Inilah Rahasia Kecantikan Perempuan yang Jarang Diketahui
Minggu, 27 Desember 2020 - 09:12 WIB
loading...
A
A
A
Di dalam hadis lain, Rasulullah bersabda,
الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَة
"Dunia itu kesenangan (sampai satu waktu tertentu), dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita yang shaleh (HR. Muslim)
Nabi SAW memposisikan perempuan lebih berharga dari emas dan perak. Perempuan lebih utama dibanding tumpukan harta benda, apa pun jenis dan macamnya.
Diriwayatkan dari Tsauban, ia menuturkan “Ketika turun ayat tentang (ancaman siksaan) menumpuk-numpuk emas dan perak (yang tidak dibayarkan zakatnya), para sahabat bertanya,’Lantas harta apa yang pantas kita miliki ? ‘ Umar berkata, ‘Aku akan beritahukan hal itu pada kalian. Ia pun naik ke atas punggung ontanya, lalu menyusul Nabi SAW sedangkan aku mengikuti dari belakangnya. Umar bertanya,’Wahai Rasulullah, harta apa yang pantas kami miliki ?’ Beliau bersabda, ‘Hendaklah engkau memiliki hati yang senantiasa bersyukur, lisan yang terus berzikir, dan istri mukminah (wanita yang beriman) yang menolongmu dalam urusan akhirat. (Shahih Sunan Ibni Majah)
(Baca juga: Tim SAR Evakuasi Belasan Anak dan Bayi Usia Seminggu Korban Banjir di Cirebon )
Namun, mengutip pendapat Ustadz Amar Abdullah bin Syakir, banyak orang menunda-nunda dan bermalas-malasan menyambut arahan ini sembari mengemukakan berbagai justifikasi lemah. Alasannya, bahwa kecantikan membuatnya bisa menahan pandangan dari hal-hal yang haram, mempertahankan kesucian dirinya dan menjaga syahwatnya dari tindak penyimpangan.
Perempuan mengatakan, bahwa tak ada yang lebih mengerti dan lebih memahami keinginan-keinginan jiwa daripada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, tidak ada pula yang lebih mengetahui cara-cara menjinakkan syahwat daripada beliau. Andai logika kecantikan semata itu sudah benar, tentu beliau orang pertama yang menerapkannya, mengingatkannya dan menghasungnya. Akan tetapi beliau bersabda,
أَيُّمَا رَجُلٍ رَأَى امْرَأَةً تُعْجِبُهُ فَلْيَقُمْ إِلَى أَهْلِهِ فَإِنَّ مَعَهَا مِثْلَ الَّذِي مَعَهَا
Siapa pun lelaki melihat wanita yang membuatnya mengaguminya, hendaklah ia bangkit mendatangi istrinya. karena istrinya ini memiliki apa yang dimiliki wanita tersebut (HR. Ad-Darimiy)
(Baca juga: DPR Prediksi Nama Calon Kapolri Diserahkan Presiden Pertengahan Januari 2021 )
الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَة
"Dunia itu kesenangan (sampai satu waktu tertentu), dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita yang shaleh (HR. Muslim)
Nabi SAW memposisikan perempuan lebih berharga dari emas dan perak. Perempuan lebih utama dibanding tumpukan harta benda, apa pun jenis dan macamnya.
Diriwayatkan dari Tsauban, ia menuturkan “Ketika turun ayat tentang (ancaman siksaan) menumpuk-numpuk emas dan perak (yang tidak dibayarkan zakatnya), para sahabat bertanya,’Lantas harta apa yang pantas kita miliki ? ‘ Umar berkata, ‘Aku akan beritahukan hal itu pada kalian. Ia pun naik ke atas punggung ontanya, lalu menyusul Nabi SAW sedangkan aku mengikuti dari belakangnya. Umar bertanya,’Wahai Rasulullah, harta apa yang pantas kami miliki ?’ Beliau bersabda, ‘Hendaklah engkau memiliki hati yang senantiasa bersyukur, lisan yang terus berzikir, dan istri mukminah (wanita yang beriman) yang menolongmu dalam urusan akhirat. (Shahih Sunan Ibni Majah)
(Baca juga: Tim SAR Evakuasi Belasan Anak dan Bayi Usia Seminggu Korban Banjir di Cirebon )
Namun, mengutip pendapat Ustadz Amar Abdullah bin Syakir, banyak orang menunda-nunda dan bermalas-malasan menyambut arahan ini sembari mengemukakan berbagai justifikasi lemah. Alasannya, bahwa kecantikan membuatnya bisa menahan pandangan dari hal-hal yang haram, mempertahankan kesucian dirinya dan menjaga syahwatnya dari tindak penyimpangan.
Perempuan mengatakan, bahwa tak ada yang lebih mengerti dan lebih memahami keinginan-keinginan jiwa daripada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, tidak ada pula yang lebih mengetahui cara-cara menjinakkan syahwat daripada beliau. Andai logika kecantikan semata itu sudah benar, tentu beliau orang pertama yang menerapkannya, mengingatkannya dan menghasungnya. Akan tetapi beliau bersabda,
أَيُّمَا رَجُلٍ رَأَى امْرَأَةً تُعْجِبُهُ فَلْيَقُمْ إِلَى أَهْلِهِ فَإِنَّ مَعَهَا مِثْلَ الَّذِي مَعَهَا
Siapa pun lelaki melihat wanita yang membuatnya mengaguminya, hendaklah ia bangkit mendatangi istrinya. karena istrinya ini memiliki apa yang dimiliki wanita tersebut (HR. Ad-Darimiy)
(Baca juga: DPR Prediksi Nama Calon Kapolri Diserahkan Presiden Pertengahan Januari 2021 )
Lihat Juga :