Nahi Munkar, Gus Baha: Jangan Timbulkan Kerusakan Baru

Sabtu, 10 April 2021 - 20:24 WIB
loading...
Nahi Munkar, Gus Baha:...
KH Bahauddin Nur Salim/Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih dikenal dengan Gus Baha mengingatkan, kewajiban nahi munkar atau mencegah kemungkaran harus didasari pertimbangan matang sehingga dapat menghindari lahirnya kemungkaran yang lebih besar sebagai akibat dari tindakan atau usaha kita dalam menolak kemungkaran yang awal.

Baca juga: Dabbah Binatang yang Keluar Jelang Kiamat, Ini Pendapat Gus Baha

Menangani kemungkaran hendaknya dengan cara yang baik, yang ma’ruf, dan tidak menimbulkan kerusakan baru. "Tidak seperti ekstremis,” ujar ahli tafsir yang memiliki pengetahuan mendalam seputar al-Qur'an ini seperti diunggah kanal Santri Gayeng di jaringan YouTube.

Gus Baha menjelaskan bahwa dalam fiqih terdapat kaidah dar’ul mafaasid muqaddamun ‘ala jalbil-masaalih, artinya kurang lebih adalah menghindarkan kerusakan itu lebih didahulukan daripada mengejar kemaslahatan. "Ini merupakan prinsip yang perlu kita pegang pertama kali," pesannya.

Bayangkan, Gus Baha memberikan ilustrasi, jika kita berjalan bersama anak istri, atau berjalan sendiri tapi di rumah punya keluarga yang harus kita nafkahi. Kemudian melihat orang mabuk-mabukan di tengah jalan. Sementara kita tahu orang mabuk itu adalah seorang muslim. Kita juga tahu, orangtua pemabuk itu adalah orang yang saleh.

Dosa pemabuk ini semula hanyalah dosa mabuk. "Namun, jika kemudian kita mengingatkan di tempat saat dia sedang mabuk, sehingga terjadi perkelahian dan kita terbunuh, madharatnya malah justru akan lebih besar daripada dosa mabuk. Yaitu dosa membunuh bagi orang itu. Selain itu, madharat yang terjadi adalah kesedihan dari orangtuanya yang sebenarnya saleh. Sudah mabuk, ditambah terjadi perkelahian dan sampai membunuh," tutur Gus Baha.

Baca juga: Nasihat Gus Baha Kepada Teroris: Nabi tak Menghendaki Umatnya Masuk Neraka

Menurut Gus Baha, jika kita berkelahi dan kemudian terbunuh, misalnya, kita juga akan jadi orang yang disalahkan oleh syariat. Kenapa? Karena yang tadinya jadi tulang punggung keluarga, malah nafkah keluarga justru akan terbengkalai.

"Dengan ilustrasi ini terlihat, melakukan nahi munkar juga berpotensi menimbulkan risiko, yang tidak hanya pada diri sendiri, tapi juga kepada orang tua si pemabuk itu dan keluarga kita," katanya. "Jika situasinya demikian, kita wajib tidak nahi munkar, " ujar Gus Baha sembari mengingatkan bahwa wajib tidak nahi munkar berbeda dengan tidak wajib nahi munkar.

Menurut Gus Baha, Imam Nawawi dan hampir semua ulama berpendapat, bahwa nahi munkar itu wajib. "Sekali lagi, wajib. Kecuali, jika dengan nahi munkar menyebabkan terjadinya madharat yang lebih besar," tegas Gus Baha, dengan menyebut istilah madharat yang a’dhama minhu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Gus Baha Ingatkan Bahaya...
Gus Baha Ingatkan Bahaya Memiliki Khodam Jin, Singgung Kisah Nabi Sulaiman yang Diakali Setan
Hukum Ngaji Online Menurut...
Hukum Ngaji Online Menurut Gus Baha, Kapan Lewat Internet dan Kapan Harus Berguru Langsung?
Mana Lebih Utama, Seekor...
Mana Lebih Utama, Seekor Kambing atau Patungan Satu Sapi untuk Hewan Kurban?
4 Amalan yang Besar...
4 Amalan yang Besar Pahalanya di Hari Raya Idulfitri, Cek Penjelasannya di Sini!
Menyikapi Perayaan Tahun...
Menyikapi Perayaan Tahun Baru Masehi, Simak Penjelasan Buya Yahya dan Gus Baha Ini
Kapan Waktu Terbaik...
Kapan Waktu Terbaik Puasa Rajab? Simak di Sini!
Rekomendasi
Lautan Besar Ditemukan...
Lautan Besar Ditemukan Tersembunyi di Bawah Kerak Bumi
Harta Karun di Arus...
Harta Karun di Arus Deras Himalaya: Spesies Lele Baru Ditemukan, Punya DNA Unik yang Terisolasi di Tibet
Makam Kuno Luxor Simpan...
Makam Kuno Luxor Simpan Rahasia Soal Firaun dan Nabi Musa
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved