Benarkah Waktu Terbaik Mengerjakan Sholat Isya di Akhir Malam?
Minggu, 28 Februari 2021 - 17:28 WIB
loading...
A
A
A
Syekh Sayyid Sabiq rahimahullah berkata:
"Semua hadits ini menunjukkan sunah dan keutamaan mengakhirkan sholat Isya. Walaupun demikian Nabi tidak melakukannya terus menerus, khawatir memberatkan umatnya. Nabi selalu memperhatikan kondisi kaum mu’minin, maka kadangkala beliau menyegerakan, kadangkala beliau mengakhirkannya." (Fiqhus Sunnah, Juz. 1 Hal. 103)
Imam An-Nawawi rahimahullah berkata:
Hadits riwayat 'Aisyah ini: (hilang sebagian besar malam) yaitu kebanyakan dari waktu malam, namun bukan berarti sebagian besarnya, dan harus mengartikannya demikian karena Nabi bersabda: "Sesungguhnya inilah waktu sholat Isya."
Tidak boleh mengartikan ucapan beliau bahwa waktu yang dimaksud adalah setelah tengah malam, dan tidak ada satu pun ulama yang mengatakan demikian; yakni mengakhirkan shalat Isya setelah tengah malam adalah lebih utama.
Ucapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam : "Sesungguhnya inilah waktu sholat Isya, seandainya tidak memberatkan umatku. Maknanya adalah bahwa itu adalah waktu yang diunggulkan atau paling utama, maka di dalamnya ada keutamaan mengakhirkannya. Sesungguhnya kebiasaannya adalah menyegerakannya, hal itu hanyalah karena adanya kesulitan dalam mengakhirkannya." (Syarh An Nawawi ‘Ala Muslim, No.1009)
Ustaz Farid Nu'man mengatakan, jika kita mengambil sunnah ta'khir Isya, maka kita akan kehilangan sunnah lain yaitu berjamaah di masjid. Sebab, jam-jam seperti itu biasanya sudah tidak ada orang di masjid, atau masjid sudah ditutup, kecuali Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang biasanya manusia ramai 24 jam. Padahal sholat Isya berjamaah bersama manusia di masjid, dinilai seperti sholat setengah malam.
Baca Juga: Waktu Paling Utama Mengerjakan Shalat Isya
Wallahu A'lam
"Semua hadits ini menunjukkan sunah dan keutamaan mengakhirkan sholat Isya. Walaupun demikian Nabi tidak melakukannya terus menerus, khawatir memberatkan umatnya. Nabi selalu memperhatikan kondisi kaum mu’minin, maka kadangkala beliau menyegerakan, kadangkala beliau mengakhirkannya." (Fiqhus Sunnah, Juz. 1 Hal. 103)
Imam An-Nawawi rahimahullah berkata:
Hadits riwayat 'Aisyah ini: (hilang sebagian besar malam) yaitu kebanyakan dari waktu malam, namun bukan berarti sebagian besarnya, dan harus mengartikannya demikian karena Nabi bersabda: "Sesungguhnya inilah waktu sholat Isya."
Tidak boleh mengartikan ucapan beliau bahwa waktu yang dimaksud adalah setelah tengah malam, dan tidak ada satu pun ulama yang mengatakan demikian; yakni mengakhirkan shalat Isya setelah tengah malam adalah lebih utama.
Ucapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam : "Sesungguhnya inilah waktu sholat Isya, seandainya tidak memberatkan umatku. Maknanya adalah bahwa itu adalah waktu yang diunggulkan atau paling utama, maka di dalamnya ada keutamaan mengakhirkannya. Sesungguhnya kebiasaannya adalah menyegerakannya, hal itu hanyalah karena adanya kesulitan dalam mengakhirkannya." (Syarh An Nawawi ‘Ala Muslim, No.1009)
Ustaz Farid Nu'man mengatakan, jika kita mengambil sunnah ta'khir Isya, maka kita akan kehilangan sunnah lain yaitu berjamaah di masjid. Sebab, jam-jam seperti itu biasanya sudah tidak ada orang di masjid, atau masjid sudah ditutup, kecuali Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang biasanya manusia ramai 24 jam. Padahal sholat Isya berjamaah bersama manusia di masjid, dinilai seperti sholat setengah malam.
Baca Juga: Waktu Paling Utama Mengerjakan Shalat Isya
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :