Rasulullah Membagi Manusia Menjadi 4 Kelompok, Apa Saja?
Selasa, 12 Mei 2020 - 18:03 WIB
loading...
Dalam satu riwayat Ahmad, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membagi manusia menjadi 4 kelompok. Foto/dok SINDOnews
A
A
A
Ilmu agama adalah dasar utama dalam membangun diri, keluarga dan seluruh umat manusia. Syariat Islam merupakan dasar pandangan utama untuk meraih sukses kehidupan ataupun mencari pasangan.
Demikian pembuka tausiyah online Ustaz Farid Ahmad Okbah yang membahas Kitab Minhajul Qashidin dari kediamannya di Bekasi. Allah Ta'ala berfirman: (Baca Juga: Pilih Dunia atau Akhirat? Ini Jawaban Alqur'an)
فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۗ فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاۗ لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُۙ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَۙ
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama ( Islam ), (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS Ar-rum: ayat 30)
Bulan Ramadhan ini adalah kesempatan untuk menggali ilmu agama agar fitrah kita tidak rusak hanya karena mencari dunia. Fitrah terbagi 3 yaitu:
1. Kebutuhan akan agama (Allah Ta'ala).
2. Kebutuhan untuk kehidupannya (sandang, pangan, papan). Ini bukan merupakan tujuan utama.
3. Kebutuhan atas pasangan/lawan jenis.
Dalam satu riwayat Ahmad, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membagi manusia menjadi 4 kelompok:
إِنَّمَـا الدُّنْيَا لِأَرْبَعَةِ نَفَرٍ : عَبْدٍ رَزَقَهُ اللهُ مَالًا وَعِلْمًـا فَهُوَ يَـتَّـقِيْ فِيْهِ رَبَّـهُ وَيَصِلُ فِيْهِ رَحِـمَهُ وَيَعْلَمُ لِلهِ فِيْـهِ حَقًّا ، فَهَذَا بِأَفْضَلِ الْـمَنَازِلِ.وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللهُ عِلْمًـا وَلَـمْ يَرْزُقْهُ مَالًا فَهُوَ صَادِقُ النِـّـيَّـةِ يَقُوْلُ : لَوْ أَنَّ لِـيْ مَالًا لَعَمِلْتُ بِعَمَلِ فُلَانٍ ، فَهُوَ بِنِـيَّـتِـهِ فَأَجْرُهُـمَـا سَوَاءٌ , وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللهُ مَالًا وَلَـمْ يَرْزُقْهُ عِلْمًـا فَهُوَ يَـخْبِطُ فِـي مَالِـهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ لَا يَتَّقِي فِيْهِ رَبَّهُ وَلَا يَصِلُ فِـيْـهِ رَحِـمَهُ وَلَا يَعْلَمُ للهِ فِـيْـهِ حَقًّا فَهَذَا بِأَخْبَثِ الْـمَنَازِلِ , وَعَبْدٍ لَـمْ يَرْزُقْـهُ اللهُ مَالًا وَلَا عِلْمًـا فَهُوَ يَقُولُ : لَوْ أَنَّ لِـيْ مَالًا لَعَمِلْتُ فِيْـهِ بِعَمَلِ فُلَانٍ ، فَهُوَ بِنِيَّتِهِ فَوِزْرُهُـمَـا سَوَاءٌ
"Sesungguhnya dunia itu hanya diberikan kepada empat kelompok:
1. (Kelompok pertama) yaitu, seorang hamba yang diberi rezeki oleh Allah berupa harta dan ilmu. Dia bertaqwa kepada Allah dengan hartanya, menyambung tali silaturrahim, dan mengetahui hak-hak Allah di dalamnya. Inilah kedudukan yang paling baik di sisi Allah.
2. (Kelompok kedua) yaitu, diberi ilmu oleh Allah namun tidak diberi harta. Dia berkata, ’jika aku memiliki harta, maka aku akan beramal seperti amalnya fulan’. Maka dengan niatnya itu, dia sama dengan kelompok pertama dari sisi pahalanya.
