Jadikan Sifat Tawadhu sebagai Modal Kebahagiaan
Selasa, 01 Desember 2020 - 05:21 WIB
loading...
A
A
A
Tak ada manusia yang suka terhadap orang yang menyombongkan dirinya. Jika pun ada yang bilang suka, pasti itu hanyalah sandiwara belaka. Hati nurani kita takkan bisa menerima kesombongan karena Rasulullah bersabda, “Sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.” (HR. Muslim).
(Baca juga : Benzema Ikut Rombongan Real Madrid ke Kiev )
Tidak ada orang yang mendapatkan kesuksesan jika hatinya terdapat kesombongan. Seorang pemimpin tidak akan sukses memimpin timnya jika mendapatkan keberhasilan lalu ia meninggikan dirinya sendiri di hadapan anak buahnya. Seolah keberhasilan itu adalah berkat dirinya tanpa ada bantuan orang lain. Pemimpin yang demikian tak akan dicintai anak buahnya, tak akan mampu membangun teamwork yang solid. Sebaliknya ia justru sedang membawa dirinya sendiri kepada kehancuran.
(Baca juga : Dukung Energi Hijau, Produsen Biodiesel Terus Tingkatkan Kapasitas Produksi )
Seorang guru yang gemar membesar-besarkan prestasi dirinya karena ingin dikagumi dan dipuji murid-muridnya, maka niscaya tidak akan bisa mendidik dengan baik. Karena mendidik mestilah dengan memberikan keteladanan akhlak mulia. Sedangkan kesombongan sama sekali bukan akhlak mulia. Aa Gym juga mengajak kita sebagai umat muslim, untuk mengingat kembali beberapa kisah orang terdahulu yang celaka akibat kesombongan dirinya sendiri. Ingatkah kita kepada iblis? Hal apakah yang membuat ia dimurkai oleh Allah untuk selamanya, tiada lain karena kesombongan.
(Baca juga : Dana Bagi Hasil Sawit )
Kemudian ingatkah kita kepada Qarun? Sepupu dari Nabi Musa yang awalnya adalah orang sederhana sampai suatu saat ia meminta kekayaan kepada Allah. Saat permintaan itu dikabulkan, harta itu berubah menjadi ujian baginya. Namun Qarun tak mampu menghadapi ujian tersebut. Ia menjadi sombong dan tak mau menerima petunjuk dari Nabi Musa. Qarun mengatakan bahwa harta kekayaan yang ia miliki tiada lain adalah buah dari kecerdasan dan keterampilannya semata. Ia pun berjalan di muka bumi dengan tinggi hati. Kemudian Allah menenggelamkannya ke dalam bumi beserta harta kekayaannya.
(Baca juga : Pagi Cerah Berawan, Siang Sebagian Wilayah Jakarta Bakal Diguyur Hujan )
Karena itu, kesuksesan akan mengiringi orang yang tawadhu. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita kekuatan untuk senantiasa menjaga kebersihan hati dari penyakit sombong, sehingga kita termasuk orang-orang yang memperoleh kesuksesan di dunia dan di akhirat.
Wallahu A'lam
(Baca juga : Benzema Ikut Rombongan Real Madrid ke Kiev )
Tidak ada orang yang mendapatkan kesuksesan jika hatinya terdapat kesombongan. Seorang pemimpin tidak akan sukses memimpin timnya jika mendapatkan keberhasilan lalu ia meninggikan dirinya sendiri di hadapan anak buahnya. Seolah keberhasilan itu adalah berkat dirinya tanpa ada bantuan orang lain. Pemimpin yang demikian tak akan dicintai anak buahnya, tak akan mampu membangun teamwork yang solid. Sebaliknya ia justru sedang membawa dirinya sendiri kepada kehancuran.
(Baca juga : Dukung Energi Hijau, Produsen Biodiesel Terus Tingkatkan Kapasitas Produksi )
Seorang guru yang gemar membesar-besarkan prestasi dirinya karena ingin dikagumi dan dipuji murid-muridnya, maka niscaya tidak akan bisa mendidik dengan baik. Karena mendidik mestilah dengan memberikan keteladanan akhlak mulia. Sedangkan kesombongan sama sekali bukan akhlak mulia. Aa Gym juga mengajak kita sebagai umat muslim, untuk mengingat kembali beberapa kisah orang terdahulu yang celaka akibat kesombongan dirinya sendiri. Ingatkah kita kepada iblis? Hal apakah yang membuat ia dimurkai oleh Allah untuk selamanya, tiada lain karena kesombongan.
(Baca juga : Dana Bagi Hasil Sawit )
Kemudian ingatkah kita kepada Qarun? Sepupu dari Nabi Musa yang awalnya adalah orang sederhana sampai suatu saat ia meminta kekayaan kepada Allah. Saat permintaan itu dikabulkan, harta itu berubah menjadi ujian baginya. Namun Qarun tak mampu menghadapi ujian tersebut. Ia menjadi sombong dan tak mau menerima petunjuk dari Nabi Musa. Qarun mengatakan bahwa harta kekayaan yang ia miliki tiada lain adalah buah dari kecerdasan dan keterampilannya semata. Ia pun berjalan di muka bumi dengan tinggi hati. Kemudian Allah menenggelamkannya ke dalam bumi beserta harta kekayaannya.
(Baca juga : Pagi Cerah Berawan, Siang Sebagian Wilayah Jakarta Bakal Diguyur Hujan )
Karena itu, kesuksesan akan mengiringi orang yang tawadhu. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita kekuatan untuk senantiasa menjaga kebersihan hati dari penyakit sombong, sehingga kita termasuk orang-orang yang memperoleh kesuksesan di dunia dan di akhirat.
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :