Konsep Haji Syari’ah dan Thariqah Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani

Selasa, 23 Februari 2021 - 22:05 WIB
loading...
A A A
Agar ketika nanti melaksanakan ibadah haji, qalbunya akan selalu hidup dan senantiasa mengingat Allah SWT. Ketika qalbu terus mengingat Allah, maka nanti kan muncul ka’bah sirri di dalam qalbu.

Lalu Syaikh Abdul Qâdir menjelaskan, setelah badan dan hati kita sudah bersih, kemudian memakai pakaian ihram dari cahaya Al Qudsi kemudian masuk ke ka’bah sirri. Lalu tawaf qudum dengan me-mulazamah-kan nama yang kedua, yaitu lafadz jalalah “Allah”

Baca juga: Konsep Salat Syari’ah Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani

Selanjutnya berangkat ke arafah kalbu sebagai tempat munajat. Di sana lantas wukuf denga me-mulazamah-kan nama yang ketiga, yaitu “Huwa” (Dia, Allah), dan nama yang keempat yaitu “ Al Haqqu” (Yang Maha Benar).

Selanjutnya berangkat ke muzdalifah al fu’ad dengan me-mulazamahkan nama kelima dan keenam yaitu” al Hayyu dan al Qayyumu” (yang maha hidup dan yang maha ada dengan sendirinya). Lalu berangkat ke Mina sirri yang terletak di antara dua haram (dua daerah) dan menginap di sana.

“Selanjutnya menyembelih nafsu muthma’innah dengan me-mulazamahkan nama yang ketujuh yaitu “Al Qahhar” (Yang Maha Memaksa), karena “Al Qahhar” adalah ismul fana (nama peleburan) yang mengangkat hijabul kufri (penghalang yang bernama kekufuran). Sebagaimna Sabda Nabi SAW:

“Kufur dan iman adalah dua tempat di belakang Arsy. Keduanya merupakan penghalang antara hamba dengan Tuhannya. Salah satunya hitam dan salah satunya putih”.

Selanjutnya memotong rambut sifat basyariyah (kesenangan manusiawi) dari kepala Ruh Al Qudsi dengan menggunakan nama Allah yang kedelapan yaitu “Al Wahhab” (Yang Maha Pemberi Karunia).

Selanjutnya masuk ke Haram sirri dengan me-mulazamah-kan nama Allah yang kesembilan yaitu “Al Fattah” (Yang Maha Pembuka) hingga sampailah pada tempat di mana ia bisa melihat orang-orang yang sedang beri’tikaf di hamparan alam Qurbah. Dan di sana ia bermesraan (unsiyah) dengan me-mulazamah-kan nama Allah yang kesepuluh “Al Wahid” (Yang Maha Esa).

Baca juga: Beda Pendapat Syaikh Abdul Qadir dengan Ulama Lain Soal Salat Wustha

Lalu ia melihat keindahan Allah yang Maha Suci dan Maha Agung tanpa bisa ditanyakan kondisinya bagaimana dan tidak dapat pula diumpamakan.

Selanjutnya melakukan tawaf batin tujuh putaran dengan memulazamah-kan nama yang kesebelas yaitu “Al Ahad”.

Nama yang kesebelas ini disertai dengan enam nama-nama cabang dan selanjutnya meminum minuman batin dari tangan Al-Qudrah. Allah berfirman “Tuhan memberi kepada mereka minuman yang bersih” (QS Al-Insan: 21).

Allah memberi minum dari gelas AsmaNya yang kedua belas “al Shamad”. Kemudian orang itu akan diangkat Dzat yang maha kekal dan maha suci dari perumpamaan: hingga ia melihat kepada Allah dengan nur-Nya.

Inilah yang dimaksud dengan firman Allah dalam hadis qudsi: “Sesuatu yang tidak dapat dilihat dengan mata, yakni pertemuan dengan Allah, tidak dapat didengar oleh telinga, yakni Kalamullah yang tanpa huruf, tanpa suara, tanpa perantara, dan tidak terbesit dalam qalbu manusia, yaitu nikmatnya rasa melihat dan berkenalan dengan Allah SWT”.

Selanjutnya bertahallul dari yang diharamkan Allah SWT. Artinya, menukar sifat yang baik denga selalu mengulang-ulang Asma Tauhid. Sebagaimana firman Allah, “Kecuali orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan kebajikan maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan” (QS Al-Furqan: 70).

Lalu melepaskan diri dari melakukan perbuatan yang bersifat hawa nafsu. Setelah itu seseorang tidak akan merasa khawatir dan bersedih hati.

Sebagaimana diisyaratkan dalam firman Allah, “Ingatlah sesungguhnya wali-wali Allah tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati”(Q.S. Yunus: 62).”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Syaikh Abdul Qadir al-Jilani...
Syaikh Abdul Qadir al-Jilani Pelopor Tarekat
Mengapa Orang Malas...
Mengapa Orang Malas Berdoa? Begini Penjelasan Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani
Teguran Syaikh Abdul...
Teguran Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani yang Jadi Materi Pelajaran Qadiriyah
Kisah Syaikh Abdul Qadir...
Kisah Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Menghidupkan Tulang Belulang Ayam
Pusara Syaikh Abdul...
Pusara Syaikh Abdul Qadir Kedua Terpenting Setelah Makam Nabi Muhammad SAW
Kisah Ajaib Syekh Abdul...
Kisah Ajaib Syekh Abdul Qadir Jilani Diludahi Nabi
Rekomendasi
Kisah Gajah Mada dan...
Kisah Gajah Mada dan Kelahiran Hayam Wuruk, Ditandai Gempa dan Gunung Kelud Meletus
Struktur Kuno Berukuran...
Struktur Kuno Berukuran 2 Kali Lipat Burj Khalifa Ditemukan di Dasar Samudra Pasifik
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Artikel Terkini
Dakwah di Media Sosial...
Dakwah di Media Sosial : Cara Menebar Kebaikan dan Meraih Pahala Jariyah
Tafsir Surat Al Kahfi...
Tafsir Surat Al Kahfi Ayat 1-10 : Siapa yang Rutin Membacanya akan Dilindungi dari Dajjal
Mengapa Al-Quran Tidak...
Mengapa Al-Qur'an Tidak Menyebut Dajjal? Ini Penjelasan dan Hikmah di Baliknya
Siapa Pengikut Dajjal?...
Siapa Pengikut Dajjal? Hadis Rasulullah Menyebut 70.000 Kaum Yahudi dan Perempuan
Hadis-hadis yang Menjelaskan...
Hadis-hadis yang Menjelaskan Tentang Pengikut Dajjal
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved