Ini Penyebab Retaknya Hubungan Khalifah Ali bin Abi Thalib dan Siti Aisyah
Minggu, 24 Januari 2021 - 14:09 WIB
loading...
A
A
A
Untunglah ketika itu ia dijumpai oleh Shafwan bin Mu'atthal, yang berangkat pulang lebih belakangan. Bukan main terkejutnya Shafwan melihat Ummul Mukminin seorang diri di tengah-tengah padang pasir. Isteri Rasulullah s.a.w. itu dipersilakan naik ke atas unta, sedangkan Shafwan sendiri berjalan kaki sambil menuntun.
Siang hari mereka berdua baru memasuki kota Madinah dengan disaksikan oleh orang banyak. Semuanya heran mengapa Ummul Mukminin mengendarai unta seorang pemuda yang tampan itu.
Baca juga: Menolak Jadi Khalifah, Ali bin Abi Thalib: Aku Lebih Baik Jadi Wazir
Mengenai kejadian itu Rasulullah s.a.w. pada mulanya tidak pernah berpikir lebih jauh. Akan tetapi secara diam-diam peristiwa itu menjadi pembicaraan orang ramai dan menjadi buah bibir yang dibisik-bisikkan orang dalam tiap kesempatan. Sumber utama yang menyiarkan desas-desus tuduhan Sitti Aisyah berbuat serong ialah seorang munafik bernama Abdullah bin Ubaiy .
Desas-desus itu akhirnya sampai ke telinga Rasulullah s.a.w. Berita santer tentang hal itu sangat menggelisahkan hati beliau. Kemudian beliau minta pendapat para sahabat mengenai hal itu.
Konon Usamah bin Zaid sama sekali tidak dapat mempercayai benarnya desas-desus itu. Sedang Ali bin Abi Thalib waktu itu mengatakan: "Ya Rasulullah, masih banyak wanita lain!"
Ali bin Abi Thalib mengucapkan kata-kata itu hanya sekadar untuk berusaha menenangkan perasaan Rasulullah s.a.w. yang tampak gelisah.
Ucapan itulah yang kemudian menjadi sebab retaknya hubungan baik antara Sitti Aisyah dengan Ali bin Abi Thalib. Ucapan tersebut oleh Sitti Aisyah r.a. dirasakan sangat menusuk hati, sedang Ali bin Abi Thalib sendiri selama itu tidak pernah berubah sikap terhadap Sitti Aisyah r.a. Ia senantiasa hormat kepada Ummul Mukminin.
Baca juga: Ketika Sayyidah Aisyah Difitnah Selingkuh Oleh Kaum Munafik, Apa Respons Nabi?
Lebih-lebih setelah peristiwa Ifk itu terselesaikan dengan tuntas berdasarkan turunnya firman Allah s.w.t. yang menegaskan, bahwa Sitti Aisyah bersih dari perbuatan nista seperti yang dituduhkan orang.
Gara-gara Haditsul Ifk itulah, Sitti Aisyah r.a. sangat kecewa mendengar Ali bin Abi Thalib r.a. dibai'at sebagai Khalifah oleh penduduk Madinah. Setibanya di Makkah ia berniat hendak menentang pembai'atan Ali bin Abi Thalib r.a.
Siang hari mereka berdua baru memasuki kota Madinah dengan disaksikan oleh orang banyak. Semuanya heran mengapa Ummul Mukminin mengendarai unta seorang pemuda yang tampan itu.
Baca juga: Menolak Jadi Khalifah, Ali bin Abi Thalib: Aku Lebih Baik Jadi Wazir
Mengenai kejadian itu Rasulullah s.a.w. pada mulanya tidak pernah berpikir lebih jauh. Akan tetapi secara diam-diam peristiwa itu menjadi pembicaraan orang ramai dan menjadi buah bibir yang dibisik-bisikkan orang dalam tiap kesempatan. Sumber utama yang menyiarkan desas-desus tuduhan Sitti Aisyah berbuat serong ialah seorang munafik bernama Abdullah bin Ubaiy .
Desas-desus itu akhirnya sampai ke telinga Rasulullah s.a.w. Berita santer tentang hal itu sangat menggelisahkan hati beliau. Kemudian beliau minta pendapat para sahabat mengenai hal itu.
Konon Usamah bin Zaid sama sekali tidak dapat mempercayai benarnya desas-desus itu. Sedang Ali bin Abi Thalib waktu itu mengatakan: "Ya Rasulullah, masih banyak wanita lain!"
Ali bin Abi Thalib mengucapkan kata-kata itu hanya sekadar untuk berusaha menenangkan perasaan Rasulullah s.a.w. yang tampak gelisah.
Ucapan itulah yang kemudian menjadi sebab retaknya hubungan baik antara Sitti Aisyah dengan Ali bin Abi Thalib. Ucapan tersebut oleh Sitti Aisyah r.a. dirasakan sangat menusuk hati, sedang Ali bin Abi Thalib sendiri selama itu tidak pernah berubah sikap terhadap Sitti Aisyah r.a. Ia senantiasa hormat kepada Ummul Mukminin.
Baca juga: Ketika Sayyidah Aisyah Difitnah Selingkuh Oleh Kaum Munafik, Apa Respons Nabi?
Lebih-lebih setelah peristiwa Ifk itu terselesaikan dengan tuntas berdasarkan turunnya firman Allah s.w.t. yang menegaskan, bahwa Sitti Aisyah bersih dari perbuatan nista seperti yang dituduhkan orang.
Gara-gara Haditsul Ifk itulah, Sitti Aisyah r.a. sangat kecewa mendengar Ali bin Abi Thalib r.a. dibai'at sebagai Khalifah oleh penduduk Madinah. Setibanya di Makkah ia berniat hendak menentang pembai'atan Ali bin Abi Thalib r.a.
Lihat Juga :