Ketika Khalifah Umar bin Khattab Memimpin Perang dari Jarak Jauh

Rabu, 04 November 2020 - 14:39 WIB
loading...
Ketika Khalifah Umar...
Ilustrasi/Ist
A A A
ZIYAD bin Abi Sufyan kembali dari Madinah ke Mada'in dengan membawa surat dari Khalifah Umar bin Khattab untuk panglima perang muslim Sa’ad bin Abi Waqqash . Surat itu berisi perintah agar pasukan muslim tidak mengejar pasukan Persia di dalam negeri mereka. (Baca juga: Gara-gara Harta Kekayaan, Khalifah Umar bin Khattab Menangis )

Setelah membacanya Sa’ad menganggap kebijakan Amirulmukminin ini penting; sebab ketika ia menulis surat melaporkan kepada Umar tentang berkumpulnya pihak Persia di Jalula dan bala bantuan yang dikirimkan oleh Kaisar Persia Yazdigird kepada mereka dari Hulwan, juga melaporkan bahwa pihak Romawi di Mosul sudah berkumpul di Tikrit di tepi Sungai Tigris ke utara Mada'in, dan bahwa banyak orang Arab Nasrani dari kabilah Iyad, Taglib dan Namir bergabung kepada mereka dan membantu mereka melawan pasukan Muslimin. (Baca juga: Lagi, 100.000 Pasukan Persia Tewas di Jalula, Sisanya Terdesak Lari ke Iran )

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul " Umar bin Khattab " memaparkan Umar menulis kepadanya dengan mengirim Abdullah bin Mu'tam ke Tikrit bersama 5000 orang anggota pasukan. Mereka menuju kota itu dan mengepungnya selama empat puluh hari. Setelah mereka yang mempertahankan kota merasa sudah sangat letih, dengan beberapa kapal pihak Romawi sudah siap melarikan diri dengan membawa segala harta kekayaannya.

Berita itu segera diketahui oleh Ibn Mu'tam. Cepat-cepat ia menghubungi pihak Nasrani, mengajak mereka kepada Islam dan membelanya. Mereka akan mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan umat Islam yang lain. Sesudah mereka menerima baik ajakannya itu, mereka diberi tugas menjaga pintu-pintu kota yang menuju tempat kapal-kapal yang hendak berlayar ke Romawi. (Baca juga: Raja Persia Melarikan Diri, Sa'ad bin Abi Waqqash Duduki Istana )

Kalau mereka keluar dari pintu akan naik ke kapal, kalau mampu membunuh bunuhlah mereka. Pasukan Muslimin kemudian menyerang kota dengan bertakbir yang disambut pula dengan takbir oleh orang-orang Arab pedalaman dari sisi lain. Pasukan Romawi menjadi kacau dan berusaha hendak keluar dari pintu-pintu itu.

Dari depan mereka disambut oleh pedang pasukan Muslimin dan dari belakang oleh pedang orang-orang Arab pedalaman yang sudah menerima Islam, sehingga tak seorang pun dapat lolos dari mereka. Ketika itulah Abdullah bin Mu'tam mengirim Rib'i bin Akfal ke Mosul, sesuai dengan pesan Umar dalam suratnya kepada Sa’ad.

Ibn Akfal cepat-cepat berangkat bersama kabilah-kabilah Iyad, Namir dan Taglib yang sudah menerima Islam. Dua benteng di Nineveh dan Mosul disergap sebelum berita Tikrit sampai ke sana.

Penghuni-penghuni kedua benteng itu sedianya hendak mengadakan perlawanan, tetapi sesudah mengetahui kejadian di Tikrit mereka mau memenuhi seruan damai dan bersedia membayar jizyah. (Baca juga: Kemenangan Muslim, Berakhirnya Kekaisaran Kisra dan Rampasan Perang yang Tak Ternilai )

Rampasan perang Tikrit itu dibagikan dan setiap orang dari pasukan berkuda mendapat tiga ribu dan anggota infanteri seribu dirham.

Berita kekalahan pasukan Romawi di Tikrit dan Mosul ini sampai juga kepada saudara-saudaranya di Syam. Mereka pun sudah mengalami bagaimana kekuatan Khalid bin Walid dan Abu Ubaidah bin Jarrah.Mereka dalam ketakutan jika pasukan Muslimin di Irak sampai ke perbatasan Syam dan menyergap mereka dari belakang, padahal ketika mendapat serangan Khalid dan Abu Ubaidah mereka bertahan sambil mundur ke perbatasan itu.

Sekarang mereka akan terkepung, dan tak ada jalan lain mereka harus angkat tangan dan menyerah. Kepada penduduk al-Jazirah yang berada di bawah kekuasaan Romawi mereka mengirim utusan untuk meminta bantuan melawan pasukan Muslimin yang ada di sana. Semua berita ini sudah sampai kepada Sa’ad ketika Hasyim bin Utbah kembali dari Jalula dengan kemenangan. (Baca juga: Kemenangan Muslim, Berakhirnya Kekaisaran Kisra dan Rampasan Perang yang Tak Ternilai )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Rahasia Keharmonisan...
Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Kisah Umar bin Khattab
Doa Umar bin Khattab...
Doa Umar bin Khattab agar Bisa Meninggal di Tanah Suci
Kisah Runtuhnya Kekaisaran...
Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
Asal-usul Nama Iran:...
Asal-usul Nama Iran: Mengapa Identitas Persia Ditinggalkan?
Raja Yazdigird Terasing...
Raja Yazdigird Terasing : Runtuhnya Kekuasaan Persia di Tangan Khalifah Utsman bin Affan
Karomah Khalid bin Walid,...
Karomah Khalid bin Walid, Si Pedang Allah yang Tak Mempan Diracun
Rekomendasi
ASMC Sebut Akibat El...
ASMC Sebut Akibat El Nino Negara ASEAN Akan Diselimuti Asap Tebal
Kerak Bumi Terdeteksi...
Kerak Bumi Terdeteksi Terus-menerus Menurun, Ini Dampaknya
Robot Ini Ungkap Kisah...
Robot Ini Ungkap Kisah Bangkai Kapal Berusia 600 Tahun di Norwegia
Artikel Terkini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Infografis
AS Tepis Bisa Matikan...
AS Tepis Bisa Matikan Jet Tempur Siluman F-35 dari Jarak Jauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved