Bekerja dan Usaha: Begini Doa Memulai dan Mengakhiri Pekerjaan Sesuai Sunnah
Senin, 18 Januari 2021 - 16:15 WIB
loading...
A
A
A
Allaahummaghfir lii dzanbii, wa wassi’ khuluqii, wa thayyib lii kasabii, wa qanni’nii bimaa razaqtanii, wa laa tadz-hab qalbii ilaa syai-in sharraftahu ‘annii.
Artinya:
“Ya Allah, ampunillah dosaku, perluaslah (muliakanlah) akhlakku, berilah untukku pekerjaan yang baik, jadikanlah aku puas menerima apapun yang Engkau karuniakan kepadaku, dan janganlah Engkau buat hatiku mengingat apapun yang telah Engkau palingkan dariku.” (HR. Ibnu An-Najjar).
Baca juga: Berikut Contoh Redaksi Doa dan Istighfar Dalam Al-Qur'an dan Sunnah Nabi
Doa Selepas Bekerja
Sedangkan berikut doa selepas bekerja bisa dibaca ketika selesai jam kerja, saat keluar dari tempat kerja, atau ketika naik kendaraan hendak menuju ke rumah atau hunian.
اَللّهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُ بِكَ اَنْ اَضِلّ اَوْ أُضَلَّ اَوْ اَزِلَّ اَوْ أَظْلَمَ اَوْ أَجْهَلَ اَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ.
Allaahuma innii a’uudzubika an’adhilla, au’udholla, au’azilla, au’adzlama, au ajhala, au yujhala ‘alayya.
Artinya:
"Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu agar tidak tersesat atau disesatkan atau aku tergelincir atau digelincirkan atau aku berbuat dzalim atau didzalimi atau aku berbuat bodoh atau dibodohi" - (HR. Nasa’i, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah).
Baca juga: Begini Syarat-Syarat Istighfar dan Etikanya, Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Artinya:
“Ya Allah, ampunillah dosaku, perluaslah (muliakanlah) akhlakku, berilah untukku pekerjaan yang baik, jadikanlah aku puas menerima apapun yang Engkau karuniakan kepadaku, dan janganlah Engkau buat hatiku mengingat apapun yang telah Engkau palingkan dariku.” (HR. Ibnu An-Najjar).
Baca juga: Berikut Contoh Redaksi Doa dan Istighfar Dalam Al-Qur'an dan Sunnah Nabi
Doa Selepas Bekerja
Sedangkan berikut doa selepas bekerja bisa dibaca ketika selesai jam kerja, saat keluar dari tempat kerja, atau ketika naik kendaraan hendak menuju ke rumah atau hunian.
اَللّهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُ بِكَ اَنْ اَضِلّ اَوْ أُضَلَّ اَوْ اَزِلَّ اَوْ أَظْلَمَ اَوْ أَجْهَلَ اَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ.
Allaahuma innii a’uudzubika an’adhilla, au’udholla, au’azilla, au’adzlama, au ajhala, au yujhala ‘alayya.
Artinya:
"Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu agar tidak tersesat atau disesatkan atau aku tergelincir atau digelincirkan atau aku berbuat dzalim atau didzalimi atau aku berbuat bodoh atau dibodohi" - (HR. Nasa’i, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah).
Baca juga: Begini Syarat-Syarat Istighfar dan Etikanya, Menurut Al-Qur'an dan Hadis
(mhy)
Lihat Juga :