Cara Rasulullah Membaca Al-Qur'an Memukau Sahabat
Rabu, 03 Februari 2021 - 08:20 WIB
loading...
A
A
A
Membaca dengan tartil itu mustahab, walaupun tidak dipahami artinya. Ibnu Abbas berkata, "Membaca Surat Al-Qari'ah dan Idzaa Zulzilat... dengan tartil lebih baik bagiku daripada membaca Al-Qur'an Al-Baqarah atau Ali Imran tanpa tartil."
Syekh Abdul Aziz menulis di dalam tafsirnya bahwa arti asal tartil adalah membaca dengan terang dan jelas. Sedangkan artinya menurut syar'i adalah membaca Al-Qur'an dengan tertib seperti di bawah ini:
1. Setiap huruf harus diucapkan dengan makhraj yang benar, sehingga ط (tho’) tidak dibaca تَ (ta’) dan ضَ (dho') tidak dibaca ظ (zho).
2. Berhenti pada tempat yang benar, sehingga ketika memutuskan atau melanjutkan bacaan tidak dilakukan di tempat yang salah.
3. Membaca semua harakat dengan benar, yakni menyebut fathah, kasrah dan dhammah dengan perbedaan yang jelas.
4. Mengeraskan suara sampai terdengar oleh telinga kita, sehingga Al-Qur'an dapat mempengaruhi hati.
5. Memperindah suara agar timbul rasa takut kepada Allah, sehingga mempercepat pengaruh ke dalam hati. Orang yang membaca dengan rasa takut kepada Allah, hatinya akan lebih cepat tepengaruh serta menguatkan nurani dan menimbulkan kesan yang mendalam di hati kita.
6. Membaca dengan sempurna dan jelas setiap tasydid dan madnya. Jika membaca dengan lebih jelas, maka akan menimbulkan keagungan Allah serta mempercepat masuknya kesan dalam hati kita.
7. Memenuhi hak ayat-ayat rahmat dan ayat-ayat yang mengandung azab.
"Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan." (QS Al- Muzzammil Ayat 4)
Baca Juga: Keutamaan Membaca Al-Qur'an dengan Mushaf
Wallahu A'lam
Syekh Abdul Aziz menulis di dalam tafsirnya bahwa arti asal tartil adalah membaca dengan terang dan jelas. Sedangkan artinya menurut syar'i adalah membaca Al-Qur'an dengan tertib seperti di bawah ini:
1. Setiap huruf harus diucapkan dengan makhraj yang benar, sehingga ط (tho’) tidak dibaca تَ (ta’) dan ضَ (dho') tidak dibaca ظ (zho).
2. Berhenti pada tempat yang benar, sehingga ketika memutuskan atau melanjutkan bacaan tidak dilakukan di tempat yang salah.
3. Membaca semua harakat dengan benar, yakni menyebut fathah, kasrah dan dhammah dengan perbedaan yang jelas.
4. Mengeraskan suara sampai terdengar oleh telinga kita, sehingga Al-Qur'an dapat mempengaruhi hati.
5. Memperindah suara agar timbul rasa takut kepada Allah, sehingga mempercepat pengaruh ke dalam hati. Orang yang membaca dengan rasa takut kepada Allah, hatinya akan lebih cepat tepengaruh serta menguatkan nurani dan menimbulkan kesan yang mendalam di hati kita.
6. Membaca dengan sempurna dan jelas setiap tasydid dan madnya. Jika membaca dengan lebih jelas, maka akan menimbulkan keagungan Allah serta mempercepat masuknya kesan dalam hati kita.
7. Memenuhi hak ayat-ayat rahmat dan ayat-ayat yang mengandung azab.
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
"Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan." (QS Al- Muzzammil Ayat 4)
Baca Juga: Keutamaan Membaca Al-Qur'an dengan Mushaf
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :