Waspadai 7 Penyakit Lisan yang Sering Dianggap Remeh Ini
Selasa, 02 Maret 2021 - 07:25 WIB
loading...
A
A
A
“Jauhilah kekejian, karena Allah tidak menyukai kekejian dan membuat-buat kekejian.”
6. Nyanyian dan syair
Salah satu bahaya dari lidah adalah nyanyian dan syair. Mengenai syair, perkataan yang baik maka dihitung kebaikan, namun perkataan yang buruk dihitung sebagai keburukan juga. Tetapi kosentrasi syair sendiri adalah perbuatan tercela. Begitu pula dengan nyanyian, yang mana jika tidak mengandung pujian-pujian kepada Allah dan Rasul-Nya, atau kata-kata yang baik maka dapat dihitung sebagai perkataan yang tidak berguna.
Baca juga: Bisnis Lancar, Ini Cerita Pengusaha Makanan Sunda Gunakan Teknologi Digital
Rasulullah bersabda,
“Bahwa bagian dalam salah seorang di antara kalian penuh dengan nanah sampai mematikannya, sungguh lebih baik baginya daripada ia penuh, dengan syair.” (HR. Muslim).
7. Senda gurau.
Termasuk juga bahaya lidah dan perbuatan yang sangat dilarang adalah senda gurau, kecuali dalam kadar yang sedikit. Rasulullah bersabda,
“Janganlah berbantah-bantahan dengan saudaramu dan jangan bersenda gurau dengannya.” (HR. at-Tirmidzi).
Senda gurau diperbolehkan asalkan tidak dilakukan secara terus menerus, yang artinya perbuataan sia-sia. Senda gurau juga sebaiknya tidak mengandung unsur-unsur berbohong. Bahkan Nabi Muhammad pun pernah bersenda gurau.
Baca juga: Habib Rizieq Tolak Keras Investasi Miras
Rasulullah bersabda,
“Sesungguhnya aku bersenda gurau tetapi aku tidak mengatakan kecuali yang benar.”
Demikianlah beberapa bahaya lidah yang dapat menjerumuskan kita ke neraka. Bagaimana caranya kita agar terhindar dari bahaya tersebut? Jawabannya adalah berkata yang baik atau diam.
Ibnu Mas’ud Rahimahullah pernah berkata, “Wahai lidah, berkatalah yang baik pasti kamu beruntung, dan diamlah dari mengatakan keburukan pasti kamu selamat sebelum menyesalinya.”
Wallahu ‘alam.
6. Nyanyian dan syair
Salah satu bahaya dari lidah adalah nyanyian dan syair. Mengenai syair, perkataan yang baik maka dihitung kebaikan, namun perkataan yang buruk dihitung sebagai keburukan juga. Tetapi kosentrasi syair sendiri adalah perbuatan tercela. Begitu pula dengan nyanyian, yang mana jika tidak mengandung pujian-pujian kepada Allah dan Rasul-Nya, atau kata-kata yang baik maka dapat dihitung sebagai perkataan yang tidak berguna.
Baca juga: Bisnis Lancar, Ini Cerita Pengusaha Makanan Sunda Gunakan Teknologi Digital
Rasulullah bersabda,
“Bahwa bagian dalam salah seorang di antara kalian penuh dengan nanah sampai mematikannya, sungguh lebih baik baginya daripada ia penuh, dengan syair.” (HR. Muslim).
7. Senda gurau.
Termasuk juga bahaya lidah dan perbuatan yang sangat dilarang adalah senda gurau, kecuali dalam kadar yang sedikit. Rasulullah bersabda,
“Janganlah berbantah-bantahan dengan saudaramu dan jangan bersenda gurau dengannya.” (HR. at-Tirmidzi).
Senda gurau diperbolehkan asalkan tidak dilakukan secara terus menerus, yang artinya perbuataan sia-sia. Senda gurau juga sebaiknya tidak mengandung unsur-unsur berbohong. Bahkan Nabi Muhammad pun pernah bersenda gurau.
Baca juga: Habib Rizieq Tolak Keras Investasi Miras
Rasulullah bersabda,
“Sesungguhnya aku bersenda gurau tetapi aku tidak mengatakan kecuali yang benar.”
Demikianlah beberapa bahaya lidah yang dapat menjerumuskan kita ke neraka. Bagaimana caranya kita agar terhindar dari bahaya tersebut? Jawabannya adalah berkata yang baik atau diam.
Ibnu Mas’ud Rahimahullah pernah berkata, “Wahai lidah, berkatalah yang baik pasti kamu beruntung, dan diamlah dari mengatakan keburukan pasti kamu selamat sebelum menyesalinya.”
Wallahu ‘alam.
(wid)
Lihat Juga :