Bolehkah Berwudhu dengan Air Laut?

loading...
Bolehkah Berwudhu dengan Air Laut?
Air laut sangat berbahaya untuk diminum. Bukan karena mengandung bakteri melainkan karena kandungan garamnya yang tinggi. Foto/Ist
Air laut adalah kumpulan air yang sangat banyak dan luas dengan kadar garam sangat tinggi. Yang membedakannya dengan air tawar adalah airnya mengandung garam, karena itu rasanya asin.

Hingga saat ini, air laut masih menjadi sumber utama memperoleh garam dapur atau garam untuk makanan. Air laut sangat berbahaya untuk diminum oleh manusia. Bukan karena mengandung racun ataupun bakteri melainkan karena kandungan garamnya yang tinggi. Rata-rata air laut mengandung garam sebanyak 3,5%, sedangkan tubuh manusia tidak mampu menyerap sebanyak itu.

Baca Juga: 3 Macam Najis dan Cara Membersihkannya

Muncul pertanyaan, apakah air laut suci dan bolehkah berwudhu dengannya? Berikut penjelasan Ustaz Farid Nu'man Hasan.



Ketahuilah, air laut suci dan mensucikan. Karena tidak mengalami perubahan. Asin itu memang aslinya dan dasarnya. Bahkan 97% air di bumi adalah asin. Tiga persennya tawar, itulah yang terdapat di sungai, telaga, tanah, danau.

Dalam Syarah Matan Abu Syuja' (Al Ghaayah wat Taqriib) menyebutkan air laut sebagai air yang saha untuk bersuci. Dalilnya adalah:

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bercerita:

سَأَلَ رَجُلٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَرْكَبُ الْبَحْرَ وَنَحْمِلُ مَعَنَا الْقَلِيلَ مِنْ الْمَاءِ فَإِنْ تَوَضَّأْنَا بِهِ عَطِشْنَا أَفَنَتَوَضَّأُ مِنْ مَاءِ الْبَحْرِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ

Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Wahai Rasulullah, kami sedang berlayar di lautan, kami membawa sedikit air. Jika kami pakai air itu buat wudhu, maka kami akan kehausan, apakah boleh kami wudhu pakai air laut?" Lalu Beliau bersabda: "Dia suci airnya, halal bangkainya." (HR. At Tirmidzi No 69, Abu Daud No 83, Ibnu Majah No 386, Ahmad No 7233)
halaman ke-1
cover top ayah
لَاۤ اِكۡرَاهَ فِى الدِّيۡنِ‌ۙ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشۡدُ مِنَ الۡغَىِّ‌ۚ فَمَنۡ يَّكۡفُرۡ بِالطَّاغُوۡتِ وَيُؤۡمِنۡۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسۡتَمۡسَكَ بِالۡعُرۡوَةِ الۡوُثۡقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَا‌‌ ؕ وَاللّٰهُ سَمِيۡعٌ عَلِيۡمٌ
Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

(QS. Al-Baqarah:256)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video