Ucapan Para Khalifah dan Orang-orang Saleh Menjelang Ajalnya (Bagian 1)
Rabu, 09 Desember 2020 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Kisah berikutnya, ketika Khalifah Abdul Malik bin Marwan (Bani Umayyah) sudah dekat dengan ajalnya, ia memandang ke arah seorang tukang cuci pakaian di wilayah Damaskus yang sedang sibuk bekerja. Sang khalifah berguman sendiri: "Seandainya saja aku seorang tukang cuci itu, yang setiap hari makan dari hasil pekerjaannya sendiri. Dan seandainya saja aku tidak pernah memegang tampuk kekuasaan apa pun di dunia ini."
Rupanya ucapan ini didengar oleh Abu Hazm yang kemudian menyahut, "Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan orang-orang yang ketika sedang menghadapi ajal kematian berharap bisa hidup seperti kami ini. Sebaliknya, ketika sedang menghadapi ajal kematian, kami tidak berharap bisa seperti mereka."
Saat sudah dalam kondisi kritis, Abdul Malik bin Marwan ditanya, "Bagaimana keadaan Anda, wahai Amirul Mukminin?"
Ia menjawab, "Aku dalam keadaan seperti yang difirmankan oleh Allah Ta'ala:
ولقد جئتمونا فرادى كما خلقناكم اول مرة وتركتم ما خولنا كم وراء ظهوركم
"Dan sesungguhnya kamu datang kepada kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu." (QS Al-An'aam: 94)
Setelah menjawab seperti itu beliau pun mengembuskan nafas terakhirnya. Semoga Allah meridhai mereka dan mengumpulkannya bersama Rasulullah صلى الله عليه وسلم.
(Baca Juga: Mengapa Takut Mati? Quraish Shihab Bilang Mati Itu Lezat dan Nikmat)
(Bersambung)!
Sumber:
Dibalik Tabir Kematian karya Imam Al-Ghazali
Rupanya ucapan ini didengar oleh Abu Hazm yang kemudian menyahut, "Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan orang-orang yang ketika sedang menghadapi ajal kematian berharap bisa hidup seperti kami ini. Sebaliknya, ketika sedang menghadapi ajal kematian, kami tidak berharap bisa seperti mereka."
Saat sudah dalam kondisi kritis, Abdul Malik bin Marwan ditanya, "Bagaimana keadaan Anda, wahai Amirul Mukminin?"
Ia menjawab, "Aku dalam keadaan seperti yang difirmankan oleh Allah Ta'ala:
ولقد جئتمونا فرادى كما خلقناكم اول مرة وتركتم ما خولنا كم وراء ظهوركم
"Dan sesungguhnya kamu datang kepada kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu." (QS Al-An'aam: 94)
Setelah menjawab seperti itu beliau pun mengembuskan nafas terakhirnya. Semoga Allah meridhai mereka dan mengumpulkannya bersama Rasulullah صلى الله عليه وسلم.
(Baca Juga: Mengapa Takut Mati? Quraish Shihab Bilang Mati Itu Lezat dan Nikmat)
(Bersambung)!
Sumber:
Dibalik Tabir Kematian karya Imam Al-Ghazali
(rhs)
Lihat Juga :