Inilah Balasan Doa yang Tersimpan
Rabu, 03 Februari 2021 - 10:24 WIB
loading...
A
A
A
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:
اللَّه أَكْثَ
“Karunia Allah lebih banyak lagi.”
Baca juga: Ngerinya Zina yang Paling Berat
Karena itu, selama doa kita baik (tidak mengandung dosa dan keburukan, contohnya mendoakan celaka bagi orang lain atau doa minta pemutusan silaturahmi dengan kerabat), maka Nabi menggaransi bahwa status doa kita Terkabul dengan tiga kemungkinan sebagai berikut:
1. Doa kita ditunda pengabulannya, bukan ditolak
Mengapa ditunda? Allah yang Maha tahu. Mungkin Allah memprioritaskan permintaan hambaNya yang lain yang lebih mendesak kebutuhannya, bisa jadi.
Ambil contoh misalnya, kita punya hajat mengundang para tamu untuk menghadiri resepsi pernikahan anak kita. Sudah pasti kita berdoa agar Allah melancarkan acaranya, tamu datang semua karena semua akomodasi dan konsumsi sudah dipesan, tendapun sudah dipasang. Kita berdoa semoga hari-H tidak hujan. Begitu kira-kira doa dan harapan kita.
Baca juga: Isu Kudeta Demokrat Bisa Buat AHY Benar-benar Terjungkal
Lantas apakah doa kita tertolak? Apakah Allah tidak mengabulkan doa kita? Apakah doa kita tidak mustajabah?
Bukan! Sesungguhnya Allah, sebagaimana janji Nabi di atas, tidak menolak doa kita. Doa kita hanya terpending, tertunda, sebab Allah sedang memprioritaskan doa saudara kita yang lain yang barangkali lebih butuh hujan agar bisa panen demi untuk SPP anaknya, atau untuk pengobatan istrinya, atau untuk perbaikan rumahnya yang bocor atapnya, atau untuk keperluan mendesak lainnya yang Allah lebih tahu.
2. Doa kita disimpan oleh Malaikat untuk nanti diambil saat kita di padang Akhirat.
Jangan pernah mengira doa-doa yang kita panjatkan setiap hari hilang begitu saja, jangan anggap ia lari ke bak sampah, sebagaimana kita men-delete sebuah file dan membuangnya ke recycle bin di desktop kita.
اللَّه أَكْثَ
“Karunia Allah lebih banyak lagi.”
Baca juga: Ngerinya Zina yang Paling Berat
Karena itu, selama doa kita baik (tidak mengandung dosa dan keburukan, contohnya mendoakan celaka bagi orang lain atau doa minta pemutusan silaturahmi dengan kerabat), maka Nabi menggaransi bahwa status doa kita Terkabul dengan tiga kemungkinan sebagai berikut:
1. Doa kita ditunda pengabulannya, bukan ditolak
Mengapa ditunda? Allah yang Maha tahu. Mungkin Allah memprioritaskan permintaan hambaNya yang lain yang lebih mendesak kebutuhannya, bisa jadi.
Ambil contoh misalnya, kita punya hajat mengundang para tamu untuk menghadiri resepsi pernikahan anak kita. Sudah pasti kita berdoa agar Allah melancarkan acaranya, tamu datang semua karena semua akomodasi dan konsumsi sudah dipesan, tendapun sudah dipasang. Kita berdoa semoga hari-H tidak hujan. Begitu kira-kira doa dan harapan kita.
Baca juga: Isu Kudeta Demokrat Bisa Buat AHY Benar-benar Terjungkal
Lantas apakah doa kita tertolak? Apakah Allah tidak mengabulkan doa kita? Apakah doa kita tidak mustajabah?
Bukan! Sesungguhnya Allah, sebagaimana janji Nabi di atas, tidak menolak doa kita. Doa kita hanya terpending, tertunda, sebab Allah sedang memprioritaskan doa saudara kita yang lain yang barangkali lebih butuh hujan agar bisa panen demi untuk SPP anaknya, atau untuk pengobatan istrinya, atau untuk perbaikan rumahnya yang bocor atapnya, atau untuk keperluan mendesak lainnya yang Allah lebih tahu.
2. Doa kita disimpan oleh Malaikat untuk nanti diambil saat kita di padang Akhirat.
Jangan pernah mengira doa-doa yang kita panjatkan setiap hari hilang begitu saja, jangan anggap ia lari ke bak sampah, sebagaimana kita men-delete sebuah file dan membuangnya ke recycle bin di desktop kita.
Lihat Juga :