Rasulullah SAW Membaca Surat As-Sajdah dan Al-Insan di Subuh Jum’at
Jum'at, 22 Januari 2021 - 11:24 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 5 Keutamaan Membaca Shalawat di Hari Jumat
Sedangkan Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah tatkala ditanya tentang orang yang membaca surat As-Sajdah pada (salat subuh) hari Jumat, apakah yang dimaksudkan adalah sujud (tilawah)-nya sehingga boleh diganti dengan surat lain yang ada sujud (tilawah) nya, atau apakah yang dimaksudkan adalah suratnya? Maka beliau menjawab:
"Alhamdulillah, bahkan yang dimaksudkan adalah membaca kedua surat (Alit lam mim tanzil) dan (Hal ata'alal insan). Karena di dalam kedua surat tersebut ada keterangan tentang penciptaan Adam, terjadinya kiamat dan apa-apa yang mengiringinya, yang semua itu terjadi pada hari Jumat.
Dan yang dimaksud bukanlah sujud (tilawah)-nya. Maka jika seseorang berniat membaca surat (lain yang ada) sujudnya, itu tidak disukai. Dan Nabi membaca kedua surat itu, maka sunnah untuk membaca keduanya dengan sempurna. Tetapi tidak sepantasnya dilakukan secara terus-menerus, supaya orang yang bodoh tidak menyangka bahwa hal itu wajib.
Bahkan kadang-kadang hendaklah membaca surat-surat al Qur'an yang lain. Asy-Sya 'i dan Ahmad menyukai membaca kedua surat tersebut, sedangkan Malik dan Abu Hanifah tidak suka menyengaja membaca kedua surat itu" (Majmu' Fatawa XXIV/206).
Baca juga: Muslimah, Inilah Amalan Sunnah di Hari Jumat yang Sayang Bila Dilewatkan
Beda Pendapat
Ulama berbeda pendapat tentang hikmah membaca surat As-Sajdah dan Al-Insan di hari Jum’at. Perbedaan ini dapat dibagi menjadi dua.
Pertama, ulama yang berpendapat bahwa kesunahan membaca kedua surat itu didasarkan pada makna surat yang menceritakan ihwal penciptaan Nabi Adam dan hari kiamat.
Kedua, ulama yang berpendapat bahwa pembacaan surat As-Sajdah dianjurkan karena di dalamnya terdapat ayat sajadah yang dianjurkan sujud sajadah pada saat membacanya. Sebab itu, bagi ulama yang berpandangan seperti ini tidak membatasi kesunahan pada surat As-Sajdah dan Al-Insan saja. Surat apapun yang dibaca selama di dalamnya terdapat ayat sajadah, tetap dianjurkan untuk dibaca di hari Jum’at. Wallahu'alam.
Sedangkan Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah tatkala ditanya tentang orang yang membaca surat As-Sajdah pada (salat subuh) hari Jumat, apakah yang dimaksudkan adalah sujud (tilawah)-nya sehingga boleh diganti dengan surat lain yang ada sujud (tilawah) nya, atau apakah yang dimaksudkan adalah suratnya? Maka beliau menjawab:
"Alhamdulillah, bahkan yang dimaksudkan adalah membaca kedua surat (Alit lam mim tanzil) dan (Hal ata'alal insan). Karena di dalam kedua surat tersebut ada keterangan tentang penciptaan Adam, terjadinya kiamat dan apa-apa yang mengiringinya, yang semua itu terjadi pada hari Jumat.
Dan yang dimaksud bukanlah sujud (tilawah)-nya. Maka jika seseorang berniat membaca surat (lain yang ada) sujudnya, itu tidak disukai. Dan Nabi membaca kedua surat itu, maka sunnah untuk membaca keduanya dengan sempurna. Tetapi tidak sepantasnya dilakukan secara terus-menerus, supaya orang yang bodoh tidak menyangka bahwa hal itu wajib.
Bahkan kadang-kadang hendaklah membaca surat-surat al Qur'an yang lain. Asy-Sya 'i dan Ahmad menyukai membaca kedua surat tersebut, sedangkan Malik dan Abu Hanifah tidak suka menyengaja membaca kedua surat itu" (Majmu' Fatawa XXIV/206).
Baca juga: Muslimah, Inilah Amalan Sunnah di Hari Jumat yang Sayang Bila Dilewatkan
Beda Pendapat
Ulama berbeda pendapat tentang hikmah membaca surat As-Sajdah dan Al-Insan di hari Jum’at. Perbedaan ini dapat dibagi menjadi dua.
Pertama, ulama yang berpendapat bahwa kesunahan membaca kedua surat itu didasarkan pada makna surat yang menceritakan ihwal penciptaan Nabi Adam dan hari kiamat.
Kedua, ulama yang berpendapat bahwa pembacaan surat As-Sajdah dianjurkan karena di dalamnya terdapat ayat sajadah yang dianjurkan sujud sajadah pada saat membacanya. Sebab itu, bagi ulama yang berpandangan seperti ini tidak membatasi kesunahan pada surat As-Sajdah dan Al-Insan saja. Surat apapun yang dibaca selama di dalamnya terdapat ayat sajadah, tetap dianjurkan untuk dibaca di hari Jum’at. Wallahu'alam.
(mhy)
Lihat Juga :