3. (Kelompok ketiga) yaitu, diberi harta oleh Allah namun tidak diberi ilmu. Dia seenaknya saja memanfaatkan hartanya, tidak bertaqwa kepada Allah dengan hartanya, tidak menyambung tali silaturrahim, dan tidak mengetahui hak-hak Allah di dalamnya. Ini adalah kelompok yang paling buruk di sisi Allah.
Demikian pembuka tausiyah online Ustaz Farid Ahmad Okbah yang membahas Kitab Minhajul Qashidin dari kediamannya di Bekasi. Allah Ta'ala berfirman: (Baca Juga: Pilih Dunia atau Akhirat? Ini Jawaban Alqur'an)
فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۗ فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاۗ لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُۙ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَۙ
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama ( Islam ), (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS Ar-rum: ayat 30)
Bulan Ramadhan ini adalah kesempatan untuk menggali ilmu agama agar fitrah kita tidak rusak hanya karena mencari dunia. Fitrah terbagi 3 yaitu:
1. Kebutuhan akan agama (Allah Ta'ala).
2. Kebutuhan untuk kehidupannya (sandang, pangan, papan). Ini bukan merupakan tujuan utama.
3. Kebutuhan atas pasangan/lawan jenis.
Dalam satu riwayat Ahmad, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membagi manusia menjadi 4 kelompok:
إِنَّمَـا الدُّنْيَا لِأَرْبَعَةِ نَفَرٍ : عَبْدٍ رَزَقَهُ اللهُ مَالًا وَعِلْمًـا فَهُوَ يَـتَّـقِيْ فِيْهِ رَبَّـهُ وَيَصِلُ فِيْهِ رَحِـمَهُ وَيَعْلَمُ لِلهِ فِيْـهِ حَقًّا ، فَهَذَا بِأَفْضَلِ الْـمَنَازِلِ.وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللهُ عِلْمًـا وَلَـمْ يَرْزُقْهُ مَالًا فَهُوَ صَادِقُ النِـّـيَّـةِ يَقُوْلُ : لَوْ أَنَّ لِـيْ مَالًا لَعَمِلْتُ بِعَمَلِ فُلَانٍ ، فَهُوَ بِنِـيَّـتِـهِ فَأَجْرُهُـمَـا سَوَاءٌ , وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللهُ مَالًا وَلَـمْ يَرْزُقْهُ عِلْمًـا فَهُوَ يَـخْبِطُ فِـي مَالِـهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ لَا يَتَّقِي فِيْهِ رَبَّهُ وَلَا يَصِلُ فِـيْـهِ رَحِـمَهُ وَلَا يَعْلَمُ للهِ فِـيْـهِ حَقًّا فَهَذَا بِأَخْبَثِ الْـمَنَازِلِ , وَعَبْدٍ لَـمْ يَرْزُقْـهُ اللهُ مَالًا وَلَا عِلْمًـا فَهُوَ يَقُولُ : لَوْ أَنَّ لِـيْ مَالًا لَعَمِلْتُ فِيْـهِ بِعَمَلِ فُلَانٍ ، فَهُوَ بِنِيَّتِهِ فَوِزْرُهُـمَـا سَوَاءٌ
"Sesungguhnya dunia itu hanya diberikan kepada empat kelompok:
1. (Kelompok pertama) yaitu, seorang hamba yang diberi rezeki oleh Allah berupa harta dan ilmu. Dia bertaqwa kepada Allah dengan hartanya, menyambung tali silaturrahim, dan mengetahui hak-hak Allah di dalamnya. Inilah kedudukan yang paling baik di sisi Allah.
2. (Kelompok kedua) yaitu, diberi ilmu oleh Allah namun tidak diberi harta. Dia berkata, ’jika aku memiliki harta, maka aku akan beramal seperti amalnya fulan’. Maka dengan niatnya itu, dia sama dengan kelompok pertama dari sisi pahalanya.
3. (Kelompok ketiga) yaitu, diberi harta oleh Allah namun tidak diberi ilmu. Dia seenaknya saja memanfaatkan hartanya, tidak bertaqwa kepada Allah dengan hartanya, tidak menyambung tali silaturrahim, dan tidak mengetahui hak-hak Allah di dalamnya. Ini adalah kelompok yang paling buruk di sisi Allah.
Lihat Juga :