercela)

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya "Fiqih Bayi" menuliskan, Asyhub berkata, Imam Malik pernah ditanya tentang pemberian nama Jibril. Dia tidak menyukainya dan tidak tertarik dengan nama itu. Al-Qadhi Iyadh berkata, "Ada sebagian ulama yang tidak menyukai pemberian nama dengan nama para malaikat. Itu adalah perkataan al-Harits bin Miskin. Dia berkata, Imam Malik tidak menyukai pemberian nama Jibril dan Yasin, sedangkan selain dia memperbolehkannya."

(Baca juga :Perempuan-Perempuan Pemegang Bara Api)



Sedangkan Imam an-Nawawi dalam kitabnya 'Al-Majmu' menjelaskan, mazhab kami dan mazhab jumhur menyatakan atas bolehnya memberi nama dengan nama para Nabi dan para malaikat shalawatullahi wa salamuhu ‘alaihim. Tidak ada yang berbeda pendapat kecuali sebuah riwayat dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu bahwasannya beliau melarang memberi nama dengan nama para nabi.
halaman ke-1 dari 2
cover top ayah
وَاٰخَرُوۡنَ مُرۡجَوۡنَ لِاَمۡرِ اللّٰهِ اِمَّا يُعَذِّبُهُمۡ وَاِمَّا يَتُوۡبُ عَلَيۡهِمۡ‌ؕ وَاللّٰهُ عَلِيۡمٌ حَكِيۡمٌ
Dan ada pula orang-orang yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah. Mungkin Allah akan mengazab mereka atau mungkin Allah akan menerima tobat mereka. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

(QS. At-Taubah:106)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video