Prof Haedar Nashir: Perbedaan Kaifiyat tak Harus Ganggu Kekhusyuan dalam Puasa

Sabtu, 13 Maret 2021 - 08:02 WIB
loading...
Prof Haedar Nashir:...
Ketua PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir/Foto/Ilustrasi/muhammadiyah.or.id
A A A
Bulan Ramadhan akan datang sebentar lagi. Sebagai langkah persiapan datangnya bulan suci Ramadan, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Haedar Nashir tidak idak memungkiri di bulan Ramadan nanti akan ada banyak perbedaan pandangan ihwal puasa. Perbedaan tersebut bagi Haedar tidak perlu dibesar-besarkan jika semua umat Islam fokus pada substansi dari puasa itu sendiri yaitu berusaha meningkatkan ketakwaan kepada Allah.

Baca juga: Muhammadiyah Tegaskan Negara Tak Boleh Bermazhab kecuali Pancasila

“Apapun kaifiyahnya, substansi yang harus terus kita tingkatkan dalam kaitan bulan Ramadan adalah la’allakum tattaqun, agar kita semakin menjadi orang yang bertakwa, lebih-lebih dalam menghadapi Covid-19 . Karena puasa hadir setiap tahun, maka harus ada peningkatan kualitas,” ajak Haedar dalam Pengajian PP Muhammadiyah pada Jumat malam (12/3).

Perbedaan kaifiyat tidak harus mengganggu kekhusyuan dalam ibadah puasa. Yang harus kita senantiasa dijaga, kata Haedar, adalah kemurnian dan keikhlasan dalam beribadah. Karenanya bulan Ramadan merupakan momen yang tepat untuk tanwir al-qulub, atau mencerahkan hati dengan mendekatkan diri kepada Allah.

Alasannya, kesucian di bulan Ramadan nanti tidak dipungkiri akan disesaki dengan segudang wacana-wacana yang mengarah pada olok-olokan nir-produktif. Semisal narasi-narasi: salat berjarak disebut-sebut sebagai salat mazhab WHO, mall buka tapi masjid tutup, tidak takut corona takut kepada Allah, dan lain sebagainya.

“Pemahaman yang seperti ini menunjukkan bahwa kita masih merawat sifat congkak dalam hidup. Bahkan mungkin karena motif agama pun bisa masuk dalam kategori tazakku, merasa diri paling suci. Padahal hal itu tidak dibenarkan dalam agama,” kata Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini.

Baca juga: Erick Thohir Resmikan Masjid At-Tanwir Muhammadiyah

Selain tanwir al-qulub, Haedar juga mengajak agar senantiasa tanwir al-afkar atau mencerahkan akal budi. Yaitu dengan mengenali metode istinbath hukum yang sering dipakai Majelis Tarjih dalam memutuskan sebuah persoalan keagamaan. Pendekatan yang dilakukan Majelis Tarjih kerap menggunakan bayani, burhani, dan irfani secara integratif. Termasuk dalam memutuskan awal waktu subuh.

“Pendekatan ini memang belum terlalu lama tapi bagi para anggota, kader, lebih-lebih pimpinan Muhammadiyah itu harus semakin akrab memahami al-Quran, Nadis Nabi, realitas kehidupan dengan pendekatan yang komprehensif-integratif,” imbuh Haedar.

Dunia Islam dalam dinamika mutakhir akan berhadapan dengam beragam paham dan realitas kehidupan yang lebih kompleks. Karenanya Haedar menginginkan agar umat Islam berwawasan luas dalam menjalankan ibadah sekaligus menjadi motor penggerak bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Gelar Salat Idulfitri...
Gelar Salat Idulfitri 1447 H, Gedung PP Muhammadiyah Menteng Dipadati Jemaah
Syafana Ramadhan Boarding...
Syafana Ramadhan Boarding Camp Bentuk Karakter Pemimpin Islam
Muhammadiyah Tetapkan...
Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 2026 pada Jumat 20 Maret
Muhammadiyah Tetapkan...
Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Besok, Simak Penjelasannya
Ketum Muhammadiyah Prof...
Ketum Muhammadiyah Prof Haedar Nashir Terpilih Menjadi Tokoh Perbukuan Islam 2025
Ibadah Kurban Momentum...
Ibadah Kurban Momentum Membebaskan Diri dari Pesona Duniawi
Rekomendasi
Arkeolog Temukan Benua...
Arkeolog Temukan Benua Purba Tersembunyi di Bawah Lautan Arktik
Manusia Purba Yunxian...
Manusia Purba Yunxian Diklaim Spesies Paling Mirip dengan Kita
7 Hal yang Membuat Nabi...
7 Hal yang Membuat Nabi Muhammad Menjadi Manusia Paling Berpengaruh di Dunia
Artikel Terkini
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Di Hari Asyura, Nabi Idris AS Diangkat ke Langit
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Sakral bagi Syiah? Jejak Berdarah Tragedi Karbala
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved