Inilah Rahasia Kecantikan Perempuan yang Jarang Diketahui
Minggu, 27 Desember 2020 - 09:12 WIB
loading...
Rahasia kecantikan perempuan hanya diketahui oleh segelintir orang dari kaum lelaki yang memiliki keimananan yang mendalam, akal yang sadar dan perasaan peka yang mengetahui tempat-tempat kecantikan. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Ketika memilih perempuan untuk dinikahi, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menyebut ada empat hal syarat yang dapat mewujudkannya. Beliau menegaskan dalam sabdanya:
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
"Perempuan dinikahi lantaran empat hal ; yakni hartanya, garis keturunannya, kecantikannya dan agamanya, maka dapatkanlah wanita yang memiliki agama. Rugi engkau (bila tidak melaksanakan apa yang aku perintahkan) (HR. al-Bukhari)
(Baca juga: Jadilah Manusia yang Tidak Akan Merugi di Akhirat )
Dikutip dari pendapat Dr. Najah binti Ahmad Zhihar dalam kitabnya 'Ya Ma’syarar Rijal Rifqan bin Nisa’, ada sebagian orang memahami, bahwa kecantikanlah yang dianjurkan untuk diutamakan. Mereka lalai bahwa Rasulullah SAW hanya bermaksud menyebutkan kriteria-kriteria atau menjelaskan keinginan-keinginan umum kaum lelaki yang mendorong untuk menikahi perempuan.
Keinginan-keinginan ini ditolak oleh Rasulullah bila sebagai tolak ukur dalam menilai baik buruknya perempuan. Maka, di akhir hadis, Beliau menjelaskan barometer tepat dan akurat dalam memilih istri. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, …”maka dapatkanlah wanita yang memiliki agama. Rugi engkau (bila tidak melaksanakan apa yang aku perintahkan).”
(Baca juga: Peringatan Allah Tentang Tipu Daya Dunia dan Bahayanya )
Dr Najah menjelaskan secara rinci tentang frase bahasa dan susunan balaghah (retoris) barometer hadis tersebut, serta makna-makna yang tersirat darinya. Kalimat ini diungkapkan dengan kata kerja perintah dengan diawali huruf fa’ (فَاظْفَرْ, maka dapatkanlah), yang menambah kekuatan dorongan dan hasungan melakukan perbuatan ini dan tidak berlamban-lamban.
Di hadis lain, Rasulullah bersabda,
لَا تَزَوَّجُوْا النِّسَاءَ لِحُسْنِهِنَّ . فَعَسَى حُسْنُهُنَّ أَن يُرْدِيْهِنَّ . وَلَا تَزَوَّجُوْهُنَّ لِأَمْوَالِهِنَّ . فَعَسَى أَمْوَالِهِنَّ أَنْ تَطْغِيْهِنَّ . وَلَكِنْ تَزَوَّجُوْهُنَّ عَلَى الدِّيْنِ . وَلَأَمَةُ خَرْمَاءُ سَوْدَاءُ ذَاتُ دِيْنٍ أَفْضَلُ
"Janganlah kalian menikahi para wanita lantaran kecantikan mereka karena boleh jadi kecantikan itu menjerumuskan mereka. Dan jangan menikahi mereka karena harta mereka karena boleh jadi harta itu membuat mereka bertindak melampaui batas. Tapi nikahilah para wanita berdasarkan agamanya. Sungguh budak wanita yang telinganya cacat dan berkulit hitam namun memiliki agama itu lebih baik (HR. Ibnu Majah)
(Baca juga: Putri Raja dan Azab Pedih Karena Durhaka )
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
"Perempuan dinikahi lantaran empat hal ; yakni hartanya, garis keturunannya, kecantikannya dan agamanya, maka dapatkanlah wanita yang memiliki agama. Rugi engkau (bila tidak melaksanakan apa yang aku perintahkan) (HR. al-Bukhari)
(Baca juga: Jadilah Manusia yang Tidak Akan Merugi di Akhirat )
Dikutip dari pendapat Dr. Najah binti Ahmad Zhihar dalam kitabnya 'Ya Ma’syarar Rijal Rifqan bin Nisa’, ada sebagian orang memahami, bahwa kecantikanlah yang dianjurkan untuk diutamakan. Mereka lalai bahwa Rasulullah SAW hanya bermaksud menyebutkan kriteria-kriteria atau menjelaskan keinginan-keinginan umum kaum lelaki yang mendorong untuk menikahi perempuan.
Keinginan-keinginan ini ditolak oleh Rasulullah bila sebagai tolak ukur dalam menilai baik buruknya perempuan. Maka, di akhir hadis, Beliau menjelaskan barometer tepat dan akurat dalam memilih istri. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, …”maka dapatkanlah wanita yang memiliki agama. Rugi engkau (bila tidak melaksanakan apa yang aku perintahkan).”
(Baca juga: Peringatan Allah Tentang Tipu Daya Dunia dan Bahayanya )
Dr Najah menjelaskan secara rinci tentang frase bahasa dan susunan balaghah (retoris) barometer hadis tersebut, serta makna-makna yang tersirat darinya. Kalimat ini diungkapkan dengan kata kerja perintah dengan diawali huruf fa’ (فَاظْفَرْ, maka dapatkanlah), yang menambah kekuatan dorongan dan hasungan melakukan perbuatan ini dan tidak berlamban-lamban.
Di hadis lain, Rasulullah bersabda,
لَا تَزَوَّجُوْا النِّسَاءَ لِحُسْنِهِنَّ . فَعَسَى حُسْنُهُنَّ أَن يُرْدِيْهِنَّ . وَلَا تَزَوَّجُوْهُنَّ لِأَمْوَالِهِنَّ . فَعَسَى أَمْوَالِهِنَّ أَنْ تَطْغِيْهِنَّ . وَلَكِنْ تَزَوَّجُوْهُنَّ عَلَى الدِّيْنِ . وَلَأَمَةُ خَرْمَاءُ سَوْدَاءُ ذَاتُ دِيْنٍ أَفْضَلُ
"Janganlah kalian menikahi para wanita lantaran kecantikan mereka karena boleh jadi kecantikan itu menjerumuskan mereka. Dan jangan menikahi mereka karena harta mereka karena boleh jadi harta itu membuat mereka bertindak melampaui batas. Tapi nikahilah para wanita berdasarkan agamanya. Sungguh budak wanita yang telinganya cacat dan berkulit hitam namun memiliki agama itu lebih baik (HR. Ibnu Majah)
(Baca juga: Putri Raja dan Azab Pedih Karena Durhaka )
Lihat Juga :