Cerita Ajaran: Ketika Mullah Nashruddin Menjadi Duta

Jum'at, 18 Desember 2020 - 08:02 WIB
loading...
Cerita Ajaran: Ketika...
Ilustrasi/Ist
A A A
MELALUI serangkaian kesalahpahaman dan kebetulan, Mullah Nashruddin menemukan dirinya pada suatu hari di dalam gedung pertemuan Kaisar Persia .

Shahinshah dikelilingi oleh para bangsawan yang egois, para gubernur provinsi, anggota istana dan berbagai penjilat. Masing-masing mendesak raja agar ditetapkan sebagai kepala kedutaan besar yang segera dikirim ke India . (Baca juga: Cerita Ajaran: Pemburu Semangka di Negeri Orang Bodoh )

Kesabaran raja sudah habis, ia mengangkat kepalanya dan orang-orang yang memaksakan kehendaknya tersebut, maka secara spiritual memohon pertolongan dari langit, siapa yang seharusnya dipilih. Matanya bercahaya pada Mullah Nashruddin.

"Orang ini akan menjadi duta besar," dia mengumumkan, "maka sekarang tinggalkan aku dalam ketenangan."

Nashruddin diberi busana bagus, peti besar penuh dengan batu mirah (ruby), berlian, jamrud, dan karya-karya seni yang tak ternilai dipercayakan kepadanya; hadiah dari Shahinshah untuk Mogul Agung.

Para anggota istana ternyata tidak puas. Untuk sementara mereka bersatu atas penghinaan terhadap tuntutan ini, dan memutuskan menjatuhkan Mullah. Pertama, mereka memasuki tempat tinggalnya dan mencuri permata, kemudian dibagi rata di antara mereka sendiri, menggantinya dengan tanah agar tetap berat. Lalu mereka memanggil Nashruddin, bermaksud menjatuhkannya dengan memberinya masalah, dan berusaha mencemarkan majikan mereka. (Baca juga: Cerita Ajaran: Raja dan Serigala )

"Selamat, Nashruddin yang agung," kata mereka, "Sumber kebijakan, Merak Dunia yang memiliki semua esensi kebajikan. Oleh karena itu, kami memanggilmu. Ada beberapa hal yang mungkin dapat kami sarankan kepadamu, yaitu etika dan perilaku seorang utusan diplomatik."

"Aku akan merasa terbantu jika kalian mau mengatakannya," ujar Nashruddin.

"Baiklah," kata pimpinan intrik tersebut, "Hal pertama, engkau harus sederhana, untuk menunjukkan betapa sederhananya dirimu. Engkau tidak boleh sedikit pun menunjukkan diri sebagai orang penting. Saat sampai di India, engkau harus memasuki masjid sebanyak engkau bisa, dan mintalah derma untuk dirimu sendiri. Kedua, engkau harus menjawab etika istana di Negeri di mana engkau diutus. Ini artinya, bahwa engkau akan menyebut Mogul Agung sebagai Bulan Purnama." (Baca juga: Cerita Ajaran: Musa dan Penggembala )

"Tetapi itu bukankah julukan Kaisar Persia?"

"Tidak di India."

Maka Nashruddin pun dikirim. Kaisar Persia berpesan kepadanya saat berangkat, "Hati-hatilah, Nashruddin. Turutilah etika yang berlaku di sana. Karena Mogul adalah kaisar yang perkasa dan kita harus mengesankannya tanpa penghinaan."

"Aku sudah siap Yang Mulia," ujar Nashruddin.

Setelah memasuki wilayah India, Nashruddin segera memasuki masjid dan naik ke mimbar, "Wahai ummat!" serunya, "lihat diriku mewakili Bayangan Allah di Bumi! Poros lingkaran Bumi! Keluarkan uangmu, karena aku mengadakan derma."

Hal ini dia ulang di setiap masjid yang dapat ditemukan, semua jalan dari Baluchistan hingga kekaisaran Delhi. Nashruddin telah mengumpulkan uang banyak. "Gunakan itu," ujar penasihat yang lalu, "untuk apa pun yang engkau inginkan. Karena itu hasil keikhlasan dan pemberian berdasar perasaan, penggunaannya akan menciptakan permintaannya sendiri."

Sebenarnya, yang mereka inginkan terjadi pada Mullah adalah, ia mendapat ejekan saat mengumpulkan uang dengan sikap 'memalukan' tersebut. "Orang suci harus hidup dari kesucian mereka," ujar Nashruddin dari masjid ke masjid. "Aku tidak menilainya dan mengharapkannya. Bagi kalian, uang adalah sesuatu yang ditimbun, setelah dicari. Kalian dapat menukarnya dengan barang. Bagiku, uang adalah bagian dari suatu alat. Aku mewakili kekuatan alam dari pertumbuhan perasaan, pemberian dan pengeluaran."

Sekarang, sebagaimana kita semua tahu, kebaikan sering beralih dari kejahatan yang nyata, dan sebaliknya. Mereka yang berpikir bahwa Nashruddin hanya menghubungkan isi sakunya sendiri tidak menyumbang. Karena beberapa alasan, pertemuan mereka tidak berhasil. Mereka yang percaya dan memberikan uangnya, secara misterius menjadi kaya. Tetapi kita harus kembali kepada cerita kita.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
15 Hikmah Isra Mikraj...
15 Hikmah Isra Mikraj bagi Kehidupan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Rahasia dan Hikmah Hujan...
Rahasia dan Hikmah Hujan Menurut Islam, Begini Penjelasannya
5 Keutamaan dan Hikmah...
5 Keutamaan dan Hikmah Salat Berjamaah bagi Umat Islam
Hikmah Disyariatkannya...
Hikmah Disyariatkannya Mandi Junub bagi Muslim yang Berhadas Besar
5 Hikmah dan Tips Hadapi...
5 Hikmah dan Tips Hadapi Musibah Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
Hikmah Beriman pada...
Hikmah Beriman pada Qadha dan Qadar, Umat Muslim Wajib Tahu!
Rekomendasi
Deretan Ilmuwan Penemu...
Deretan Ilmuwan Penemu Teori Fenomena Alam
Terumbu Karang Mediterania...
Terumbu Karang Mediterania Terbesar di Kroasia Terancam oleh Pemanasan Global
Fenomena Alam Pusaran...
Fenomena Alam Pusaran Air Menari Terjadi di Italia
Artikel Terkini
Jemaah asal Tuban Bagikan...
Jemaah asal Tuban Bagikan Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah Haji yang Tenang
Syarat Istithaah Sukses...
Syarat Istithaah Sukses Tekan Angka Jemaah Haji Indonesia Sakit Pascaarmuzna
Kunjungi Misi Haji di...
Kunjungi Misi Haji di Makkah, Wamenhaj Arab Saudi Puji Perubahan Radikal Sistem Haji Indonesia
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Cemas karena Ekonomi...
Cemas karena Ekonomi Terpuruk? Baca Doa Ini Bakda Ashar Hari Jumat, InsyaAllah Mustajab!
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved