Soal Haul, Gus Baha: Banyak Ulama Setelah Wafat Tak Dikaji Lagi Pemikirannya
Kamis, 24 Desember 2020 - 07:50 WIB
loading...
A
A
A
Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik. (QS Ali Imran ayat 67)
Di sana, Allah menjelaskan bahwa Ibrahim bukan Yahudi atau Nasrani . Karena sempat ada anggapan bahwa Ibrahim bapaknya orang Yahudi. Di sini, pengaruh anak-cucu yang besar pada tokoh yang sudah wafat.
Hal ini bermula ketika Nabi Ibrahim punya anak bernama Ishak. Ishak punya anak namanya Ya'qub, punya anak lagi Yusuf.
Ya'qub punya gelar Abu Israel. Dua belas suku dalam Bani Israel didasarkan atas dua belas putra Ya'qub. Saat wafat diberikan bendera Israel di makamnya. (Baca juga: Tausiyah Gus Baha Terkait "Sikap Netral", Simak Pesannya! )
"Ini timbul anggapan seakan Ibrahim pendirinya Yahudi karena punya cucu yang dianggap bapaknya orang Yahudi, identik dengan Israel. Sehingga Allah membela Ibrahim dengan kata Ma Kana Ibrahimu Yahudiyan," beber Gus Baha.
Kejadian lainnya, menurut Gus Baha, yaitu fenomena redupnya cahaya keilmuan Imam Laits bin Sa'ad. Nama aslinya Abu Harits Laits bin Sa'ad bin Abdurrahman, seorang ulama, ahli fikih, perawi hadis dan cendekiawan Muslim yang hidup pada kekuasaan Bani Umayyah.
Namun, karena muridnya tidak pandai dan tidak ada dokumentasi karyanya maka lebih terkenal Imam Malik. Ini sangat disayangkan.
"Imam Syafi'i pernah mengkritik murid-murid Imam Laits karena muridnya tidak mendokumentasikan karya gurunya. Padahal saat itu Imam Laits dalam ilmu fikih lebih hebat dari Imam Malik, gurunya Imam Syafi'i," tandasnya. (Baca juga: Wabah Corona, Gus Baha: Jangan Takut dan Gelisah Berlebihan )
Di sana, Allah menjelaskan bahwa Ibrahim bukan Yahudi atau Nasrani . Karena sempat ada anggapan bahwa Ibrahim bapaknya orang Yahudi. Di sini, pengaruh anak-cucu yang besar pada tokoh yang sudah wafat.
Hal ini bermula ketika Nabi Ibrahim punya anak bernama Ishak. Ishak punya anak namanya Ya'qub, punya anak lagi Yusuf.
Ya'qub punya gelar Abu Israel. Dua belas suku dalam Bani Israel didasarkan atas dua belas putra Ya'qub. Saat wafat diberikan bendera Israel di makamnya. (Baca juga: Tausiyah Gus Baha Terkait "Sikap Netral", Simak Pesannya! )
"Ini timbul anggapan seakan Ibrahim pendirinya Yahudi karena punya cucu yang dianggap bapaknya orang Yahudi, identik dengan Israel. Sehingga Allah membela Ibrahim dengan kata Ma Kana Ibrahimu Yahudiyan," beber Gus Baha.
Kejadian lainnya, menurut Gus Baha, yaitu fenomena redupnya cahaya keilmuan Imam Laits bin Sa'ad. Nama aslinya Abu Harits Laits bin Sa'ad bin Abdurrahman, seorang ulama, ahli fikih, perawi hadis dan cendekiawan Muslim yang hidup pada kekuasaan Bani Umayyah.
Namun, karena muridnya tidak pandai dan tidak ada dokumentasi karyanya maka lebih terkenal Imam Malik. Ini sangat disayangkan.
"Imam Syafi'i pernah mengkritik murid-murid Imam Laits karena muridnya tidak mendokumentasikan karya gurunya. Padahal saat itu Imam Laits dalam ilmu fikih lebih hebat dari Imam Malik, gurunya Imam Syafi'i," tandasnya. (Baca juga: Wabah Corona, Gus Baha: Jangan Takut dan Gelisah Berlebihan )
(mhy)
Lihat Juga :