6 Teladan Nabi Muhammad SAW dalam Memperlakukan Istri

Sabtu, 23 Januari 2021 - 12:30 WIB
loading...
6 Teladan Nabi Muhammad...
Ilustrasi/Ist
A A A
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS al-Ahzab [33]: 21).

Rasulullah SAW memang suri teladan yang baik. Indikator keteladanan beliau itu berbuat sebelum berucap (bersabda).

Baca juga: Inilah Keindahan Bidadari yang Digambarkan Al-Qur'an dan Rasulullah

Salah satu contoh, beliau bersabda: "Wanita itu dinikahi karena empat hal, yaitu karena hartanya, keturunannya (nasab), kecantikannya, dan agamanya. Maka, pilihlah yang karena agamanya niscaya akan beruntunglah kamu di dunia akhirat." (HR Bukhari, dari Abu Hurairah).

Jauh sebelum mengatakan hadis tunkahu al-Mar'ah tersebut, lalu menekankan pada agama, beliau sudah mengamalkan hadis itu terlebih dahulu. Misalnya, pernikahan beliau dengan Khadijah yang didasari hanya pada akhlak.

Khadijah tertarik pada sosok Rasulullah yang mulia itu. Khadijah mendengar perangai pemuda Muhammad yang al-Amin itu dari Maisaroh, pembantunya yang diutus berdagang ke Syam bersama Muhammad. Kejujuran dan akhlak Muhammad yang akhirnya memantapkan hati Khadijah.

Baca juga: Ini yang Membuat Sayyidah Khadijah Jatuh Cinta pada Nabi Muhammad

Muhammad pun menerima Khadijah bukan karena hartanya (limaaliha), melainkan semata-mata karena pertimbangan akhlak. Ketinggian akhlak Khadijah ini terbukti selama dia menjadi istri Rasulullah.

Meskipun dari sisi finansial Khadijah lebih tinggi kedudukannya dari Rasulullah, keponakan Waraqah bin Naufal itu tetap menjadi istri secara utuh, yakni menghormati dan memuliakan Muhammad sebagai suaminya.

Maka itu, dikatakan oleh sirah nabawiyah, pernikahan Rasulullah dan Khadijah adalah pernikahan yang paling indah dalam sejarah umat manusia. Sebab, pernikahan keduanya didasari pada akhlak (agama), bukan kekayaan, kecantikan, maupun keturunan.

Inilah kunci utama dari keteladanan (uswah) Rasulullah SAW, yaitu memberi contoh (berbuat) sebelum menyuruh (mengatakan). Ini pulalah 'hakikat keteladanan' yang harus melekat pada diri setiap umatnya.

Baca juga: Khadijah binti Khuwailid : Perempuan Bersih nan Suci, Cinta Sejati Rasulullah

Dalam hal memperlakukan istri Rasulullah SAW juga patut diteladani. Setidaknya ada enam teladan yang ditunjukkah Nabi.

Pertama, membantu melaksanakan pekerjaan keluarganya. Aisyah pernah ditanya: "Apa yang dilakukan Nabi saw. di rumahnya?" Aisyah menjawab: "Beliau ikut membantu melaksanakan pekerjaan keluarganya." (HR Bukhari)490

Kedua, mengajak istri-istrinya jika bepergian. Aisyah berkata: "Biasanya Nabi SAW apabila ingin melakukan suatu perjalanan, beliau melakukan undian di antara para istri. Barangsiapa yang keluar nama/nomor undiannya, maka dialah yang ikut pergi bersama Rasulullah SAW.' (HR Bukhari dan Muslim)

Ketiga, menyambut kedatangan mereka ketika beliau melakukan i'tikaf Shafiyyah , istri Nabi SAW, menceritakan bahwa dia datang mengunjungi Rasulullah SAW ketika beliau sedang melakukan i'tikaf pada hari sepuluh yang terakhir dari bulan Ramadhan.

Baca juga: Shafiyah yang Terpelajar, Penyabar dan Lemah Lembut

Dia berbicara dekat beliau beberapa saat, kemudian berdiri untuk kembali. Nabi SAW juga ikut berdiri untuk mengantarkannya."

Dalam satu riwayat dikatakan: "Nabi SAW berada di masjid. Di samping beliau ada para istri beliau. Kemudian mereka pergi (pulang). Lantas Nabi SAW berkata kepada Shafiyyah binti Huyay: 'Jangan terburu-buru, agar aku dapat pulang bersamamu'") (HR Bukhari dan Muslim)

Baca juga: Sayyidah Shafiyah binti Huyai, Istri Rasulullah Keturunan Nabi Harun

Keempat, keberatan menerima undangan makan kecuali dengan istrinya.

