Berdoa Setelah Sholat Fardhu dan Bantahan Bagi yang Mengingkarinya

loading...
Berdoa Setelah Sholat Fardhu dan Bantahan Bagi yang Mengingkarinya
Disunnahkan bagi imam dan makmum setelah selesai sholat untuk berdzikir kepada Allah dan berdoa dengan doa-doa matsur. Foto/dok SINDOnews
Berdoa setelah sholat fardhu (wajib) adalah salah satu waktu mustajab. Mayoritas ulama mengatakan berdoa setelah sholat fardhu merupakan salah satu Sunnah Nabi.

Namun, ada sebagian di antara kaum muslimin mengingkari berdoa setelah sholat wajib. Mereka beralasan tidak ada sunnah berdoa setelah sholat, yang ada hanyalah berzikir saja. Benarkah sikap seperti ini?

Baca Juga: Doa dan Zikir Setelah Shalat Fardhu

Ustaz Farid Nu'man Hasan menegaskan bahwa Imam Al-Bukhari dalam kitab shahih-nya telah menulis Bab Ad-Dua Ba'da Ash-Sholah (Bab Tentang Doa Setelah Sholat). Ini merupakan bantahan bagi yang mengingkari berdoa setelah sholat.

Bab ini ditulis Imam Al-Bukhari jauh sebelum Ibnu Taimiyah, Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah dan Syekh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa "tidak ada berdoa setelah sholat", Imam Al-Bukhari sudah menulis Bab di atas.

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata tentang itu:

قوله: "باب الدعاء بعد الصلاة" أي المكتوبة، وفي هذه الترجمة رد على من زعم أن الدعاء بعد الصلاة لا يشرع

"Ucapannya (Al-Bukhari) Bab Tentang Doa Setelah Shalat yaitu sholat wajib. Pada bab ini, merupakan bantahan atas siapa saja yang menyangkal bahwa berdoa setelah shalat tidak disyariatkan." (Bantahan lengkap beliau terhadap Imam Ibnul Qayyim, lihat di Fathul Bari, 11/133-135. Darul Fikr)

Imam Ja'far Shadiq radhiyallahu 'anhu, salah satu guru Imam Abu Hanifah berkata:

الدعاء بعد المكتوبة أفضل من الدعاء بعد النافلة كفضل المكتوبة على النافلة

"Berdoa setelah sholat wajib lebih utama dibanding berdoa setelah sholat nafilah, sebagaimana kelebihan sholat wajib atas shalat nafilah." (Fathul Bari, 11/134. Tuhfah Al-Ahwadzi, 2/197. Darus Salafiyah. Lihat juga Imam Ibnu Baththal, Syarh Shahih Bukhari, 10/94. Maktabah Ar-Rusyd)

Sementara Syeikh Abdurrahman Al-Mubarakfuri rahimahullah juga mengatakan:

لا ريب في ثبوت الدعاء بعد الانصراف من الصلاة المكتوبة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قولاً وفعلاً، وقد ذكره الحافظ بن القيم أيضاً في زاد المعاد حيث قال في فصل: ما كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول بعد انصرافه من الصلاة ما لفظه: وقد ذكر أبو حاتم في صحيحه أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يقول عند إنصرافه من صلاته اللهم أصلح لي ديني الذي جعلته عصمة أمري ، واصلح لي دنياي التي جعلت فيها معاشي...

"Tidak ragu lagi, kepastian adanya berdoa setelah selesai shalat wajib dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam baik secara ucapan atau perbuatan. Ibnul Qayyim telah menyebutkan juga dalam Zaadul Ma'ad ketika dia berkata dalam pasal: Apa-apa saja yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ucapkan setelah selesai shalat. Demikian bunyinya: Abu Hatim telah menyebutkan dalam shahih-nya, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata setelah selesai shalatnya: "Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku yang telah menjaga urusanku, dan perbaikilah bagiku duniaku yang aku hidup di dalamnya..." (Tuhfah Al Ahwadzi, 2/197)

Berkata Imam Abu Thayyib Syamsul Haq Al-Azhim Abadi rahimahullah :

"في دبر كل صلاة" : أي عقبها وخلفها أو في آخرها

"Pada dubur kulli ash-shalah, yaitu setelah dan belakangnya atau pada akhirnya." (Aunul Ma’bud, 4/269. Darul Kutub Al-‘Ilmiyah)

Para ulama Kuwait yang tergabung dalam Tim penyusun Kitab Al Mausu'ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah mengatakan:

يُسْتَحَبُّ لِلإِْمَامِ وَالْمَأْمُومِينَ عَقِبَ الصَّلاَةِ ذِكْرُ اللَّهِ وَالدُّعَاءُ بِالأَْدْعِيَةِ الْمَأْثُورَةِ

"Disunnahkan bagi imam dan makmum setelah selesai sholat untuk berdzikir kepada Allah dan berdoa dengan doa-doa ma'tsur." (Al Mausu'ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, 6/214. Wizaratul Awqaf wasy Syu’un Al Islamiyah)
halaman ke-1
cover top ayah
اَلۡمُنٰفِقُوۡنَ وَالۡمُنٰفِقٰتُ بَعۡضُهُمۡ مِّنۡۢ بَعۡضٍ‌ۘ يَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمُنۡكَرِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ الۡمَعۡرُوۡفِ وَيَقۡبِضُوۡنَ اَيۡدِيَهُمۡ‌ؕ نَسُوا اللّٰهَ فَنَسِيَهُمۡ‌ؕ اِنَّ الۡمُنٰفِقِيۡنَ هُمُ الۡفٰسِقُوۡنَ
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah (sama), mereka menyuruh (berbuat) yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan kepada Allah, maka Allah melupakan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.

(QS. At-Taubah:67)
cover bottom ayah
preload video