Jadikan Rumah sebagai 'Majelis Ilmu' Terbaik Bagi Anak
Jum'at, 15 Januari 2021 - 16:18 WIB
loading...
Di rumah, anak menerima pembelajaran (riwayat) ilmu pertamanya. Aktifitas mereka pun sangat kompleks. Mereka melakukan aktivitas penuh pengulangan, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Dalam perspektif Islam , pendidikan anak adalah proses mendidik, mengasuh, dan melatih jasmani dan rohani mereka yang dilakukan orang tua sebagai tanggung jawabnya terhadap anak dengan berlandaskan nilai baik dan terpuji bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah.
Sistem pendidikan keluarga ini dipandang sebagai penentu masa depan anak. Sampai-sampai diibaratkan bahwa surga dan neraka anak tergantung terhadap orang tuanya. Maksudnya adalah untuk melahirkan anak yang menjadi generasi insan yang rabbani yang beriman, bertakwa dan beramal saleh adalah tanggung jawab orang tua.
Baca juga: Kaum Perempuan Dalam Bahaya Besar!
Sebagai amanah dari Allah Ta'ala yang harus dipertanggung-jawabkan oleh setiap orang tua dalam merawat, mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Karena itu, pendidikan perlu dilihat sebagai suatu proses yang berkesambungan dan berkembang. Dan serentak dengan perkembangan individu seorang anak, ia memperlajari apa saja yang ada dilingkungannya. Dengan kemahiran yang diperoleh anak akan mengaplikasikannya dalam konteks yang bermacam-macam dalam hidup kesehariannya disaat itu ataupun sebagai persiapan untuk kehidupannya di masa yang akan datang.
Jika anak yang dididik mengikuti ajaran Islam maka orang tua akan memperoleh ganjaran pahala yang besar dari hasil ketaatan mereka. Dan perlu diingat, semua anak di usia perkembangannya adalah seorang 'prawi' atau periwayat yang hebat, dari apa yang meriwayatkan kepadanya.
Baca juga: Doa Rasulullah Saat Terjadi Bencana Alam
Kenapa demikian? Semua anak terlahir dengan kesucian, namun orang-orang terdekatnyalah yang akan paling banyak memengaruhi 'ilmu' yang didapatkannya dalam kehidupan. Mulai dari lingkungan keluarga, bapak-ibunya, saudara, kakek-nenek, lingkungan sekolah dan tetangga di rumah. Merekalah sumber informasi ilmu anak.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
‘Seorang bayi tidak dilahirkan (ke dunia ini) melainkan ia berada dalam kesucian (fitrah). Kemudian kedua orang tuanyalah yang akan membuatnya menjadi Yahudi, Nashrani, ataupun Majusi -sebagaimana hewan yang dilahirkan dalam keadaan selamat tanpa cacat. Maka, apakah kalian merasakan adanya cacat? ‘ kemudian beliau membaca firman Allah yang berbunyi: ‘…tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah.’ (QS: Ar Ruum (30): 30). (HR. Bukhari)
Baca juga: Sifat Tawadhu Jalan Menuju Kedudukan Mulia
Sistem pendidikan keluarga ini dipandang sebagai penentu masa depan anak. Sampai-sampai diibaratkan bahwa surga dan neraka anak tergantung terhadap orang tuanya. Maksudnya adalah untuk melahirkan anak yang menjadi generasi insan yang rabbani yang beriman, bertakwa dan beramal saleh adalah tanggung jawab orang tua.
Baca juga: Kaum Perempuan Dalam Bahaya Besar!
Sebagai amanah dari Allah Ta'ala yang harus dipertanggung-jawabkan oleh setiap orang tua dalam merawat, mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Karena itu, pendidikan perlu dilihat sebagai suatu proses yang berkesambungan dan berkembang. Dan serentak dengan perkembangan individu seorang anak, ia memperlajari apa saja yang ada dilingkungannya. Dengan kemahiran yang diperoleh anak akan mengaplikasikannya dalam konteks yang bermacam-macam dalam hidup kesehariannya disaat itu ataupun sebagai persiapan untuk kehidupannya di masa yang akan datang.
Jika anak yang dididik mengikuti ajaran Islam maka orang tua akan memperoleh ganjaran pahala yang besar dari hasil ketaatan mereka. Dan perlu diingat, semua anak di usia perkembangannya adalah seorang 'prawi' atau periwayat yang hebat, dari apa yang meriwayatkan kepadanya.
Baca juga: Doa Rasulullah Saat Terjadi Bencana Alam
Kenapa demikian? Semua anak terlahir dengan kesucian, namun orang-orang terdekatnyalah yang akan paling banyak memengaruhi 'ilmu' yang didapatkannya dalam kehidupan. Mulai dari lingkungan keluarga, bapak-ibunya, saudara, kakek-nenek, lingkungan sekolah dan tetangga di rumah. Merekalah sumber informasi ilmu anak.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
‘Seorang bayi tidak dilahirkan (ke dunia ini) melainkan ia berada dalam kesucian (fitrah). Kemudian kedua orang tuanyalah yang akan membuatnya menjadi Yahudi, Nashrani, ataupun Majusi -sebagaimana hewan yang dilahirkan dalam keadaan selamat tanpa cacat. Maka, apakah kalian merasakan adanya cacat? ‘ kemudian beliau membaca firman Allah yang berbunyi: ‘…tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah.’ (QS: Ar Ruum (30): 30). (HR. Bukhari)
Baca juga: Sifat Tawadhu Jalan Menuju Kedudukan Mulia
Lihat Juga :