Muhammad Imaduddin Abdulrahim Tentang Tauhid (6)

Belajar dari Fir'aun dan Namruz: Pemegang Kekuasaan yang Menjadi Musyrik

loading...
Belajar dari Firaun dan Namruz: Pemegang Kekuasaan yang Menjadi Musyrik
Ilustrasi/Ist
Pangkat itu selalu sebanding dengan kekuasaan atau pengaruh. Apabila kekuasaan yang mengiringi pangkat itu tidak seimbang dengan kekuasaan pengawalnya (kontrol), yang biasanya disebabkan oleh terjadinya hubung-singkat antara kepemimpinan politik dengan kepemimpinan militer, akan mudah sekali menyebabkan pemegang pangkat tersebut menjadi musyrik .

Baca juga: Trinita Tuhan-Tuhan Tandingan yang Disembah Manusia Sejak Zaman Awal

Muhammad Imaduddin Abdulrahim (1931-2008) dalam buku Kuliah Tauhid yang diterbitkan oleh Pustaka-Perpustakaan Salman ITB (1980) memaparkan dalam sejarah kemanusiaan sering terbukti, bahwa pemimpin yang mengalami hal tersebut akan menganggap pangkat yang diperolehnya adalah prestasi pribadinya semata, maka mulailah ia mempertuhankan dirinya sendiri.

Rakyat yang seyogyanya dipimpinnya, serta negara yang dipercayakan kepadanya akan dianggapnya milik pribadinya. Ingatlah kaisar Perancis, Louis ke-XIV, yang berani berkata: "L'etat, c'est Moi" (Negara, itulah Aku). Louis telah menganggap negara sebagai milik pribadinya.



Tokoh yang sangat populer dalam hal ini dari sejarah kuno, sehingga berulang kali diceritakan di dalam al-Qur'an ialah Fir'aun dari Mesir, dan Namrud dari Mesopotamia.

Baca juga: Syahwat Sebagai Ilah: Nabi Yusuf Pilih Penjara daripada Seks Menyimpang

Fir'aun
Fir'aun, yang oleh kegagahannya dan keberhasilannya dalam menjayakan negeri Mesir semasa Nabi Musa dilahirkan, telah berani menganggap dirinya paling berkuasa. Rakyat, yang pada mulanya terbius oleh kekaguman akan pemimpin hebat ini menerima saja segala tuntutan Fir'aun.

Akhirnya, Fir'aun menobatkan dirinya menjadi tuhan, atau maharaja, pembuat dan penentu hukum, maka semua keinginan dan titahnya menjadi undang-undang kerajaan Mesir ketika itu.

Rakyat akhirnya ditindas oleh Fir'aun, yang sudah mulai menganggap dirinya tidak pernah bersalah.
halaman ke-1
cover top ayah
فَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ وَكُنۡ مِّنَ السّٰجِدِيۡنَۙ‏
maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah engkau di antara orang yang bersujud (shalat),

(QS. Al-Hijr:98)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video