Taubatnya Perempuan Pezina
Jum'at, 20 November 2020 - 14:45 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga : Penjelasan Kemenkeu Terkait Penyaluran PMN Non Tunai Bagi BUMN )
Dengan sedih, perempuan itu akhirnya kembali lagi ke rumahnya. Tiga tahun lebih berlalu, namun si perempuan tetap tidak berubah pikiran. Dia datang kembali kepada Rasulullah untuk bertaubat. Dia berkata: “Wahai Rasulullah, aku telah menyapihnya, maka sucikanlah aku!”
Rasulullah SAW bersabda kembali kepada semua yang hadir di sana, “Siapa yang mengurusi anak ini, maka dia adalah temanku di surga…”
(Baca juga : Pengamat Ini Sarankan Rangkul Tokoh Kritis, Gelar Dialog Kebangsaan untuk Dinginkan Suasana )
Melihat kesungguhan perempuan itu untuk bertaubat, akhirnya hati Rasulullah tergerak. Beliau meminta sahabatnya untuk membawa bayi tersebut. Kemudian perempuan itu diikat dan dirajam oleh orang-orang hingga meninggal dunia.
Rasulullah pun memastikan bahwa perempuan itu benar-benar taubat dan semua dosanya berguguran karena ketulusannya memohon ampunan Allah SWT. "Dosa wanita itu hilang seperti hari dia terlahir," kata Rasulullah.
Setelah perempuan tersebut meninggal, beliaupun menyalatinya. Melihat hal tersebut, Umar bin Khatab merasa heran sekali. Beliau berkata: “Engkau menyalatinya wahai Nabi Allah, sungguh dia telah berzina!”
(Baca juga : Jogja Terapkan Protokol CHSE untuk Pulihkan Pariwisata )
Rasulullah kembali bersabda: “Sungguh dia telah bertaubat dengan satu taubat, yang seandainya taubatnya itu dibagikan kepada 70 orang dari penduduk Madinah, maka taubat itu akan mencukupinya. Apakah engkau mendapati sebuah taubat yang lebih utama dari pengorbanan dirinya untuk Allah?” (HR. Ahmad).
Wallahu A'lam
Dengan sedih, perempuan itu akhirnya kembali lagi ke rumahnya. Tiga tahun lebih berlalu, namun si perempuan tetap tidak berubah pikiran. Dia datang kembali kepada Rasulullah untuk bertaubat. Dia berkata: “Wahai Rasulullah, aku telah menyapihnya, maka sucikanlah aku!”
Rasulullah SAW bersabda kembali kepada semua yang hadir di sana, “Siapa yang mengurusi anak ini, maka dia adalah temanku di surga…”
(Baca juga : Pengamat Ini Sarankan Rangkul Tokoh Kritis, Gelar Dialog Kebangsaan untuk Dinginkan Suasana )
Melihat kesungguhan perempuan itu untuk bertaubat, akhirnya hati Rasulullah tergerak. Beliau meminta sahabatnya untuk membawa bayi tersebut. Kemudian perempuan itu diikat dan dirajam oleh orang-orang hingga meninggal dunia.
Rasulullah pun memastikan bahwa perempuan itu benar-benar taubat dan semua dosanya berguguran karena ketulusannya memohon ampunan Allah SWT. "Dosa wanita itu hilang seperti hari dia terlahir," kata Rasulullah.
Setelah perempuan tersebut meninggal, beliaupun menyalatinya. Melihat hal tersebut, Umar bin Khatab merasa heran sekali. Beliau berkata: “Engkau menyalatinya wahai Nabi Allah, sungguh dia telah berzina!”
(Baca juga : Jogja Terapkan Protokol CHSE untuk Pulihkan Pariwisata )
Rasulullah kembali bersabda: “Sungguh dia telah bertaubat dengan satu taubat, yang seandainya taubatnya itu dibagikan kepada 70 orang dari penduduk Madinah, maka taubat itu akan mencukupinya. Apakah engkau mendapati sebuah taubat yang lebih utama dari pengorbanan dirinya untuk Allah?” (HR. Ahmad).
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :