Ucapan Para Khalifah dan Orang Saleh Menjelang Ajalnya (Bagian 2)
Kamis, 10 Desember 2020 - 17:43 WIB
loading...
Salah seorang jamaah Haji berdoa di pemakaman Baqi, tempat peristirahatan keluarga dan sahabat Nabi di dekat Masjid Nabawi Madinah. Foto/dok Okezone
A
A
A
Bagi seorang mukmin kematian adalah nikmat, karena merupakan pintumasuk menuju kehidupan yang abadi. Sedangkan bagi orang kafir, kematian adalah hukuman yang menyedihkan.
Berikut lanjutan kisah para khalifah dan orang-orang saleh saat menghadapi kematian (Al-Maut) yang bersumber dari "Dibalik Tabir Kematian" karya Imam Al-Ghazali. Semoga kisah menjadi iktibar (pelajaran) dan hikmah bagi kita.
(Baca Juga: Mengapa Takut Mati? Quraish Shihab Bilang Mati Itu Lezat dan Nikmat)
Fatimah binti Abdul Malik bin Marwan, istri Khalifah Umar bin Abdul Aziz bertutur tentang suaminya. "Saat dalam keadaan kritis, aku mendengar Khalifah Umar berdoa, "Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kematianku membebani mereka barang sehari pun." Dan pada hari kematiannya, aku meninggalkannya dan duduk di ruangan lain yang hanya terpisah oleh sebuah pintu. Dari dalam kamarnya yang berkubah tiba-tiba aku mendengar ia membaca ayat:
تلك الدار الاخرة نجعلها للذين لايريدون علوا في الارض ولا فساد والعاقبة للمتقين
"Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (Al-Qashshash: Ayat 83)
Kemudian keadaan menjadi hening. Aku tidak mendengar lagi suara gerakan maupun kata-kata apapun yang diucapkannya. Aku lalu berkata kepada salah seorang pelayannya, 'Coba kamu lihat, apa beliau sedang tertidur?' Begitu si pelayan memeriksa kamar, ia langsung menjerit sehingga membuat aku tersentak. Ternyata ia sudah hampir wafat.
Pada saat itulah seorang temannya berkata, "Berwasiatlah, wahai Amirul Mukminin!" Ia menjawab, "Aku peringatkan kalian akan kematian, karena mau tidak mau kalian pasti akan mengalaminya."
(Baca Juga: Apa Hukum Mentalqin Orang yang Meninggal?)
Sebuah riwayat menyebutkan, pada saat kondisi Khalifah Umar bin Abdul Aziz sudah semakin kritis, dipanggillah seorang tabib. Setelah memeriksa sang khalifah, ia berkata, "Aku yakin orang ini telah diracuni. Tetapi aku tidak bisa menyelamatkannya dari kematian."
Berikut lanjutan kisah para khalifah dan orang-orang saleh saat menghadapi kematian (Al-Maut) yang bersumber dari "Dibalik Tabir Kematian" karya Imam Al-Ghazali. Semoga kisah menjadi iktibar (pelajaran) dan hikmah bagi kita.
(Baca Juga: Mengapa Takut Mati? Quraish Shihab Bilang Mati Itu Lezat dan Nikmat)
Fatimah binti Abdul Malik bin Marwan, istri Khalifah Umar bin Abdul Aziz bertutur tentang suaminya. "Saat dalam keadaan kritis, aku mendengar Khalifah Umar berdoa, "Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kematianku membebani mereka barang sehari pun." Dan pada hari kematiannya, aku meninggalkannya dan duduk di ruangan lain yang hanya terpisah oleh sebuah pintu. Dari dalam kamarnya yang berkubah tiba-tiba aku mendengar ia membaca ayat:
تلك الدار الاخرة نجعلها للذين لايريدون علوا في الارض ولا فساد والعاقبة للمتقين
"Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (Al-Qashshash: Ayat 83)
Kemudian keadaan menjadi hening. Aku tidak mendengar lagi suara gerakan maupun kata-kata apapun yang diucapkannya. Aku lalu berkata kepada salah seorang pelayannya, 'Coba kamu lihat, apa beliau sedang tertidur?' Begitu si pelayan memeriksa kamar, ia langsung menjerit sehingga membuat aku tersentak. Ternyata ia sudah hampir wafat.
Pada saat itulah seorang temannya berkata, "Berwasiatlah, wahai Amirul Mukminin!" Ia menjawab, "Aku peringatkan kalian akan kematian, karena mau tidak mau kalian pasti akan mengalaminya."
(Baca Juga: Apa Hukum Mentalqin Orang yang Meninggal?)
Sebuah riwayat menyebutkan, pada saat kondisi Khalifah Umar bin Abdul Aziz sudah semakin kritis, dipanggillah seorang tabib. Setelah memeriksa sang khalifah, ia berkata, "Aku yakin orang ini telah diracuni. Tetapi aku tidak bisa menyelamatkannya dari kematian."
Lihat Juga :