Kisah Ummu Kultsum binti Uqbah, Berhijrah Demi Iman
Sabtu, 06 Maret 2021 - 15:56 WIB
loading...
Ummu Kultsum binti Uqbah adalah wanita yang sangat pemberani, kuat, dan tegas. Walaupun kerapkali mendapat tekanan dan siksaan dari keluarganya, ia tegas memilih Islam sebagai keyakinannya. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Kata hijrah beberapa tahun terakhir menjadi kata yang sangat populer di Indonesia. Banyak para selebriti dan masyarakat yang tak malu-malu lagi mengatakan berhijrah dan semakin memperdalam keyakinannya . Tentang hijrah ini, ada salah satu contoh terbaik dari seorang shahabiyah (sahabat perempuan Rasulullah) yakni Ummu Kultsum binti Uqbah.
Baca juga: Ini Diet Cara Rasulullah yang Wajib Muslimah Tahu
Ummu Kultsum adalah putri Uqbah bin Muith serta ibunya bernama Urwa binti Quraisy. Ummu Kultsum masih kerabat dari Utsman bin Affan dari pihak Ibu. Ia adalah seorang perempuan yang berhijrah demi iman yang dia pegang teguh.
Alkisah, ayahnya pernah diajak masuk Islam oleh Rasulullah dalam sebuah acara. Saat itu juga Uqbah bersedia masuk Islam. Hanya saja, salah seorang sahabatnya menghasut dia untuk keluar dari Islam. Hingga ia berani menghina dan menyakiti Rasulullah. Atas kejahatannya, Allah membalas Uqbah dalam Perang Badar hingga akhirnya ia meninggal dunia.
Baca juga: Amalan Sebelum Tidur yang Pahalanya Dapat Menghapus Dosa
Tak sama dengan sang ayah, anak dari Uqbah, Ummu Kultsum mengimani Rasulullah. Di antara kalangan wanita Quraisy, tidak ada seorang pun yang memiliki keberanian seperti dirinya. Ia adalah wanita yang sangat pemberani, kuat, dan tegas. Walaupun kerapkali Ummu Kultsum mendapat tekanan dan siksaan dari keluarganya, karena memilih Islam.
Ummu Kultsum memeluk Islam ketika berada di Makkah. Namun merahasiakannya hingga Rasulullah hijrah ke Madinah. Ummu Kultsum berangkat ke Madinah setelah peristiwa Perjanjian Hudaibiyah dengan berjalan kaki. Dalam perjalanan, ia sama sekali tak mengetahui rute perjalanan.
Baca juga: angan Menunda Menikah Agar Rezeki Lancar
Sampai ketika ada seorang laki-laki membuntutinya. Ummu Kultsum bertanya, laki-laki itu berasal dari Kaza’ah. Jawaban dari laki-laki tersebut membuatnya sedikit lega, karena Kaza’ah termasuk wilayah kekuasaan Rasulullah.
Laki-laki tersebut membantu Ummu Kultsum dengan menaiki unta yang dibawa lelaki itu. Sepanjang perjalanan, keduanya tidak pernah berbicara hingga tiba di Madinah, laki-laki itu sangat menjaga jarak dengan Ummu Kultsum.
Sampai di Madinah, Ummu Kultsum bertemu dengan Ummu Salamah, salah seorang dari istri Rasulullah. Ummu Salamah mengabarkan kedatangan Ummu Kultsum kepada Rasulullah yang disambut baik. Dalam kesempatan tersebut, Ummu Kultsum meminta agar Rasulullah tidak mengembalikannya pada keluarganya di Makkah. Ia yakin keluarganya akan menyiksa dan mengahalangi keinginannya memeluk Islam.
Baca juga: Kemendikbud Lanjutkan Program Pelatihan Kerja dan Wirausaha, Cek Link
Karena kejadian tersebut, maka turunlah wahyu Allah, Surat Al-Mumtahanah ayat 10, yang artinya, “Hai, orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu wanita yang beriman, maka hendaklah kami uji (keimanan) mereka…”
Baca juga: Ini Diet Cara Rasulullah yang Wajib Muslimah Tahu
Ummu Kultsum adalah putri Uqbah bin Muith serta ibunya bernama Urwa binti Quraisy. Ummu Kultsum masih kerabat dari Utsman bin Affan dari pihak Ibu. Ia adalah seorang perempuan yang berhijrah demi iman yang dia pegang teguh.
Alkisah, ayahnya pernah diajak masuk Islam oleh Rasulullah dalam sebuah acara. Saat itu juga Uqbah bersedia masuk Islam. Hanya saja, salah seorang sahabatnya menghasut dia untuk keluar dari Islam. Hingga ia berani menghina dan menyakiti Rasulullah. Atas kejahatannya, Allah membalas Uqbah dalam Perang Badar hingga akhirnya ia meninggal dunia.
Baca juga: Amalan Sebelum Tidur yang Pahalanya Dapat Menghapus Dosa
Tak sama dengan sang ayah, anak dari Uqbah, Ummu Kultsum mengimani Rasulullah. Di antara kalangan wanita Quraisy, tidak ada seorang pun yang memiliki keberanian seperti dirinya. Ia adalah wanita yang sangat pemberani, kuat, dan tegas. Walaupun kerapkali Ummu Kultsum mendapat tekanan dan siksaan dari keluarganya, karena memilih Islam.
Ummu Kultsum memeluk Islam ketika berada di Makkah. Namun merahasiakannya hingga Rasulullah hijrah ke Madinah. Ummu Kultsum berangkat ke Madinah setelah peristiwa Perjanjian Hudaibiyah dengan berjalan kaki. Dalam perjalanan, ia sama sekali tak mengetahui rute perjalanan.
Baca juga: angan Menunda Menikah Agar Rezeki Lancar
Sampai ketika ada seorang laki-laki membuntutinya. Ummu Kultsum bertanya, laki-laki itu berasal dari Kaza’ah. Jawaban dari laki-laki tersebut membuatnya sedikit lega, karena Kaza’ah termasuk wilayah kekuasaan Rasulullah.
Laki-laki tersebut membantu Ummu Kultsum dengan menaiki unta yang dibawa lelaki itu. Sepanjang perjalanan, keduanya tidak pernah berbicara hingga tiba di Madinah, laki-laki itu sangat menjaga jarak dengan Ummu Kultsum.
Sampai di Madinah, Ummu Kultsum bertemu dengan Ummu Salamah, salah seorang dari istri Rasulullah. Ummu Salamah mengabarkan kedatangan Ummu Kultsum kepada Rasulullah yang disambut baik. Dalam kesempatan tersebut, Ummu Kultsum meminta agar Rasulullah tidak mengembalikannya pada keluarganya di Makkah. Ia yakin keluarganya akan menyiksa dan mengahalangi keinginannya memeluk Islam.
Baca juga: Kemendikbud Lanjutkan Program Pelatihan Kerja dan Wirausaha, Cek Link
Karena kejadian tersebut, maka turunlah wahyu Allah, Surat Al-Mumtahanah ayat 10, yang artinya, “Hai, orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu wanita yang beriman, maka hendaklah kami uji (keimanan) mereka…”
Lihat Juga :