Ucapan Para Khalifah dan Orang Saleh Menjelang Ajalnya (Bagian 2)
Kamis, 10 Desember 2020 - 17:43 WIB
loading...
A
A
A
Tiba-tiba sang khalifah mengangkat wajahnya dan berkata, "Bukankah kamu juga tidak sanggup melindungi orang yang tidak terkena racun sekalipun dari kematian?"
Si tabib bertanya, "Apakah engkau merasakannya, wahai Amirul Mukminin?"
Khalifah menjawab, "Ya, aku mengetahuinya segera setelah racun itu masuk ke dalam perutku."
"Kalau begitu engkau harus diobati, wahai Amirul Mukminin. Karena aku khawatir nyawa engkau tak tertolong lagi," kata sang tabib.
Khalifah menjawab: "Tuhanku itu sangat baik. Demi Allah, seandainya aku tahu bahwa obat penyembuhku ada pada daun telingaku, aku tidak akan mengangkat tanganku untuk mengambilnya. Ya Allah, izinkan Umar untuk lebih memilih bertemu dengan-Mu." Beberapa hari kemudian Khalifah Umar bin-Abdul Aziz pun meninggal dunia.
Diriwayatkan bahwa menjelang kematiannya, khalifah Umar bin Abdul Aziz menangis. Seseorang bertanya, "Kenapa engkau menangis, wahai Amirul Mukminin? Bergembiralah, karena engkau telah banyak berjasa menghidupkan kembali sunnah-sunnah Nabi dan menegakkan keadilan."
Sang khalifah menangis lagi seraya berkata, "Bukanlah nanti aku akan dihadapkan kepada Allah dan dimintai pertanggungjawaban atas kekuasaan yang aku pegang terhadap hamba-hamba-Nya? Demi Allah, sekalipun misalnya sudah berlaku adil terhadap manusia, aku masih tetap khawatir bahwa aku tidak akan mampu mengemukakan hujjah di hadapan Allah kecuali sudah diberitahu olch-Nya. Lalu bagaimana jika aku telah melakukan banyak kesalahan?"
Air matanya berlinang, dan tidak lama kemudian ia pun meninggal dunia. Semoga Allah selalu merahmatinya.
[Baca Juga: Ucapan Para Khalifah dan Orang-orang Saleh Menjelang Ajalnya (Bagian 1)]
(Bersambung)!
Si tabib bertanya, "Apakah engkau merasakannya, wahai Amirul Mukminin?"
Khalifah menjawab, "Ya, aku mengetahuinya segera setelah racun itu masuk ke dalam perutku."
"Kalau begitu engkau harus diobati, wahai Amirul Mukminin. Karena aku khawatir nyawa engkau tak tertolong lagi," kata sang tabib.
Khalifah menjawab: "Tuhanku itu sangat baik. Demi Allah, seandainya aku tahu bahwa obat penyembuhku ada pada daun telingaku, aku tidak akan mengangkat tanganku untuk mengambilnya. Ya Allah, izinkan Umar untuk lebih memilih bertemu dengan-Mu." Beberapa hari kemudian Khalifah Umar bin-Abdul Aziz pun meninggal dunia.
Diriwayatkan bahwa menjelang kematiannya, khalifah Umar bin Abdul Aziz menangis. Seseorang bertanya, "Kenapa engkau menangis, wahai Amirul Mukminin? Bergembiralah, karena engkau telah banyak berjasa menghidupkan kembali sunnah-sunnah Nabi dan menegakkan keadilan."
Sang khalifah menangis lagi seraya berkata, "Bukanlah nanti aku akan dihadapkan kepada Allah dan dimintai pertanggungjawaban atas kekuasaan yang aku pegang terhadap hamba-hamba-Nya? Demi Allah, sekalipun misalnya sudah berlaku adil terhadap manusia, aku masih tetap khawatir bahwa aku tidak akan mampu mengemukakan hujjah di hadapan Allah kecuali sudah diberitahu olch-Nya. Lalu bagaimana jika aku telah melakukan banyak kesalahan?"
Air matanya berlinang, dan tidak lama kemudian ia pun meninggal dunia. Semoga Allah selalu merahmatinya.
[Baca Juga: Ucapan Para Khalifah dan Orang-orang Saleh Menjelang Ajalnya (Bagian 1)]
(Bersambung)!
(rhs)
Lihat Juga :