Ketika Menikah Tanpa Restu Orang Tua
Sabtu, 16 Januari 2021 - 05:00 WIB
loading...
Selagi masih bisa untuk mendapatkan ridha dari orang tua, berusahalah untuk mendapatkannya saat menikah karena dengan orang tua meridhai maka Allah akan membukakan pintu-pintu keridhaan yang menjadikan sebab kebahiagaan dalam rumah tangga. Foto ilustrasi/
A
A
A
Dalam beberapa tahun terakhir banyak informasi mengenai selebritas yang menikah tanpa ada restu orang tua. Fenomena apa ini dan bagaimana hal tersebut dapat terjadi? Lantas bagaimana menurut pandangan syariat tentang masalah pernikahan tanpa restu dari orang tua itu?
Baca juga: Kisah Sahabat yang Disuruh Rasulullah Menikah
Pernikahan sebenarnya adalah fitrah manusia . Maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini adalah dengan ‘aqad nikah (melalui jenjang pernikahan), bukan dengan cara yang amat kotor dan menjijikkan, seperti berpacaran, kumpul kebo, melacur, berzina, lesbi, homo, dan lain sebagainya yang telah menyimpang dan diharamkan oleh agama.
Sasaran utama dari disyari’atkannya pernikahan dalam Islam di antaranya adalah untuk membentengi martabat manusia dari perbuatan kotor dan keji, yang dapat merendahkan dan merusak martabat manusia yang luhur. Islam memandang pernikahan dan pembentukan keluarga sebagai sarana efektif untuk memelihara pemuda dan pemudi dari kerusakan, dan melindungi masyarakat dari kekacauan.
Baca juga: Jadikan Rumah sebagai 'Majelis Ilmu' Terbaik Bagi Anak
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.
“Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, Tirmidzi dan Nasai)
Baca juga: Doa Rasulullah Saat Terjadi Bencana Alam
Jadi, jika seorang muslim yang sudah siap menikah, maka segeralah menikah. Apalagi yang sudah memiliki pilihan yang sama sama saling menyukai dan mencintai. Namun, bagaimana bila pasangan yang sudah siap menikah ternyata tidak dikehendaki atau direstui oleh orang tuanya?
Baca juga: Kisah Sahabat yang Disuruh Rasulullah Menikah
Pernikahan sebenarnya adalah fitrah manusia . Maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini adalah dengan ‘aqad nikah (melalui jenjang pernikahan), bukan dengan cara yang amat kotor dan menjijikkan, seperti berpacaran, kumpul kebo, melacur, berzina, lesbi, homo, dan lain sebagainya yang telah menyimpang dan diharamkan oleh agama.
Sasaran utama dari disyari’atkannya pernikahan dalam Islam di antaranya adalah untuk membentengi martabat manusia dari perbuatan kotor dan keji, yang dapat merendahkan dan merusak martabat manusia yang luhur. Islam memandang pernikahan dan pembentukan keluarga sebagai sarana efektif untuk memelihara pemuda dan pemudi dari kerusakan, dan melindungi masyarakat dari kekacauan.
Baca juga: Jadikan Rumah sebagai 'Majelis Ilmu' Terbaik Bagi Anak
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.
“Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, Tirmidzi dan Nasai)
Baca juga: Doa Rasulullah Saat Terjadi Bencana Alam
Jadi, jika seorang muslim yang sudah siap menikah, maka segeralah menikah. Apalagi yang sudah memiliki pilihan yang sama sama saling menyukai dan mencintai. Namun, bagaimana bila pasangan yang sudah siap menikah ternyata tidak dikehendaki atau direstui oleh orang tuanya?
Lihat Juga :