Anas mengatakan bahwa tetangga Rasulullah SAW --seorang Persia-- pintar sekali membuat masakan gulai. Pada suatu hari dia membuatkan masakan gulai yang enak untuk Rasulullah SAW. Lalu dia datang menemui Rasululiah SAW. untuk mengundang makan beliau.

Beliau bertanya: "Bagaimana dengan ini? (maksudnya Aisyah)."

Orang itu menjawab: "Tidak."

Rasulullah SAW berkata: "(Kalau begitu) aku juga tidak mau."

Orang itu kembali mengundang Rasulullah SAW. Rasulullah saw bertanya: "Bagaimana dengan ini?" Orang itu menjawab: "Tidak."

Rasulullah kembali berkata: "Kalau begitu, aku juga tidak mau."

Kemudian, orang itu kembali mengundang Rasulullah SAW dan Rasulullah SAW kembali bertanya: "Bagaimana dengan ini?"

Pada yang ketiga kalinya ini orang Persia itu mengatakan: "Ya."

Akhirnya mereka bangun dan segera berangkat ke rumah laki-laki itu." (HR Muslim)494

Baca juga: Ketika Sayyidah Aisyah Difitnah Selingkuh Oleh Kaum Munafik, Apa Respons Nabi?

Kelima, menyediakan tempat duduk yang empuk di atas kendaraan istrinya dan menjadikan lututnya sebagai tangga istrinya untuk naik ke atas kendaraan.

Dari Anas, dia berkata: "Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi SAW menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah. Kemudian beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau sehingga dia bisa menaiki unta tersebut." (HR Bukhari)

Keenam, beliau menawari istrinya menyaksikan permainan orang-orang Habasyah dan ikut berdiri menonton sampai istrinya minta pulang.

Dari Aisyah, dia berkata: "Pada suatu hari raya orang-orang berkulit hitam mempertontonkan permainan perisai dan lembing. Aku tidak ingat apakah aku yang meminta atau Nabi SAW sendiri yang berkata padaku: 'Apakah aku ingin melihatnya?'

Aku jawab: 'Ya.' Lalu beliau menyuruhku berdiri di belakangnya. Pipiku menempel ke pipi beliau.

Beliau berkata: 'Teruskan main kalian, wahai Bani Arfidah (julukan orang-orang Habsyah)!' Hingga ketika aku sudah merasa bosan beliau bertanya: 'Apakah kamu sudah puas?'

Aku jawab: 'Ya.' Beliau berkata: 'Kalau begitu, pergilah!'" (HR Bukhari dan Muslim)

Baca juga: Ketika Sayyidah Aisyah Tak Diberi Minuman Oleh Rasulullah
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menelusuri Jejak Kehidupan...
Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah
Menjadikan Rasulullah...
Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Kiblat Ekonomi Umat
Kisah Rasulullah SAW...
Kisah Rasulullah SAW Menyembelih 100 Unta setelah Melaksanakan Haji Wada
Rasulullah SAW Pernah...
Rasulullah SAW Pernah Menunda Ibadah Haji Hingga 4 Tahun, Begini Kisahnya!
Jejak Sejarah Ibadah...
Jejak Sejarah Ibadah Umrah Rasulullah SAW, Hanya 4 Kali Seumur Hidup
Diplomasi Perang ala...
Diplomasi Perang ala Rasulullah SAW: Strategi Cerdas di Balik Kemenangan
Rekomendasi
Jenis Anjing Pelacak...
Jenis Anjing Pelacak yang Dipakai Polisi untuk Bongkar Kejahatan
Burung Dataran Tinggi...
Burung Dataran Tinggi Berevolusi untuk Perlindungan dari Dingin Ekstrem
Kebakaran Hutan di Yunani...
Kebakaran Hutan di Yunani Terus Meluas Akibat Cuaca Panas
Artikel Terkini
Luncurkan Aplikasi Gerakan...
Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Hidayatullah Perkuat Filantropi Islam Berbasis Digital
Kumpulan Doa Tolak Bala...
Kumpulan Doa Tolak Bala agar Terhindar dari Musibah, Penyakit, dan Kesulitan Hidup
Kepercayaan Bulan Safar...
Kepercayaan Bulan Safar Membawa Sial, Termasuk Khurafat? Ini Penjelasannya
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Sejarah Perang Al-Abwa:...
Sejarah Perang Al-Abwa: Perang Pertama dalam Islam yang Terjadi pada Bulan Safar
Mengapa Safar Dijuluki...
Mengapa Safar Dijuluki Bulan Perang? Simak 9 Peristiwa Bersejarah Islam Ini
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved