Kisah Halimatus Sa'diyah Ketika Mengasuh Nabi Muhammad

loading...
Kisah Halimatus Sadiyah Ketika Mengasuh Nabi Muhammad
Halimatus Sadiyah merasakan banyak keberkahan dan kisah-kisah aneh sejak kehadiran Rasulullah di tengah keluarganya. Foto/ilustrasi
Jika ada yang bertanya siapa sosok perempuan pertama yang menyusui Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم setelah ibundanya, maka jawabannya adalah Tsuwaibah. Beliau adalah budak wanita Abu Lahab (paman Nabi). Selain Tsuwaibah, wanita yang paling beruntung dapat mengasuh Rasulullah adalah Halimah binti Abu Dzuaib (Halimatus Sa'diyah).

Dari literatur sejarah dan keterangan Sirah Nabawiyah, Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dilahirkan saat peristiwa "Tahun Gajah" tepatnya pada tanggal 12 Rabiul Awal, ada yang menyebut 9 Rabiul Awal. Alam semesta ikut bergembira menyambut kelahiran manusia suci pemimpin umat manusia itu.

Baca Juga: Kisah Masa Kecil Rasulullah SAW Bersama Ibunya

Dalam Sirah Nabawiyah yang ditulis Syekh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury, Ibnu Sa'ad meriwayatkan bahwa ibunda Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata: "Ketika aku melahirkannya, dari farajku keluar cahaya yang menerangi istana-istana negeri Syam". (Imam Ahmad, ad-Darimi dan selain keduanya juga meriwayatkan versi yang hampir mirip dengan riwayat tersebut).



Ada riwayat yang menyebutkan telah terjadi irhashaat (tanda-tanda awal yang menunjukkan kenabian) ketika milad Nabi صلى الله عليه وسلم. Di antaranya: runtuhnya empat belas balkon istana kekaisaran, padamnya api yang sekian lama disembah oleh kaum Majusi, hancurnya gereja-gereja disekitar danau Saawah setelah airnya menyusut. Riwayat ini dilansir oleh ath-Thabari, al-Baihaqi dan selainkeduanya namun tidak memiliki sanad yang valid.

Adapun wanita pertama yang menyusui Rasulullah صلى الله عليه وسلم setelah ibundanya adalah Tsuwaibah. Wanita ini merupakan budak wanita Abu Lahab yang saat itu juga tengah menyusui bayinya yang bernama Masruh. Sebelumnya, Tsuwaibah juga telah menyusui Hamzah bin 'Abdulul Muththalib. Kemudian menyusui Abu Salamah bin 'Abdul Asad al-Makhzumi setelah Nabi صلى الله عليه وسلم.

Tradisi yang berlaku di kalangan bangsa Arab kala itu setiap bayi lahir, keluarganya mencaripara wanita yang dapat menyusui bayi-bayi mereka sebagai tindakan prefentif terhadap serangan penyakit-penyakit dan keburukan lainnya. Hal itu mereka lakukan agar bayi-bayi mereka tersebut kuat, otot-otot mereka kekar serta menjaga agar lisan Arab mereka tetap orisinil sebagaimana lisan ibu mereka dan tidak terkontaminasi.

Oleh karena itu, 'Abdul Muththalib mencari wanita-wanita yang dapat menyusui Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Beliau memilih seorang wanita dari kabilah Bani Sa'ad bin Bakr, yaitu Halimah binti Abu Dzuaib ( Halimatus Sa'diyah ) sebagai wanita penyusu beliau. Suami Halimah bernama al-Harits bin 'Abdul 'Uzza yang berjuluk Abu Kabsyah, dari kabilah yang sama.

Di sana, Rasulullah memiliki banyak saudara sesusuan, yaitu; 'Abdullah bin al-Harits, Anisah binti al-Harits, Hudzafah atau Judzamah binti al-Harits (dialah yang berjuluk asy-Syaima' yang kemudian lebih populer menjadi namanya dan yang juga merawat Rasulullah serta Abu Sufyan bin al-Harits bin 'Abdul Muththalib, saudara sepupu Rasulullah.
halaman ke-1
cover top ayah
اِعۡلَمُوۡۤا اَنَّمَا الۡحَيٰوةُ الدُّنۡيَا لَعِبٌ وَّلَهۡوٌ وَّزِيۡنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيۡنَكُمۡ وَتَكَاثُرٌ فِى الۡاَمۡوَالِ وَالۡاَوۡلَادِ‌ؕ كَمَثَلِ غَيۡثٍ اَعۡجَبَ الۡكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيۡجُ فَتَرٰٮهُ مُصۡفَرًّا ثُمَّ يَكُوۡنُ حُطٰمًا‌ؕ وَفِى الۡاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيۡدٌ ۙ وَّمَغۡفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضۡوَانٌ‌ؕ وَمَا الۡحَيٰوةُ الدُّنۡيَاۤ اِلَّا مَتَاعُ الۡغُرُوۡرِ
Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.

(QS. Al-Hadid:20)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video