Kisah Ummu Kultsum binti Uqbah, Berhijrah Demi Iman

loading...
Kisah Ummu Kultsum binti Uqbah, Berhijrah Demi Iman
Ummu Kultsum binti Uqbah adalah wanita yang sangat pemberani, kuat, dan tegas. Walaupun kerapkali mendapat tekanan dan siksaan dari keluarganya, ia tegas memilih Islam sebagai keyakinannya. Foto ilustrasi/ist
Kata hijrah beberapa tahun terakhir menjadi kata yang sangat populer di Indonesia. Banyak para selebriti dan masyarakat yang tak malu-malu lagi mengatakan berhijrah dan semakin memperdalam keyakinannya . Tentang hijrah ini, ada salah satu contoh terbaik dari seorang shahabiyah (sahabat perempuan Rasulullah) yakni Ummu Kultsum binti Uqbah.

Baca juga: Ini Diet Cara Rasulullah yang Wajib Muslimah Tahu

Ummu Kultsum adalah putri Uqbah bin Muith serta ibunya bernama Urwa binti Quraisy. Ummu Kultsum masih kerabat dari Utsman bin Affan dari pihak Ibu. Ia adalah seorang perempuan yang berhijrah demi iman yang dia pegang teguh.

Alkisah, ayahnya pernah diajak masuk Islam oleh Rasulullah dalam sebuah acara. Saat itu juga Uqbah bersedia masuk Islam. Hanya saja, salah seorang sahabatnya menghasut dia untuk keluar dari Islam. Hingga ia berani menghina dan menyakiti Rasulullah. Atas kejahatannya, Allah membalas Uqbah dalam Perang Badar hingga akhirnya ia meninggal dunia.

Baca juga: Amalan Sebelum Tidur yang Pahalanya Dapat Menghapus Dosa

Tak sama dengan sang ayah, anak dari Uqbah, Ummu Kultsum mengimani Rasulullah. Di antara kalangan wanita Quraisy, tidak ada seorang pun yang memiliki keberanian seperti dirinya. Ia adalah wanita yang sangat pemberani, kuat, dan tegas. Walaupun kerapkali Ummu Kultsum mendapat tekanan dan siksaan dari keluarganya, karena memilih Islam.

Ummu Kultsum memeluk Islam ketika berada di Makkah. Namun merahasiakannya hingga Rasulullah hijrah ke Madinah. Ummu Kultsum berangkat ke Madinah setelah peristiwa Perjanjian Hudaibiyah dengan berjalan kaki. Dalam perjalanan, ia sama sekali tak mengetahui rute perjalanan.

Baca juga: angan Menunda Menikah Agar Rezeki Lancar

Sampai ketika ada seorang laki-laki membuntutinya. Ummu Kultsum bertanya, laki-laki itu berasal dari Kaza’ah. Jawaban dari laki-laki tersebut membuatnya sedikit lega, karena Kaza’ah termasuk wilayah kekuasaan Rasulullah.

Laki-laki tersebut membantu Ummu Kultsum dengan menaiki unta yang dibawa lelaki itu. Sepanjang perjalanan, keduanya tidak pernah berbicara hingga tiba di Madinah, laki-laki itu sangat menjaga jarak dengan Ummu Kultsum.

Sampai di Madinah, Ummu Kultsum bertemu dengan Ummu Salamah, salah seorang dari istri Rasulullah. Ummu Salamah mengabarkan kedatangan Ummu Kultsum kepada Rasulullah yang disambut baik. Dalam kesempatan tersebut, Ummu Kultsum meminta agar Rasulullah tidak mengembalikannya pada keluarganya di Makkah. Ia yakin keluarganya akan menyiksa dan mengahalangi keinginannya memeluk Islam.

