Antara Cacian dan Doa yang Dikabulkan
Jum'at, 27 November 2020 - 18:37 WIB
loading...
Bakti Abu Hurairah kepada orangtua walaupun sang ibu masih dalam status musyrik, setia tinggal di dalam satu rumah dan melayani ibunda dengan lemah lembut. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Salah satu kewajiban yang harus ditunaikan seorang muslim adalah berbakti kepada kedua orang tua . Bakti ini memiliki pesan moral yang tinggi. Tentang kewajiban tersebut, banyak kisah-kisah teladan yang bisa kita ambil pelajaran dan hikmah tentang bagaimana balasan kebahagiaan di dunia dan akhirat bagi anak yang berbakti dan berbuat baik kepada orangtuanya.
(Baca juga : Kapan Dibolehkannya Meng-qashar dan Menjama' Salat ? )
Baik itu dari kisah zaman Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam terdahulu, ataupun kisah yang terjadi di sekeliling kita saat ini. Dinukil dari buku 'Golden Stories', karya Mahmud Musthafa Sa’ad dan Dr.Nashir Abu Amir Al-Humaidi, yang memuat kisah-kisah indah dalam sejarah Islam , beberapa kisah tentang bakti anak terhadap orangtuanya ada di dalamnya. Salah satunya kisah tentang doa Rasulullah untuk ibunda Abu Hurairah radhiyallahu'anhu.
Sosok Abu Hurairah, pasti sudah sangat familiar di kalangan umat muslim. Beliau merupakan salah seorang sahabat nabi yang terkenal sebagai perawi hadis dan penulis berbagai kitab. Karya Imam Bukhari hingga saat ini masih jadi sumber referensi terpercaya, salah satunya dalam ilmu fiqih.
(Baca juga : 10 Sebab Datangnya Cinta Allah Ta'ala )
Abu Hurairah bernama lengkap Abdurrahman bin Shakhr Al Azdi. Kilas balik perjalanan Abu Hurairah sebagai muslim sebenarnya cukup sederhana. Abu Hurairah segera menyatakan keislamannya segera setelah Thufail bin Amr kembali dari bertemu dengan Nabi Muhammad. Walau demikian, sang ibu tetap pada keyakinan nenek moyangnya dan menolak untuk menjadi muslim.
Ada sebuah kisah mengenai Abu Hurairah dan sang ibunda. Cerita ini disampaikan oleh Abu Kasir, Yazid bin Abdurrahman yang mendengarnya langsung dari Abu Hurairah.
(Baca juga : Nasehat Rasulullah untuk Kaum Perempuan )
Suatu ketika Abu Hurairah sedang mendakwahi ibunya agar masuk Islam. Namun, sang ibunda justru membalas perkataan Abu Hurairah dengan cacian untuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal tersebut tentu melukai hati sang anak.
Abu Hurairah lalu memutuskan untuk menghadap Rasulullah. Ia menceritakan kejadian yang menimpanya sambil menangis.
(Baca juga : Kapan Dibolehkannya Meng-qashar dan Menjama' Salat ? )
Baik itu dari kisah zaman Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam terdahulu, ataupun kisah yang terjadi di sekeliling kita saat ini. Dinukil dari buku 'Golden Stories', karya Mahmud Musthafa Sa’ad dan Dr.Nashir Abu Amir Al-Humaidi, yang memuat kisah-kisah indah dalam sejarah Islam , beberapa kisah tentang bakti anak terhadap orangtuanya ada di dalamnya. Salah satunya kisah tentang doa Rasulullah untuk ibunda Abu Hurairah radhiyallahu'anhu.
Sosok Abu Hurairah, pasti sudah sangat familiar di kalangan umat muslim. Beliau merupakan salah seorang sahabat nabi yang terkenal sebagai perawi hadis dan penulis berbagai kitab. Karya Imam Bukhari hingga saat ini masih jadi sumber referensi terpercaya, salah satunya dalam ilmu fiqih.
(Baca juga : 10 Sebab Datangnya Cinta Allah Ta'ala )
Abu Hurairah bernama lengkap Abdurrahman bin Shakhr Al Azdi. Kilas balik perjalanan Abu Hurairah sebagai muslim sebenarnya cukup sederhana. Abu Hurairah segera menyatakan keislamannya segera setelah Thufail bin Amr kembali dari bertemu dengan Nabi Muhammad. Walau demikian, sang ibu tetap pada keyakinan nenek moyangnya dan menolak untuk menjadi muslim.
Ada sebuah kisah mengenai Abu Hurairah dan sang ibunda. Cerita ini disampaikan oleh Abu Kasir, Yazid bin Abdurrahman yang mendengarnya langsung dari Abu Hurairah.
(Baca juga : Nasehat Rasulullah untuk Kaum Perempuan )
Suatu ketika Abu Hurairah sedang mendakwahi ibunya agar masuk Islam. Namun, sang ibunda justru membalas perkataan Abu Hurairah dengan cacian untuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal tersebut tentu melukai hati sang anak.
Abu Hurairah lalu memutuskan untuk menghadap Rasulullah. Ia menceritakan kejadian yang menimpanya sambil menangis.
Lihat Juga :