Nasehat Abu Nawas kepada Orang yang Punya Rumah Mini
Rabu, 04 November 2020 - 06:42 WIB
loading...
Ilustrasi/matematrik
A
A
A
SUDAH lama Abu Nawas tidak dipanggil ke istana untuk menghadap Baginda . Si Cerdik ini juga sudah lama tidak muncul di warung kopi langganannya. Kawan-kawan Abu Nawas banyak yang merasa kurang bergairah tanpa kehadiran dirinya. Tentu saja keadaan kedai tak semarak karena Abu Nawas si pemicu tawa tidak ada. Kuliah lima berlas menit atau kulimas pagi hari juga libur. (Baca juga: Abu Nawas Jadi Korban Mimpi Baginda, Dendam pun Tak Bisa Dicegah )
Suatu ketika ada seorang laki-laki setengah baya ke kedai kopi menanyakan Abu Nawas. la mengeluh bahwa ia tidak menemukan jalan keluar dari masalah pelik yang dihadapi.
Salah seorang teman Abu Nawas ingin mencoba menolong. "Cobalah utarakan kesulitanmu kepadaku barang-kali aku bisa membantu," kata kawan Abu Nawas.
"Baiklah. Aku mempunyai rumah yang amat sempit. Sedangkan aku tinggal bersama istri dan kedelapan anak-anakku. Rumah itu kami rasakan terlalu sempit sehingga kami tidak merasa bahagia," kata orang itu membeberkan
kesulitannya. (Baca juga: Santri-Santri Demo Anarkis di Malam Hari, Abu Nawas Jadi Provokator )
Kawan Abu Nawas tidak mampu memberikan jalan keluar, juga yang lainnya. Sehingga mereka menyarankan agar orang itu pergi menemui Abu Nawas di rumahnya saja.
Orang itu pun pergi ke rumah Abu Nawas. Dan kebetulan Abu Nawas sedang mengaji. Setelah mengutarakan kesulitan yang sedang dialami, Abu Nawas bertanya kepada orang itu.
"Punyakah engkau seekor domba?"
"Tidak, tetapi aku mampu membelinya," jawab orang itu.
"Kalau begitu belilah seekor dan tempatkan domba itu di dalam rumahmu," Abu Nawas menyarankan.
Orang itu tidak membantah. la langsung membeli seekor domba seperti yang disarankan Abu Nawas.
Beberapa hari kemudian orang itu datang lagi menemui Abu Nawas. "Wahai Abu Nawas, aku telah melaksanakan saranmu, tetapi rumahku bertambah sesak. Aku dan keluargaku merasa segala sesuatu menjadi lebih buruk dibandingkan sebelum tinggal bersama domba," kata orang itu mengeluh. (Baca juga: Ditawari Jadi Menteri Oleh Baginda, Abu Nawas Malah Konsultasi dengan Burung )
"Kalau begitu belilah lagi beberapa ekor unggas dan tempatkan juga mereka di dalam rumahmu," saran Abu Nawas.
Suatu ketika ada seorang laki-laki setengah baya ke kedai kopi menanyakan Abu Nawas. la mengeluh bahwa ia tidak menemukan jalan keluar dari masalah pelik yang dihadapi.
Salah seorang teman Abu Nawas ingin mencoba menolong. "Cobalah utarakan kesulitanmu kepadaku barang-kali aku bisa membantu," kata kawan Abu Nawas.
"Baiklah. Aku mempunyai rumah yang amat sempit. Sedangkan aku tinggal bersama istri dan kedelapan anak-anakku. Rumah itu kami rasakan terlalu sempit sehingga kami tidak merasa bahagia," kata orang itu membeberkan
kesulitannya. (Baca juga: Santri-Santri Demo Anarkis di Malam Hari, Abu Nawas Jadi Provokator )
Kawan Abu Nawas tidak mampu memberikan jalan keluar, juga yang lainnya. Sehingga mereka menyarankan agar orang itu pergi menemui Abu Nawas di rumahnya saja.
Orang itu pun pergi ke rumah Abu Nawas. Dan kebetulan Abu Nawas sedang mengaji. Setelah mengutarakan kesulitan yang sedang dialami, Abu Nawas bertanya kepada orang itu.
"Punyakah engkau seekor domba?"
"Tidak, tetapi aku mampu membelinya," jawab orang itu.
"Kalau begitu belilah seekor dan tempatkan domba itu di dalam rumahmu," Abu Nawas menyarankan.
Orang itu tidak membantah. la langsung membeli seekor domba seperti yang disarankan Abu Nawas.
Beberapa hari kemudian orang itu datang lagi menemui Abu Nawas. "Wahai Abu Nawas, aku telah melaksanakan saranmu, tetapi rumahku bertambah sesak. Aku dan keluargaku merasa segala sesuatu menjadi lebih buruk dibandingkan sebelum tinggal bersama domba," kata orang itu mengeluh. (Baca juga: Ditawari Jadi Menteri Oleh Baginda, Abu Nawas Malah Konsultasi dengan Burung )
"Kalau begitu belilah lagi beberapa ekor unggas dan tempatkan juga mereka di dalam rumahmu," saran Abu Nawas.
Lihat Juga :