Begini Do'a dan Zikir Ketika I’tidal Sesuai Sunah Nabi

Rabu, 03 Maret 2021 - 19:09 WIB
loading...
Begini Doa dan Zikir...
Ilustrasi/Ist
A A A
Ketika berdiri dari ruku’ untuk i’tidal , biasanya kita akan membaca sami’allahu liman hamidah. Dan ketika i’tidal, kita juga biasa membaca rabbana lakal hamdu mil ussamaawaati wal ardla wamil ulardli wamil umaasyi’ta min syain ba’du.

Baca juga: 10 Ciri Pengamal Sholawat, di Antaranya Wajahnya Berseri-seri dan Tawadhu

Imam Nawawi di dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan ragam bacaan zikir yang bisa dibaca saat i’tidal.

Menurut Imam Nawawi, ketika berdiri dari ruku’ sunnahnya adalah mengatakan sami’Allahu liman hamidah (Allah mendengar orang yang memujiNya) dan boleh mengatakan man hamidallaha sami’a lahu (Siapa yang memuji Allah, maka Dia mendengarnya).

Berikut beberapa di antara ragam bacaan ketika i’tidal.

Pertama, bisa membaca: Rabbanaa lakal hamdu/rabbanaa walakal hamdu

عن أبي هريرة رضي الله عنه أنه قال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: ” سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ “حين يرفع صلبه من الركوع، ثم يقول وهو قائم: “رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ” . (رواه البخاري ومسلم)

Dari Abu Hurairah r.a., bahwasannya ia berkata, Rasulullah SAW mengucapkan “Sami’Allahu liman hamidah” ketika punggungnya naik dari posisi ruku’, lalu beliau mengucapkan ketika berdiri “Rabbanaa lakal hamd (Ya Tuhan kami Segala puji bagi Mu).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Imam Nawawi menjelaskan bahwa redaksi di dalam riwayat-riwayat lainnya dengan menggunakan wawu sebagai berikut.

“رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ”

Rabbanaa walakal hamdu (Ya Tuhan kami, Dan segala puji bagi Mu). Menurut imam Nawawi keduanya baik untuk diamalkan.

Baca juga: Jangan Mundur, Ini Keutamaan Shaf Pertama Ketika Sholat Berjamaah

Kedua, Rabbana lakal hamdu mil ussamaawaati wal ardla wamil ulardli wamil umaasyi’ta min syain ba’du

عن علي وابن أبي أوفى رضي الله عنهم: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان إذا رفع رأسه قال: “سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمٰوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ” .(رواه مسلم)

Dari Ali dan Ibnu Abi Aufa r.a., bahwasannya Rasulullah SAW ketika mengangkat kepalanya (dari ruku’) mengucapkan, “Sami’Allahu liman hamidah, Rabbana lakal hamdu mil assamaawaati wamil alardli wamil amaasyi’ta min syain ba’du. (Allah mendengar terhadap orang yang memujinya, Ya Tuhan kami. Segala puji bagiMu sepenuh langit, sepenuhnya bumi, dan sepenuh apa yang Engkau inginkan darinya setelah itu.” (HR. Muslim)

Ketiga. Allahumma rabbanaa lakal hamdu mil’as samaawaati wamil al-ardli wa mil a maa syi’ta min syai in ba’du ahlats tsanaa’i wal majdi ahaqqu ma qaalal ‘abdu wa kullunaa laka ‘abdun. Allahumma laa maani’a limaa a’thaita walaa mu’thia limaa mana’ta walaa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان إذا رفع رأسه من الركوع قال: “اَللّٰهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمٰوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ بَعْدُ أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ أَحَقُّ مَا قَالَ الْعَبْدُ وَكُلُّنَا لَكَ عَبْدٌ اَللّٰهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ. (رواه مسلم)

Dari Abi Sai’d Al-Khudri r.a., bahwasannya Rasulullah SAW ketika mengangkat kepalanya dari ruku’, beliau membaca, “Allahumma rabbanaa lakal hamdu mil’as samaawaati wamil al-ardli wa mil a maa syi’ta min syai in ba’du ahlats tsanaa’i wal majdi ahaqqu ma qaalal ‘abdu wa kullunaa laka ‘abdun. Allahumma laa maani’a limaa a’thaita walaa mu’thia limaa mana’ta walaa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu. (HR. Muslim)

Baca juga: Tak Sekadar Gerakan Sholat, Sujud Bermanfaat Bagi Kesehatan

Keempat, Rabbanaa lakal hamdu mil’as samaawaati wamil al-ardli wa mil a maa bainahumaa wa mil a maa syi’ta min syai in ba’du

