Sepenggal Mutiara Kisah dari Aa Gym

loading...
Sepenggal Mutiara Kisah dari Aa Gym
Pengasuh Ponpes Daarut Tauhiid Bandung KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Foto/Ist
Dai kondang yang juga pengasuh Ponpes Daarut Tauhiid Bandung KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym menceritakan sebuah kisah penuh hikmah. Kisah ini layak dijadikan iktibar (pengajaran) untuk selalu berbuat baik dan senang memberi.

Dikisahkan, seorang Syaikh berjalan-jalan santai bersama salah seorang di antara murid-muridnya di sebuah kebun. Ketika tengah asyik berbincang, keduanya melihat sepasang sepatu yang sudah usang lagi lusuh. Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yang bertugas di sana, yang sebentar lagi akan segera menyelesaikan pekerjaannya.

(Baca Juga: Tausiyah Aa Gym Ini Bikin Semangat untuk Beribadah)

Sang murid melihat kepada syaikhnya sambil berujar: "Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dengan menyembunyikan sepatunya, kemudian kita bersembunyi di belakang pohon-pohon? Nanti ketika dia datang untuk memakai sepatunya kembali, dia akan kehilangannya. Kita lihat bagaimana dia kaget dan cemas!"

Syaikh yang bijak itu menjawab, "Ananda, tidak pantas kita menghibur diri dengan mengorbankan orang miskin. Kamu kan seorang yang kaya, dan kamu bisa saja menambah kebahagiaan untuk dirinya. Sekarang kamu coba memasukkan beberapa lembar uang kertas ke dalam sepatunya. Kemudian kamu saksikan bagaimana respons dari tukang kebun miskin itu."

Sang murid sangat takjub dengan usulan gurunya. Dia langsung saja berjalan dan memasukkan beberapa lembar uang ke dalam sepatu tukang kebun itu. Setelah itu dia bersembunyi di balik semak-semak bersama gurunya sambil mengintip apa yang akan terjadi dengan tukang kebun.

Tidak beberapa lama datanglah pekerja miskin itu sambil mengibas-ngibaskan kotoran dari pakaiannya. Dia menuju tempat sepatunya dia tinggalkan sebelum bekerja. Ketika dia mulai memasukkan kakinya ke dalam sepatu, dia menjadi terperanjat, karena ada sesuatu di dalamnya. Saat dia keluarkan ternyata uang Dia memeriksa sepatu yang satunya lagi, ternyata juga berisi uang. Dia memandang uang itu berulang-ulang, seolah-olah dia tidak percaya dengan penglihatannya.

Setelah dia memutar pandangannya ke segala penjuru dia tidak melihat seorangpun. Selanjutnya dia memasukkan uang itu ke dalam sakunya, lalu dia berlutut sambil melihat ke langit dan menangis. Dia berteriak dengan suara tinggi, seolah olah dia bicara kepada Allah Ar-Rozzaq.

"Aku bersyukur kepada Mu wahai Rabbku. Wahai Yang Maha Tahu bahwa istriku lagi sakit dan anak-anakku lagi kelaparan. Mereka belum mendapatkan makanan hari ini. Engkau telah menyelamatkanku, anak-anak dan istriku dari celaka."

Dia terus menangis dalam waktu cukup lama sambil memandangi langit sebagai ungkapan rasa syukurnya atas karunia dari Allah Yang Maha Pemurah Sang murid sangat terharu dengan pemandangan yang dia lihat di balik persembunyiannya. Air matanya meleleh tanpa dapat dia bendung.
halaman ke-1
cover top ayah
وَقَالَ الشَّيۡطٰنُ لَـمَّا قُضِىَ الۡاَمۡرُ اِنَّ اللّٰهَ وَعَدَكُمۡ وَعۡدَ الۡحَـقِّ وَوَعَدْتُّكُمۡ فَاَخۡلَفۡتُكُمۡ‌ؕ وَمَا كَانَ لِىَ عَلَيۡكُمۡ مِّنۡ سُلۡطٰنٍ اِلَّاۤ اَنۡ دَعَوۡتُكُمۡ فَاسۡتَجَبۡتُمۡ لِىۡ‌ ۚ فَلَا تَلُوۡمُوۡنِىۡ وَلُوۡمُوۡۤا اَنۡفُسَكُمۡ‌ ؕ مَاۤ اَنَا بِمُصۡرِخِكُمۡ وَمَاۤ اَنۡتُمۡ بِمُصۡرِخِىَّ‌ ؕ اِنِّىۡ كَفَرۡتُ بِمَاۤ اَشۡرَكۡتُمُوۡنِ مِنۡ قَبۡلُ‌ ؕ اِنَّ الظّٰلِمِيۡنَ لَهُمۡ عَذَابٌ اَ لِيۡمٌ
Dan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Sungguh, orang yang zhalim akan mendapat siksaan yang pedih.

(QS. Ibrahim:22)
cover bottom ayah
preload video