Konsep Haji Syari’ah dan Thariqah Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani

Selasa, 23 Februari 2021 - 22:05 WIB
loading...
A A A
“Selanjutnya melaksanakan thawaf shadri dengan mengulang-ulang seluruh asma Tauhid. Lalu pulang ke negeri asal masing-masing, yang ada di dalam Al-Qudsi dalam rupa yang sebaik-baiknya dengan memulazamahkan asma Allah yang keduabelas. Nama keduabelas ini sangat berkaitan dengan alam Al-Yaqin.”

Demikianlah konsep ibadah haji secara thariqah menurut Syaikh Abdul Qâdir al-Jîlani. Dan penjelasan di atas hanya sekadar penjelasan yang dapat diterima akal saja.

Sebenarnya masih banyak penjelasan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata dan jika kita ingin mengetahuinya harus dengan mengamalkannya. Seperti perkataan Syaikh Abdul Qâdir:

“Ini adalah takwil yang beredar di sekitar lisan dan akal saja. Adapun hal-hal lain yang ada di balik itu tidak akan dapat diberikan karena tidak akan terkejar oleh pemahaman qalbu dan tidak akan dapat dibahas".

Di antara ilmu itu ada yang seperti mutiara di dalam kerang, hanya ulama-ulama khusus yang mengetahuinya. Jika mereka membicarakannya tidak akan mengingkarinya kecuali orang yang tidak tahu.”

Orang awam menunaikan ibadah haji dengan badannya. Karena itu, ketika mengerjakan amalan-amalan haji, dia selalu teringat untuk memuaskan tuntutan badannya seperti makan, minum, dan pakaian.

Seolah-olah dia berada di rumah, sebuah perilaku untuk memuaskan hawa nafsunya. Selain itu ada pula orang yang menjalankan ibadah haji seakan-akan hendak berwisata, bersenang-senang melihat negeri orang, mencari kekurangan negeri itu sebagai oleh-oleh yang akan diceritakannya kepada banyak orang di negerinya setelah ia kembali dari perjalanan haji.

Kedua manusia ini tidak jauh berbeda dengan orang yang mengerjakan shalat setiap hari, tetapi hati dan pikirannya bercabang ke mana-mana.

Oleh karena itu, sering kita melihat orang yang mengerjakan amalan haji, hanya sebatas anggota-anggota badannya saja yang tampak mengerjakan amalan haji, namun hatinya jauh dari mengingat Allah dan menghayati amalan haji itu sendiri.

Haji yang semacam ini merupakan haji yang tidak sempurna, haji yang penuh dengan cacat. Atau bisa disebut sebagai haji yang tidak mabrur.

Sepatutnya seorang yang akan melaksanakan haji hatinya harus khusyu’ dan penuh dengan kekhawatiran bahwa hajinya akan tertolak karena suatu kesalahan atau kekurangan yang diperbuatnya ketika berhaji.

Bila hajinya tertolak, maka sia-sialah jerih payahnya selama ini. Banyak orang yang melakukan ibadah haji tetapi yang diterima ibadah hajinya dapat dihitung dengan jari, yang lain tidak mendapat apa-apa kecuali kelelahan.

Amalan haji yang sempurna mestinya tidak luput dari ingatan bahwa kita adalah hamba Allah yang kini datang kepada-Nya dengan sehelai kain tanpa jahitan sedikitpun.

Dia melihat padang Arafah sebagai Mahsyar, tempat ia akan berkumpul dangan seluruh manusia kelak di hari kiamat dan menunggu hari pembalasan dari Allah.

Betapa hatinya harus mengingat apabila ia berada benar-benar di tempat semacam itu.

Orang yang berhaji sesuai dengan konsep hajinya Syaikh Abdul Qâdir al-Jîlânî akan memiliki psikologis yang baik. Orang yang berhaji thariqah qalbunya akan selalu ingat kepada Allah karena di setiap gerakan ritual ibadah haji selalu disertai dengan dzikir.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Syaikh Abdul Qadir al-Jilani...
Syaikh Abdul Qadir al-Jilani Pelopor Tarekat
Mengapa Orang Malas...
Mengapa Orang Malas Berdoa? Begini Penjelasan Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani
Teguran Syaikh Abdul...
Teguran Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani yang Jadi Materi Pelajaran Qadiriyah
Kisah Syaikh Abdul Qadir...
Kisah Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Menghidupkan Tulang Belulang Ayam
Pusara Syaikh Abdul...
Pusara Syaikh Abdul Qadir Kedua Terpenting Setelah Makam Nabi Muhammad SAW
Kisah Ajaib Syekh Abdul...
Kisah Ajaib Syekh Abdul Qadir Jilani Diludahi Nabi
Rekomendasi
Elemen Kimia Terpenting...
Elemen Kimia Terpenting Ditemukan di Laboratorium Ilmuwan Terhebat dalam Sejarah
Bongkahan Es Terbesar...
Bongkahan Es Terbesar di Dunia, Sebesar Pulau Majorca Hanyut
Blue Fire di Dunia Ada...
Blue Fire di Dunia Ada Berapa? Ada 3 dan Salah Satunya di Indonesia
Artikel Terkini
Mengenal 3 Amalan Utama...
Mengenal 3 Amalan Utama Bulan Muharram, Sayang untuk Dilewatkan!
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Infografis
Muslim Harus Tahu, 7...
Muslim Harus Tahu, 7 Keutamaan Zakat dalam Al-Quran dan Hadis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved