Ini Penyebab Retaknya Hubungan Khalifah Ali bin Abi Thalib dan Siti Aisyah
Minggu, 24 Januari 2021 - 14:09 WIB
loading...
Ilustrasi Ali Bin Abi Thalib/Ist/mhy
A
A
A
SETELAH menjelaskan kegiatan fitnah yang dilakukan Muawiyah di Syam, Khalifah Ali bin Abi Thalib ra mengemukakan gagasan untuk mencegah meluasnya fitnah yang berbahaya itu.
Gagasan yang dikemukakan Khalifah Ali bin Abi Thalib ternyata mendapat sambutan dingin. Bahkan Thalhah dan Zubair , yang merupakan tokoh-tokoh terdini membai'at Ali bin Abi Thalib, dengan alasan hendak berangkat umrah ke Makkah , menyatakan tak dapat memenuhi ajakan Khalifah Ali bin Abi Thalib.
Baca juga: Kampanye Keji untuk Menumbangkan Kekhalifahan Ali bin Abi Thalib
Penolakan terselubung yang dikemukakan Thalhah dan Zubair ternyata mempunyai ekor yang panjang dan tambah merawankan kedudukan Khalifah Ali bin Abi Thalib sebagai Amirul Mukminin.
H.M.H. Al Hamid Al Husaini dalam bukunya berjudul " Sejarah Hidup Imam Ali bin Abi Thalib r.a. " memaparkan sejak terbai'atnya Ali bin Abi Thalib kini kota Makkah menjadi tempat berkumpulnya tokoh-tokoh yang terkena tindakan penertiban Amirul Mukminin, terutama mereka yang berasal dari kalangan Bani Umayyah. Di antara mereka termasuk Marwan bin Al-Hakam yang cepat-cepat meninggalkan Madinah.
Haditsul ifk
Kini Thalhah dan Zubair berangkat pula ke Makkah. Ketika itu, Sitti Aisyah r.a. juga berada di Makkah setelah menunaikan ibadah haji . Beberapa waktu sesudah terbunuhnya Khalifah Utsman ra , ia mendengar desas-desus, bahwa Thalhah bin Ubaidillah terbai'at sebagai Khalifah pengganti Utsman r.a. Mendengar selentingan itu ia segera mengambil putusan untuk cepat-cepat kembali ke Madinah.Tetapi di tengah perjalanan, ia menerima kabar pasti, bahwa yang terbai'at sebagai Khalifah bukannya Thalhah, melainkan Ali bin Abi Thalib r.a.
Begitu mendengar kepastian demikian; ia membatalkan rencana pulang ke Madinah. Ia kembali ke Makkah. Hatinya sangat masgul mendengar berita itu.
Baca juga: Begini Nasib Sahabat Nabi yang Menolak Membaiat Ali sebagai Khalifah
Sudah menjadi rahasia umum, bahwa sejak terjadinya peristiwa yang dalam sejarah dikenal dengan nama Haditsul ifk, Sitti Aisyah sukar berbaik-baik kembali dengan Ali bin Abi Thalib.
Peristiwa itu terjadi ketika Rasulullah s.a.w. melancarkan ekspedisi terhadap kaum kafir dari Banu Musthaliq. Dalam ekspedisi itu beliau mengajak isterinya, Sitti Aisyah. Dalam perjalanan pulang ke Madinah , Sitti Aisyah ketinggalan dari rombongan, gara-gara mencari barang perhiasannya yang hilang di perjalanan.
Gagasan yang dikemukakan Khalifah Ali bin Abi Thalib ternyata mendapat sambutan dingin. Bahkan Thalhah dan Zubair , yang merupakan tokoh-tokoh terdini membai'at Ali bin Abi Thalib, dengan alasan hendak berangkat umrah ke Makkah , menyatakan tak dapat memenuhi ajakan Khalifah Ali bin Abi Thalib.
Baca juga: Kampanye Keji untuk Menumbangkan Kekhalifahan Ali bin Abi Thalib
Penolakan terselubung yang dikemukakan Thalhah dan Zubair ternyata mempunyai ekor yang panjang dan tambah merawankan kedudukan Khalifah Ali bin Abi Thalib sebagai Amirul Mukminin.
H.M.H. Al Hamid Al Husaini dalam bukunya berjudul " Sejarah Hidup Imam Ali bin Abi Thalib r.a. " memaparkan sejak terbai'atnya Ali bin Abi Thalib kini kota Makkah menjadi tempat berkumpulnya tokoh-tokoh yang terkena tindakan penertiban Amirul Mukminin, terutama mereka yang berasal dari kalangan Bani Umayyah. Di antara mereka termasuk Marwan bin Al-Hakam yang cepat-cepat meninggalkan Madinah.
Haditsul ifk
Kini Thalhah dan Zubair berangkat pula ke Makkah. Ketika itu, Sitti Aisyah r.a. juga berada di Makkah setelah menunaikan ibadah haji . Beberapa waktu sesudah terbunuhnya Khalifah Utsman ra , ia mendengar desas-desus, bahwa Thalhah bin Ubaidillah terbai'at sebagai Khalifah pengganti Utsman r.a. Mendengar selentingan itu ia segera mengambil putusan untuk cepat-cepat kembali ke Madinah.Tetapi di tengah perjalanan, ia menerima kabar pasti, bahwa yang terbai'at sebagai Khalifah bukannya Thalhah, melainkan Ali bin Abi Thalib r.a.
Begitu mendengar kepastian demikian; ia membatalkan rencana pulang ke Madinah. Ia kembali ke Makkah. Hatinya sangat masgul mendengar berita itu.
Baca juga: Begini Nasib Sahabat Nabi yang Menolak Membaiat Ali sebagai Khalifah
Sudah menjadi rahasia umum, bahwa sejak terjadinya peristiwa yang dalam sejarah dikenal dengan nama Haditsul ifk, Sitti Aisyah sukar berbaik-baik kembali dengan Ali bin Abi Thalib.
Peristiwa itu terjadi ketika Rasulullah s.a.w. melancarkan ekspedisi terhadap kaum kafir dari Banu Musthaliq. Dalam ekspedisi itu beliau mengajak isterinya, Sitti Aisyah. Dalam perjalanan pulang ke Madinah , Sitti Aisyah ketinggalan dari rombongan, gara-gara mencari barang perhiasannya yang hilang di perjalanan.
Lihat Juga :