Ghaziyah binti Jabir : Muslimah yang Tegar di Jalan Dakwah
Kamis, 28 Januari 2021 - 17:12 WIB
loading...
Cara Ghaziyah berdakwah sebagai bukti pembelaan dirinya dan loyalitas terhadap Islam. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Nama Ghaziyah binti Jabir atau Ghuzaiyyah sangat populer di kalangan perempuan Quraisy . Apa pasal? Karena berkat muslimah yang dikenal dengan nama Ummu Syuraik ini, dakwah Islam terus berkembang di kalangan suku tersebut.
Kisah yang paling menakjubkan tentang Ghaziyah yakni teguh pada jalan dakwahnya mengenalkan Islam dan keyakinannya yang kuat terhadap Rabb-nya yang tinggi. Cara berdakwah yang ia tempuh, adalah mengajak para perempuan Quraisy mengenal Islam dan mendorong mereka agar memasukinya. Caranya berdakwah sebagai bukti pembelaan dirinya dan loyalitas terhadap Islam.
Baca juga: Allah Akan Tahan Bencana Bila Manusia Banyak Bertaubat
Hingga mantaplah iman di dalam hatinya dan memahami kewajiban dirinya terhadap Islam. Sehingga mempersembahkan hidupnya untuk menyebarkan dakwah tauhid, meninggikan kalimat Allah dan mengibarkan panji laa ilaha illallahu Muhammad Rasulullah.
Ghaziyah pun tahu akan resiko dan konsekuensi yang akan menimpanya, baik pengorbanan harta, derita, gangguan ataupun siksaan terhadap jiwa. Hingga suatu hari terujilah keimanannya. Ia dibawa ke sebuah tempat dengan mengendarai unta lemah yang sangat buruk dan kasar. Kemudian hanya diberi makan dan madu, tanpa diberi satu tetes airpun untuk diminum. Hingga manakala panas matahari menyengat kulit, wanita mulia ini mendapatkan pukulan dan hantaman.
Baca juga: Membaca Al-Qur'an Menenangkan Hati
Begitu kejamnya orang-orang kafir menyiksanya. Mereka memaksa Ummu Syuraik untuk segera meninggalkan agama Islam. Namun perempuan mulia ini tak menghiraukan sakit dan cambukan yang mendera, hanya mengangkat telunjuk ke langit sebagai isyarat tauhid.
Di saat titik nadir, wanita yang teguh ini hanya pasrah kepada Sang Penggenggam nyawanya. Baginya kematian bukanlah hal yang ditakuti. Keajaiban pun terjadi, inilah bentuk pertolongan Allah kepada Ummu Syuraik. Di saat panas terik dan hantaman cambukan, justru dadanya merasakan dinginnya ember yang berisikan air. Ember itu terangkat dan terlihat menggantung dari langit ketujuh.
Baca juga: Jalan Menjadi Muslimah Kaffah : Ikhlas Beramal Hanya Karena Allah
Saat Ghaziyah ingin meminumnya lagi, ember itu terjulur mendekat. Seolah ember itu tahu kebutuhannya yang tak mampu bangkit karena siksa yang amat berat padanya. Hal itu berulang terus hingga ketiga kalinya. Lalu beliau mengguyurkan air ke kepalanya dan membasahi sekujur tubuhnya.
Pada saat yang sama, peristiwa itu pun dilihat orang-orang Quraisy. Mereka pun takjub ketika melihat sekujur tubuh Ghaziyah basah. Padahal kondisi begitu mengenaskan, tanpa bisa bergerak bebas sedikit pun. Kemudian Ummu Syuraik menjelaskan kepada mereka bahwa kejadian tersebut adalah bentuk pertolongan Allah Ta’ala yang diberikan untuk dirinya. Orang-orang kafir Quraisy semakin takjub ketika mendapati ember-ember mereka masih tertutup rapat belum terkurangi airnya. Maka jiwa bengis dan kemarahan orang-orang yang menyiksa Ummu Syuraik seketika luruh. Karena kekuatan Allah , para musuh saat itu mulai beriman dan menyatakan diri masuk agama Islam.