Baca juga: Kemendikbud Lanjutkan Program Pelatihan Kerja dan Wirausaha, Cek Link

Karena kejadian tersebut, maka turunlah wahyu Allah, Surat Al-Mumtahanah ayat 10, yang artinya, “Hai, orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu wanita yang beriman, maka hendaklah kami uji (keimanan) mereka…”

Kemudian Rasulullah menguji Ummu Kultsum dan wanita sesudahnya, “Tidaklah kalian keluar, kecali karena cinta Allah dan Rasul-Nya serta Islam, bukan karena cinta suami dan harta.” Apabila mereka mengatakan itu, maka mereka tidak dikembalikan ke keluarganya. Ummu Kultsum berhijrah karena cintanya kepada Allah dan Rasulullah.

Baca juga: Bisnisnya Menggurita, Ini Deretan Konglomerat Real Estate Terbesar di Dunia

Ibnu Sa’ad pun berkata, “Dia adalah wanita yang pertama kali hijrah setelah Rasulullah hijrah ke Madinah. Tidak ada seorang pun wanita Quraisy yang lari dari kedua orang tuanya dalam keadaan Islam dan berhijrah kepada Allah dan Rasulnya, kecuali Ummu Kultsum. Dia keluar dari Kota Makkah seorang diri.

Kemudian, dengan ditemani seorang laki-laki bani Khuza'ah, ia tiba di Madinah pada tahun terjadinya gencatan senjata antara kaum Muslimin dan kafir Quraisy. Dia dikejar oleh dua orang saudaranya. Kedua saudaranya itu tiba pada hari kedua setelah kedatangan Ummu Kultsum ke Madinah. Keduanya berkata, "Hai Muhammad, kami menuntut syarat maka penuhilah syarat itu."

Baca juga : Heboh Kebun Binatang China Coba Samarkan Anjing Sebagai Serigala

Sampai akhirnya, Ummu Kultsum memilih tetap di Madinah bersama Rasulullah dan kaum Muslimin lainnya. Ummu Kultsum telah meriwayatkan 10 hadis. Hadis darinya diriwayatkan kembali oleh Hamid bin Abdurrahman bin Auf, anaknya. Serta toko lain yaitu Hamid bin Nafi.

Salah satu hadis yang Ummu Kultsum riwayatkan, “Aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Tidaklah dianggap sebagai sebuah kedustaan apa yang ditunjukan untuk mendamaikan pertikaian antarumat manusia. Apa yang dilakukan untuk tujuan tersebut merupakan tindakan sangat terpuji.”

Baca juga: Indonesia Prakarsai SSTC Energi Terbarukan

Wallahu A'lam
(wid)
cover top ayah
وَقُلْ لِّـلۡمُؤۡمِنٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ اَبۡصَارِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوۡجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِيۡنَ زِيۡنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَا‌ وَلۡيَـضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوۡبِهِنَّ‌ۖ وَلَا يُبۡدِيۡنَ زِيۡنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اٰبَآٮِٕهِنَّ اَوۡ اٰبَآءِ بُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اَبۡنَآٮِٕهِنَّ اَوۡ اَبۡنَآءِ بُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اِخۡوَانِهِنَّ اَوۡ بَنِىۡۤ اِخۡوَانِهِنَّ اَوۡ بَنِىۡۤ اَخَوٰتِهِنَّ اَوۡ نِسَآٮِٕهِنَّ اَوۡ مَا مَلَـكَتۡ اَيۡمَانُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيۡنَ غَيۡرِ اُولِى الۡاِرۡبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفۡلِ الَّذِيۡنَ لَمۡ يَظۡهَرُوۡا عَلٰى عَوۡرٰتِ النِّسَآءِ‌ۖ وَلَا يَضۡرِبۡنَ بِاَرۡجُلِهِنَّ لِيُـعۡلَمَ مَا يُخۡفِيۡنَ مِنۡ زِيۡنَتِهِنَّ‌ ؕ وَتُوۡبُوۡۤا اِلَى اللّٰهِ جَمِيۡعًا اَيُّهَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُوۡنَ
Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.

(QS. An-Nur Ayat 31)
cover bottom ayah
preload video