Kisah Si Kaya dan Orang yang Memutus Silaturrahim
Rabu, 25 November 2020 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
Orang kaya itu pun merasa prihatin dengan keadaan temannya itu, lalu bertanya: "Di manakah engkau menyimpan uangku?". Dari dalam Sumur terdengar jawaban: "Aku menyimpan uangmu di sini dan di sini, di dalam rumahku, pergilah dan katakan kepada anak-anakku. Kamu akan mendapati uangmu kembali".
Orang kaya itupun bertanya: "Bagaimana bisa engkau tergolong sebagai orang yang ahli neraka?"
Bukankah kau adalah orang yang baik dan memiliki sifat amanah?"
Orang itupun bercerita: "Sesungguhnya aku mempunyai seorang saudari perempuan yang faqir. Lama kami tidak saling tegur sapa, sampai aku meninggal. Inilah yang menyebabkan aku tergolong sebagai ahli neraka. Jika kau mau menolongku, datangilah saudariku tersebut, dan mintakan maaf kepadanya, dan ceritakan padanya, bagaimana keadaanku sekarang ini yang merasakan siksaan, karena putus tali silaturrahim dengannya".
Orang kaya itupun segera pergi ke rumah ahli waris temannya itu, lalu menceritakan dimana ayahnya meletakkan harta titipannya. Dan ternyata memang benar, uang tersebut masih utuh. Setelah itu, ia bertanya kepada anak-anak temannya itu, di manakah rumah bibi mereka?
Setelah tahu alamatnya, iapun segera pergi ke rumah saudari perempuan temennya tersebut. Setelah bertemu, ia pun menceritakan apa yang di alami saudaranya di alam kubur.
(Baca Juga: Silaturahmi, Salah Satu Tiket untuk Masuk Surga )
Mendengar cerita orang kaya itu, perempuan itupun menangis dan memaafkan saudaranya, lalu ia memohon ampun dan mulai menyambung tali silaturrahim dengan anak-anak saudaranya.
Ustaz Saeful Huda mengemukakan bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang putus tali silaturrahim".
Di riwayat lain, Nabi bersabda: "Orang yang memutus tali silaturrahim akan mendapat laknat dari Allah, walaupun dia mati di depan Ka'bah".
Orang kaya itupun bertanya: "Bagaimana bisa engkau tergolong sebagai orang yang ahli neraka?"
Bukankah kau adalah orang yang baik dan memiliki sifat amanah?"
Orang itupun bercerita: "Sesungguhnya aku mempunyai seorang saudari perempuan yang faqir. Lama kami tidak saling tegur sapa, sampai aku meninggal. Inilah yang menyebabkan aku tergolong sebagai ahli neraka. Jika kau mau menolongku, datangilah saudariku tersebut, dan mintakan maaf kepadanya, dan ceritakan padanya, bagaimana keadaanku sekarang ini yang merasakan siksaan, karena putus tali silaturrahim dengannya".
Orang kaya itupun segera pergi ke rumah ahli waris temannya itu, lalu menceritakan dimana ayahnya meletakkan harta titipannya. Dan ternyata memang benar, uang tersebut masih utuh. Setelah itu, ia bertanya kepada anak-anak temannya itu, di manakah rumah bibi mereka?
Setelah tahu alamatnya, iapun segera pergi ke rumah saudari perempuan temennya tersebut. Setelah bertemu, ia pun menceritakan apa yang di alami saudaranya di alam kubur.
(Baca Juga: Silaturahmi, Salah Satu Tiket untuk Masuk Surga )
Mendengar cerita orang kaya itu, perempuan itupun menangis dan memaafkan saudaranya, lalu ia memohon ampun dan mulai menyambung tali silaturrahim dengan anak-anak saudaranya.
Ustaz Saeful Huda mengemukakan bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang putus tali silaturrahim".
Di riwayat lain, Nabi bersabda: "Orang yang memutus tali silaturrahim akan mendapat laknat dari Allah, walaupun dia mati di depan Ka'bah".
Lihat Juga :