Hubungan Akrab Nabi Sulaiman dengan Malaikat Izrail
Senin, 11 Mei 2020 - 02:54 WIB
loading...
Aku pernah mendengar juga dari ulama lainnya bahwa binatang-binatang itu tinggal di sana selama satu tahun memakan tongkat Sulaiman hingga akhirnya rapuh dan roboh. Ilustrasi/Ist
A
A
A
KEMATIAN itu sudah pasti terjadi pada makhluk hidup. Pada era Nabi Sulaiman, ada seorang laki-laki yang berusaha menghindar dari kematian. (Baca juga: Saat Kematian Tiba, Daun Sidrat al-Muntaha Tertulis Namamu akan Jatuh kepada Izrail) .
Pada suatu hari, malaikat maut Izrail datang menghadap Nabi Sulaiman bin Dawud ‘alaihis salam. Tiba-tiba Izrail menajamkan pandangan dan mengarahkannya kepada seorang lelaki yang duduk bersama beberapa tamu Nabi Sulaiman. Namun tak lama kemudian Izrail pergi. (Baca juga: Nabi Sulaiman Kepada Ratu Balqis: Jangan Sombong Padaku! )
Laki-laki itu bertanya, "Wahai nabi Allah! Siapa dia?"
"Dia adalah malaikat maut," jawab Nabi Sulaiman.
Laki-laki itu kembali berkata, "Wahai nabi Allah! Tadi aku melihat dia selalu melirik kepadaku. Aku menjadi sangat takut. Jangan-jangan dia hendak mencabut nyawaku. Selamatkan aku dari cengkeramannya."
"Bagaimana caranya agar aku bisa menyelamatkanmu?" tanya sang nabi.
"Anda suruh saja angin untuk membawaku ke negeri India. Mungkin saja dengan begitu dia akan kehilangan jejakku. Dan tidak akan bisa menemukanku," jawab laki-laki itu.
Kemudian Nabi Sulaiman pun memerintahkan angin untuk menghantarkanya sampai ke ujung negeri India dalam waktu sekejap saja.
Saat itu juga angin segera melaksanakan sebagaimana yang diperintahkan oleh sang nabi. Sesampainya di sana, malaikat maut kemudian mencabut nyawa laki-laki itu.
Setelah itu malaikat maut itu kembali menghadap Nabi Sulaiman ‘alaihis salam.
Nabi kemudian bertanya, "Kenapa tadi anda melirik kepada laki-laki itu dengan tatapan yang tajam?"
Malaikat maut menjawab, "Aku merasa sangat heran. Aku diperintahkan untuk mencabut nyawanya di Negeri India. Namun keberadaannya saat itu sangat jauh dari negeri itu. Hingga akhirnya tiba-tiba ada angin yang membawanya sampai ke negeri itu. Lalu kucabut nyawanya di negeri itu pula, sesuai dengan apa yang telah ditakdirkan oleh Allah subhanahu wata’ala." (Baca juga: Kematian, Hanya Nabi Ibrahim dan Nabi Musa yang Bisa Menawar )
Kisah Nabi Sulaiman itu ditulis dalam kitab al-Majallis as-Saniyyah karya Syekh Ahmad bin Syekh Hijazi Al Fusyni.
Kisah ini memberi tahu kepada kita bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. Setiap manusia tidak bisa menghindar dari takdir kematian. Karena itu sudah ketetapan Allah SWT.
Bagi manusia yang takut akan datangnya kematian, ia mungkin bisa hanya berdiam diri di rumahnya untuk menghindar dari kematian, namun jika telah tiba saatnya ditentukan kematian kepadanya, niscaya Malaikat maut akan mendatangi tempat di mana ia akan mati di tempat tersebut.
Kematian Nabi Sulaiman
Allah memberikan banyak kenikmatan kepada Nabi Sulaiman. Namun, ia tetap seorang yang taat kepada-Nya. (Baca juga: Rebutan Tahta di Kerajaan Daud, Absyalum Melakukan Kudeta )
Pada suatu hari, malaikat maut Izrail datang menghadap Nabi Sulaiman bin Dawud ‘alaihis salam. Tiba-tiba Izrail menajamkan pandangan dan mengarahkannya kepada seorang lelaki yang duduk bersama beberapa tamu Nabi Sulaiman. Namun tak lama kemudian Izrail pergi. (Baca juga: Nabi Sulaiman Kepada Ratu Balqis: Jangan Sombong Padaku! )
Laki-laki itu bertanya, "Wahai nabi Allah! Siapa dia?"
"Dia adalah malaikat maut," jawab Nabi Sulaiman.
Laki-laki itu kembali berkata, "Wahai nabi Allah! Tadi aku melihat dia selalu melirik kepadaku. Aku menjadi sangat takut. Jangan-jangan dia hendak mencabut nyawaku. Selamatkan aku dari cengkeramannya."
"Bagaimana caranya agar aku bisa menyelamatkanmu?" tanya sang nabi.
"Anda suruh saja angin untuk membawaku ke negeri India. Mungkin saja dengan begitu dia akan kehilangan jejakku. Dan tidak akan bisa menemukanku," jawab laki-laki itu.
Kemudian Nabi Sulaiman pun memerintahkan angin untuk menghantarkanya sampai ke ujung negeri India dalam waktu sekejap saja.
Saat itu juga angin segera melaksanakan sebagaimana yang diperintahkan oleh sang nabi. Sesampainya di sana, malaikat maut kemudian mencabut nyawa laki-laki itu.
Setelah itu malaikat maut itu kembali menghadap Nabi Sulaiman ‘alaihis salam.
Nabi kemudian bertanya, "Kenapa tadi anda melirik kepada laki-laki itu dengan tatapan yang tajam?"
Malaikat maut menjawab, "Aku merasa sangat heran. Aku diperintahkan untuk mencabut nyawanya di Negeri India. Namun keberadaannya saat itu sangat jauh dari negeri itu. Hingga akhirnya tiba-tiba ada angin yang membawanya sampai ke negeri itu. Lalu kucabut nyawanya di negeri itu pula, sesuai dengan apa yang telah ditakdirkan oleh Allah subhanahu wata’ala." (Baca juga: Kematian, Hanya Nabi Ibrahim dan Nabi Musa yang Bisa Menawar )
Kisah Nabi Sulaiman itu ditulis dalam kitab al-Majallis as-Saniyyah karya Syekh Ahmad bin Syekh Hijazi Al Fusyni.
Kisah ini memberi tahu kepada kita bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. Setiap manusia tidak bisa menghindar dari takdir kematian. Karena itu sudah ketetapan Allah SWT.
Bagi manusia yang takut akan datangnya kematian, ia mungkin bisa hanya berdiam diri di rumahnya untuk menghindar dari kematian, namun jika telah tiba saatnya ditentukan kematian kepadanya, niscaya Malaikat maut akan mendatangi tempat di mana ia akan mati di tempat tersebut.
Kematian Nabi Sulaiman
Allah memberikan banyak kenikmatan kepada Nabi Sulaiman. Namun, ia tetap seorang yang taat kepada-Nya. (Baca juga: Rebutan Tahta di Kerajaan Daud, Absyalum Melakukan Kudeta )
Lihat Juga :