Baca juga: Kunjungi RSUD Kramat Jati, Anies Pastikan Sejak Awal Pandemi Sudah Diantisipasi
Itulah Kehidupan Ghaziyah atau Ummu Syuraik. Keyakinannya terhadap Islam dan Rabb-nya begitu menginspirasi umat, khususnya kaum hawa. Karena dakwah bukan hanya dalam genggaman kaum Adam, melainkan kewajiban umat Islam seluruhnya. Berdakwah membela dan menegakkan syari’at Allah adalah kewajiban bersama.
Kisah yang paling menakjubkan tentang Ghaziyah yakni teguh pada jalan dakwahnya mengenalkan Islam dan keyakinannya yang kuat terhadap Rabb-nya yang tinggi. Cara berdakwah yang ia tempuh, adalah mengajak para perempuan Quraisy mengenal Islam dan mendorong mereka agar memasukinya. Caranya berdakwah sebagai bukti pembelaan dirinya dan loyalitas terhadap Islam.
Baca juga: Allah Akan Tahan Bencana Bila Manusia Banyak Bertaubat
Hingga mantaplah iman di dalam hatinya dan memahami kewajiban dirinya terhadap Islam. Sehingga mempersembahkan hidupnya untuk menyebarkan dakwah tauhid, meninggikan kalimat Allah dan mengibarkan panji laa ilaha illallahu Muhammad Rasulullah.
Ghaziyah pun tahu akan resiko dan konsekuensi yang akan menimpanya, baik pengorbanan harta, derita, gangguan ataupun siksaan terhadap jiwa. Hingga suatu hari terujilah keimanannya. Ia dibawa ke sebuah tempat dengan mengendarai unta lemah yang sangat buruk dan kasar. Kemudian hanya diberi makan dan madu, tanpa diberi satu tetes airpun untuk diminum. Hingga manakala panas matahari menyengat kulit, wanita mulia ini mendapatkan pukulan dan hantaman.
Baca juga: Membaca Al-Qur'an Menenangkan Hati
Begitu kejamnya orang-orang kafir menyiksanya. Mereka memaksa Ummu Syuraik untuk segera meninggalkan agama Islam. Namun perempuan mulia ini tak menghiraukan sakit dan cambukan yang mendera, hanya mengangkat telunjuk ke langit sebagai isyarat tauhid.
Di saat titik nadir, wanita yang teguh ini hanya pasrah kepada Sang Penggenggam nyawanya. Baginya kematian bukanlah hal yang ditakuti. Keajaiban pun terjadi, inilah bentuk pertolongan Allah kepada Ummu Syuraik. Di saat panas terik dan hantaman cambukan, justru dadanya merasakan dinginnya ember yang berisikan air. Ember itu terangkat dan terlihat menggantung dari langit ketujuh.
Baca juga: Jalan Menjadi Muslimah Kaffah : Ikhlas Beramal Hanya Karena Allah
Saat Ghaziyah ingin meminumnya lagi, ember itu terjulur mendekat. Seolah ember itu tahu kebutuhannya yang tak mampu bangkit karena siksa yang amat berat padanya. Hal itu berulang terus hingga ketiga kalinya. Lalu beliau mengguyurkan air ke kepalanya dan membasahi sekujur tubuhnya.
Pada saat yang sama, peristiwa itu pun dilihat orang-orang Quraisy. Mereka pun takjub ketika melihat sekujur tubuh Ghaziyah basah. Padahal kondisi begitu mengenaskan, tanpa bisa bergerak bebas sedikit pun. Kemudian Ummu Syuraik menjelaskan kepada mereka bahwa kejadian tersebut adalah bentuk pertolongan Allah Ta’ala yang diberikan untuk dirinya. Orang-orang kafir Quraisy semakin takjub ketika mendapati ember-ember mereka masih tertutup rapat belum terkurangi airnya. Maka jiwa bengis dan kemarahan orang-orang yang menyiksa Ummu Syuraik seketika luruh. Karena kekuatan Allah , para musuh saat itu mulai beriman dan menyatakan diri masuk agama Islam.
Baca juga: Kunjungi RSUD Kramat Jati, Anies Pastikan Sejak Awal Pandemi Sudah Diantisipasi
Itulah Kehidupan Ghaziyah atau Ummu Syuraik. Keyakinannya terhadap Islam dan Rabb-nya begitu menginspirasi umat, khususnya kaum hawa. Karena dakwah bukan hanya dalam genggaman kaum Adam, melainkan kewajiban umat Islam seluruhnya. Berdakwah membela dan menegakkan syari’at Allah adalah kewajiban bersama.
Lihat Juga :