Apakah Air Banjir Masuk Kategori Najis?

loading...
Apakah Air Banjir Masuk Kategori Najis?
Luapan air banjir merendam mobil di daerah Kemang, Jakarta Selatan. Foto/dok SINDOnews
Bencana alam banjir saat ini melanda berbagai daerah di Indonesia. Tak hanya menyebabkan kerugian materi, banjir juga mengganggu aktivitas masyarakat dan ibadah kaum muslim. Salah satunya kesulitan untuk melaksanakan shalat maupun berwudhu dengan air bersih.

Bagaimana sebenarnya hukum air banjir menurut pandangan syariat, apakah masuk kategori najis atau boleh digunakan untuk berwudhu? Berikut penjelasan Ustaz Farid Nu'man Hasan.

Baca Juga: Hukum Air Kencing yang Sudah Kering, Najiskah?

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:



إِنَّ اَلْمَاءَ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ, إِلَّا مَا غَلَبَ عَلَى رِيحِهِ وَطَعْمِهِ, وَلَوْنِهِ

"Sesungguhnya air itu tidak ada sesuatu yang bisa menjadikannya najis kecuali jika sudah berubah aroma, rasa, dan warna." (HR Ibnu Majah No 521)

Hadits ini didha'ifkan para ulama seperti Imam asy-Syafi'i, Imam Abu Hatim, Imam an Nawawi, Imam az Zaila'i, dll. (Khulashah al Badr al Munir, 1/8, Al Majmu', 1/110, Nashbur Rayah, 1/94)

Namun, walau hadits dha'if, para ulama telah ijma' (sepakat) bahwa jika salah satu dari tiga sifat air itu berubah maka air sudah tidak lagi suci.

Imam ash-Shan'ani dalam Subulus Salam, 1/19, menjelaskan:
halaman ke-1
cover top ayah
يَوۡمَ تُبَدَّلُ الۡاَرۡضُ غَيۡرَ الۡاَرۡضِ وَالسَّمٰوٰتُ‌ وَبَرَزُوۡا لِلّٰهِ الۡوَاحِدِ الۡقَهَّارِ‏
(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka (manusia) berkumpul (di Padang Mahsyar) menghadap Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa.

(QS. Ibrahim:48)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video