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ قَالَ: ” رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمٰوَاتِ وَمِلْءَ الْاَرْضِ وَمِلْءَ مَا بَيْنَهُمَا وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ. (رواه مسلم)

Dari Ibnu Abbas r.a., bahwasannya Nabi saw. ketika mengangkat kepalanya dari ruku’ beliau mengucapkan, “Rabbanaa lakal hamdu mil’as samaawaati wamil al-ardli wa mil a maa bainahumaa wa mil a maa syi’ta min syai in ba’du.” (HR. Muslim)

Kelima, Rabbanaa walakal hamdu hamdan katsiiran thayyiban mubaarakan fihi

عن رفاعة بن رافع الزرقي رضي الله عنه قال: كنا يوما نصلي وراء النبي صلى الله عليه وسلم، فلما رفع رأسه من الركعة قال: “سمع الله لمن حمده ” ، فقال رجل وراءه: ربنا ولك الحمد حمدا كثيرا طيبا مباركا فيه، فلما انصرف قال: “من المتكلم؟” قال: أنا، قال: “رأيت بضعة وثلاثين ملكا يبتدرونها أيهم يكتبها أول” (رواه البخاري)

Dari Rifa’ah bin Rafi’ Az-Zarqi r.a., ia berkata, “Suatu hari, kami shalat di belakang Nabi saw. lalu ketika beliau mengangkat kepalanya dari ruku’, beliau mengucapkan, “Sami’Allahu liman Hamidah. Lalu ada seorang laki-laki yang berada di belakangnya mengucapkan, “Rabbanaa walakal hamdu hamdan katsiran thayyiban mubarakan fihi.” Ketika (hendak) pergi, beliau bertanya, “Siapa yang mengucapkan tadi?” laki-laki itu menjawab, “Saya.” Beliau bersabda, “Aku melihat 30 lebih malaikat yang berebutan pertama kali menulis amalnya.” (HR. Al-Bukhari)

Imam Nawawi mengatakan ragam bacaan dzikir yang bisa dibaca saat i’tidal tersebut semuanya sunnah dilakukan baik bagi imam, makmum, maupun orang yang shalat sendirian.

Kecuali bagi imam, tidak boleh membaca semua dzikir tersebut kecuali ia mengetahui bahwa makmumnya juga memperbolehkan ia shalat dengan bacaan yang panjang. Hal ini disebabkan karena kondisi imam yang berbeda-beda, ada yang tua, sibuk, dan lain sebagainya. Sehingga dikhawatirkan jika imam membaca terlalu panjang dan lama, maka makmumnya akan merasa resah. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

Baca juga: Benarkah Waktu Terbaik Mengerjakan Sholat Isya di Akhir Malam?
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Dalil Hadis tentang...
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
Selain Al Quran, Inilah...
Selain Al Quran, Inilah 5 Hadis Tentang Perintah Haji
Inilah Dalil Naqli Ibadah...
Inilah Dalil Naqli Ibadah Haji dalam Beberapa Surat Al Quran dan Hadis Nabi SAW
Dalil Perintah Kurban...
Dalil Perintah Kurban dan Aqiqah dalam Al Quran serta Hadis
Kumpulan Hadis Nabi...
Kumpulan Hadis Nabi SAW Tentang Huruhara Akhir Zaman
Rekomendasi
Indonesia Akan Kehilangan...
Indonesia Akan Kehilangan Warisan Alam Bagian Terpenting Bumi
Gunung Es Terbesar di...
Gunung Es Terbesar di Dunia Bergerak setelah Tertahan selama 37 Tahun
Fenomena Alam Pemicu...
Fenomena Alam Pemicu Ratusan Gempa Bumi per-Hari Terdeteksi
Artikel Terkini
Rahasia Keharmonisan...
Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Kisah Umar bin Khattab
Hak Asuh Anak setelah...
Hak Asuh Anak setelah Perceraian : Siapa yang Paling Berhak Menurut Syariat?
Apakah Islam Mengenal...
Apakah Islam Mengenal Harta Gono-gini? Begini Penjelasan Hukum Kepemilikan Suami dan Istri
Nafkah Setelah Cerai...
Nafkah Setelah Cerai dalam Islam: Hak Mantan Istri dan Anak yang Wajib Dipenuhi
Masyarakat Indonesia...
Masyarakat Indonesia Bangun Islamic Centre Pertama dan Terbesar di Melbourne dari Eks Kantor Polisi
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved