Sang Pembela Ummul Mukminin Aisyah dari Kabar Hoaks
Selasa, 10 November 2020 - 18:34 WIB
loading...
A
A
A
Aisyah keheranan. “Jelek sekali ucapanmu! Apakah engkau memaki seseorang yang ikut dalam Perang Badr?” kata ‘Aisyah.
“Apakah engkau tak pernah mendengar ucapannya?” tanya Ummu Mishthah.
“Apa itu?” ‘Aisyah balik bertanya.
(Baca juga : Istana: Gatot Sudah Ambil Undangan untuk Terima Tanda Jasa dan Kehormatan )
Ummu Misthah pun mengabarkan bahwa putranya turut membicarakan berita keji tentang Aisyah. Karenanyalah tanpa sadar ia mengatai jelek anaknya sendiri. Hal itu karena ia mengingkari perbuatan putranya dan selalu membela dan berada di pihak Aisyah. Tetapi hikmahnya, dari Ummu Misthah-lah ‘Aisyah tahu hoaks yang sedang beredar di Madinah saat itu.
Setelah peristiwa itu, kondisi Aisyah ternyata makin buruk. Sakitnya makin parah. Allah pun kemudian menjadi pembela Aisyah yang segera membungkam seluruh penyebar gosip dan tuduhan palsu. Ar Rabb menurunkan ayat yang berisikan pembelaan terhadap Aisyah dalam surah An Nur ayat 22.
(Baca juga : Kemenangan Belum Disahkan, Joe Biden Siapkan Langkah Hukum )
Setelah turun ayat tersebut, Rasulullah pun menetapkan hukum cambuk pada shahabat yang terjatuh dalam kesalahan menyebarkan berita keji tentang Ummul Mukminin. Salah satu dari mereka bukan lain adalah putra Ummu Misthah. Agar Misthah terampuni dosanya, Ummu Misthah pun meridhai putranya dihukum cambuk.
Wallahu A'lam
“Apakah engkau tak pernah mendengar ucapannya?” tanya Ummu Mishthah.
“Apa itu?” ‘Aisyah balik bertanya.
(Baca juga : Istana: Gatot Sudah Ambil Undangan untuk Terima Tanda Jasa dan Kehormatan )
Ummu Misthah pun mengabarkan bahwa putranya turut membicarakan berita keji tentang Aisyah. Karenanyalah tanpa sadar ia mengatai jelek anaknya sendiri. Hal itu karena ia mengingkari perbuatan putranya dan selalu membela dan berada di pihak Aisyah. Tetapi hikmahnya, dari Ummu Misthah-lah ‘Aisyah tahu hoaks yang sedang beredar di Madinah saat itu.
Setelah peristiwa itu, kondisi Aisyah ternyata makin buruk. Sakitnya makin parah. Allah pun kemudian menjadi pembela Aisyah yang segera membungkam seluruh penyebar gosip dan tuduhan palsu. Ar Rabb menurunkan ayat yang berisikan pembelaan terhadap Aisyah dalam surah An Nur ayat 22.
(Baca juga : Kemenangan Belum Disahkan, Joe Biden Siapkan Langkah Hukum )
Setelah turun ayat tersebut, Rasulullah pun menetapkan hukum cambuk pada shahabat yang terjatuh dalam kesalahan menyebarkan berita keji tentang Ummul Mukminin. Salah satu dari mereka bukan lain adalah putra Ummu Misthah. Agar Misthah terampuni dosanya, Ummu Misthah pun meridhai putranya dihukum cambuk.
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :