Bersifat Lemah Lembut Ciri Pengikut Rasulullah
Jum'at, 30 Oktober 2020 - 10:45 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Inilah Perkara-perkara yang Membinasakan Manusia )
Kita tahu bagaimana kerasnya Umar sebelum masuk Islam. Setelah masuk Islam, kita tahu bagaimana kelembutan Umar. Umar bisa menangis ketika mendengar ayat-ayat Allah. Padahal dahulu beliau adalah orang yang keras. Islam mengubah Umar. Demikian pula sahabat-sahabat yang lain. Islam mengubah hidup, prilaku dan perangai mereka. Dari kasar menjadi lemah-lembut.
Lemah-lembut juga merupakan kunci untuk melunakkan hati. Baik hati kita sendiri maupun hati orang lain. Manusia akan tersentuh dengan kelemahlembutan dan mereka akan lari dengan kekasaran. Siapa saja tidak akan suka dengan prilaku yang kasar.
(Baca juga : Masuk Bursa Capres 2024, Ridwan Kamil Hadapi Sejumlah Tantangan Ini )
Ciri Pengikut Rasulullah
Lemah lembut juga sifat yang terpuji di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya, bahkan di hadapan seluruh manusia. Fitrah manusia mencintai kelembutan sebagai wujud kasih sayang. Oleh karena itu, Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
فَبِمَا رَحۡمَةٖ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَۖ
“Maka dengan rahmat Allah-lah engkau menjadi lembut terhadap mereka dan jika engkau keras hati niscaya mereka akan lari dari sisimu.” (QS Ali ‘Imran: 159)
(Baca juga : Yuk Cek Lagi Besaran UMP 2021 di 34 Provinsi )
As-Sa’di rahimahullah dalam tafsirnya mengatakan, “Dengan rahmat Allah subhanahu wa ta’ala yang diberikan kepadamu dan kepada para sahabatmu, engkau dapat bersikap lemah lembut terhadap mereka, merendah di hadapan mereka, menyayangi mereka, serta kebagusan akhlakmu terhadap mereka. Sehingga mereka mau berkumpul di sisimu, mencintaimu, dan melaksanakan segala apa yang kamu perintahkan. Jika kamu memiliki akhlak yang jelek dan keras niscaya mereka akan menjauhimu, karena yang demikian itu akan menyebabkan mereka lari dan menjadikan mereka murka terhadap orang yang memiliki akhlak yang jelek tersebut.
Kita tahu bagaimana kerasnya Umar sebelum masuk Islam. Setelah masuk Islam, kita tahu bagaimana kelembutan Umar. Umar bisa menangis ketika mendengar ayat-ayat Allah. Padahal dahulu beliau adalah orang yang keras. Islam mengubah Umar. Demikian pula sahabat-sahabat yang lain. Islam mengubah hidup, prilaku dan perangai mereka. Dari kasar menjadi lemah-lembut.
Lemah-lembut juga merupakan kunci untuk melunakkan hati. Baik hati kita sendiri maupun hati orang lain. Manusia akan tersentuh dengan kelemahlembutan dan mereka akan lari dengan kekasaran. Siapa saja tidak akan suka dengan prilaku yang kasar.
(Baca juga : Masuk Bursa Capres 2024, Ridwan Kamil Hadapi Sejumlah Tantangan Ini )
Ciri Pengikut Rasulullah
Lemah lembut juga sifat yang terpuji di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya, bahkan di hadapan seluruh manusia. Fitrah manusia mencintai kelembutan sebagai wujud kasih sayang. Oleh karena itu, Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
فَبِمَا رَحۡمَةٖ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَۖ
“Maka dengan rahmat Allah-lah engkau menjadi lembut terhadap mereka dan jika engkau keras hati niscaya mereka akan lari dari sisimu.” (QS Ali ‘Imran: 159)
(Baca juga : Yuk Cek Lagi Besaran UMP 2021 di 34 Provinsi )
As-Sa’di rahimahullah dalam tafsirnya mengatakan, “Dengan rahmat Allah subhanahu wa ta’ala yang diberikan kepadamu dan kepada para sahabatmu, engkau dapat bersikap lemah lembut terhadap mereka, merendah di hadapan mereka, menyayangi mereka, serta kebagusan akhlakmu terhadap mereka. Sehingga mereka mau berkumpul di sisimu, mencintaimu, dan melaksanakan segala apa yang kamu perintahkan. Jika kamu memiliki akhlak yang jelek dan keras niscaya mereka akan menjauhimu, karena yang demikian itu akan menyebabkan mereka lari dan menjadikan mereka murka terhadap orang yang memiliki akhlak yang jelek tersebut.
Lihat Juga :